Rahasia yang Bikin Penyiar Howard Stern Hasilkan Rp 1,2 Triliun per Tahun

Oleh Ayu Lestari Wahyu Puranidhi pada 06 Jun 2019, 21:00 WIB
Diperbarui 06 Jun 2019, 21:00 WIB
Howard Stern

Liputan6.com, Jakarta - Terdapat satu keahlian sama yang dimiliki oleh orang-orang sukses di dunia, yaitu kemampuan berkomunikasi yang hebat. Dengan kemampuan ini, mereka bisa menciptakan relasi kuat yang dapat membuatnya semakin sukses baik dengan sesama rekan kerja ataupun dengan atasan.

Hal ini jugalah yang membantu Howard Stern berhasil menjadi salah satu pewawancara terbaik. Meskipun dulu, dianggap kelewatan dan tidak sopan dalam melakukan wawancara terhadap beberapa tokoh, namun pembawa acara dalam radio Sirius MX ini telah berhasil mengumpulkan USD 90 juta atau lebih dari Rp 1,2 triliun (Kurs USD 1 = Rp 14.385).

Dari bayaran yang ia dapatkan, membuat Stern menjadi pembawa acara radio dengan bayaran tertinggi di dunia.Pada usia 65 tahun, Stern bahkan telah berhasil mewawancarai beberapa tokoh yang paling berkesan dalam sejarah.

Dengan kesuksesan yang di raihnya saat ini, ternyata Stern selalu melakukan ini. Apakah itu?

Dilansir dari laman CNBC, Stern selalu menerapi otaknya untuk berpikir bagaimana caranya ia menjadi seorang pendengar yang lebih baik.

Stern tahu bahwa dirinya dulu begitu buruk dalam komunikasi. Ia begitu tidak peduli dengan tanggapan orang lain mengenai cara komunikasinya yang buruk. Bahkan ia juga begitu egois tidak memperhatikan bagaimana perasaan orang yang menjadi lawan bicaranya.

Untuk itu, ia melakukan terapi untuk membantunya menjadi lebih saat berinteraksi dan membuatnya menjadi seorang komunikator yang lebih baik lagi.

Howard Stern mengaku untuk melakukan ini bukanlah suatu hal yang mudah. Bahkan ia harus belajar mengatakan tidak pada dirinya sendiri, dan berhenti berbicara untuk mendengarkan orang lain.

2 dari 3 halaman

Terkuak, Ini Rahasia Sukses Miliarder Jack Ma

Kiat (1) Jack Ma
Jack Ma, pendiri Alibaba Group. (Sumber CNBC)

Kebanyakan orang pastinya bermimpi untuk bisa menjadi seorang yang sukses dan bergelimang harta seperti para miliarder dunia salah satunya, Jack Ma.

Pendiri dan Chairman dari e-commerce China, Alibaba ini ternyata memiliki rahasia di balik kesuksesannya saat ini. Kekayaan miliarder asal China ini ditaksir mencapai USD 36,5 miliar menurut Forbes. Sedangkan nilai Alibaba mencapai USD 420 miliar.

Mungkin banyak yang berpikir jika kesuksesan Jack Ma dapat diraih karena kepandaiannya di bidang teknologi dan bisnis, tapi ternyata tidak.

"Saya tidak tahu apa-apa tentang teknologi, saya juga tidak tahu apa-apa tentang pemasaran, saya tidak tahu apa-apa tentang hal-hal legal mengenai bisnis," ujar Jack Ma seperti dilansir pada laman CNBC, Rabu (22/5/2019).

Ternyata ada satu rahasia di balik kesuksesannya ini yaitu, Jack Ma tahu apa yang diinginkan orang-orang. "Sebagai seorang pendiri tugas saya yaitu membuat pelanggan senang. Anda juga harus memiliki tim yang bahagia, dengan begitu kamu juga akan bahagia," jelasnya.

3 dari 3 halaman

Perjalanan Karier Jack Ma

Jack Ma (Andrew Burton/Getty Images)
Jack Ma (Andrew Burton/Getty Images)

Padahal Jack Ma bercita-cita ingin menjadi guru sebelum ia mengenal internet untuk pertama kali pada 1995. Inilah yang menjadi awal mula perjalanan Jack Ma di Amerika Serikat. Ia bisa mengenal internet berkat bantuan salah satu teman dekatnya, Rose.

Pada mulanya, Jack Ma tidak mau menyentuh komputer karena harganya yang begitu mahal di China pada saat itu. Ia takut jika komputer itu rusak, maka ia tidak bisa membayarnya. Namun, miliarder ini memberanikan diri untuk menggunakan komputer tersebut dan mencari tentang China di Internet. Dari hasil pencariannya, Ma tidak mendapatkan data yang ia inginkan.

Bermula dari situlah, Jack Ma mendapatkan ide untuk membuat sesuatu tentang China. Inilah awal mula Alibaba terbentuk sebagai 'e-marketplace' yang menjual informasi tentang China.

Karena keterbatasan keterampilan teknologi yang ia miliki, untuk itu Jack Ma mencari murid atau karyawan yang akan dididik untuk handal menjalani hal ini. Ma berprinsip karyawannya harus lebih mengerti akan mekanisme produk yang mereka jual dibanding dirinya. Hal ini lah yang mendorong karyawannya untuk lebih maju dan membawa kesuksesan besar bagi perusahaannya.

Selain itu, alasan lain yang membuat Jack Ma berhasil yaitu ia selalu mendengarkan karyawannya dan berhasil membentuk suatu tim yang solid serta harmonis untuk bisa mencapai target bersama.

Lanjutkan Membaca ↓