Rupiah Melemah, Pelaku Usaha Tetap Optimistis Kembangkan Bisnis

Oleh Septian Deny pada 25 Mei 2019, 12:33 WIB
Ilustrasi supermarket (iStock)

Liputan6.com, Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) membuat pelaku usaha harus memutar otak untuk mempertahankan bisnis. Salah satunya dilakukan oleh PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) yang pengoperasian dua supermarket yaitu Ranch Market dan Farmer Market.

Direktur Utama Supra Boga Lestari Meshvara Kanjaya mengatakan,‎ melemahnya nilai tukar rupiah di pertengahan 2018 telah disikapi oleh pemerintah dengan semakin memperketat importasi guna menjaga nilai rupiah. Hal ini juga membuat pelaku usaha termasuk Supra Boga Lestari harus lebih kreatif untuk menyingkapi keragaman produk impor yang dibatasi.

"Kami mengantisipasi kondisi tersebut dengan semakin mencari produk pengganti dengan kualitas sama atau yang lebih baik dan dengan mengembangkan fresh product yang bernilai tambah," ujar dia di Jakarta, Sabtu (25/5/2019).

Meski dibayangi pelemahan rupiah, lanjut dia, sepanjang 2018, Supra Boga Lestari mampu membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 2,36 triliun atau meningkat 7,6 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Laba bersih meningkat 32,6 persen menjadi Rp 49,9 miliar di tahun taun lalu, nain dibandingkan 2017 yang sebesar Rp 37,7 miliar.

“Pendapatan bersih dan laba bersih konsolidasian perusahaan tahun 2018 tersebut adalah masing-masing 102,4 persen dan 124,9 persen dari target yang dicanangkan di awal tahun 2018," kata dia.

 

2 of 3

Tambah Gerai

Supermarket
Ilustrasi supermarket (Foto: iStockphoto)

Pada 2018, perusahaan menambah 3 gerai baru yang terdiri dari 1 Ranch Market di Gedung Arkadia Jakarta dan 2 Farmers Market di Rawamangun dan Kota Harapan Indah Bekasi.

Supra Boga Lestari juga melakukan renovasi signifikan pada 2 toko yaitu Ranch Market di Oakwood Jakarta dan Farmers Market di Sumarecon Mall Serpong.

Sementara untuk tahun ini, meski rupiah masih berpotensi untuk melemah, Supra Boga Lestari tetap melakukan pengembang bisnis dengan kembali membuka 8 gerai baru dan melakukan renovasi pada 3 gerai yang telah ada.

Untuk itu, perusahaan telah menyiapkan dana dalam belanja modal perusahaan (capital expenditure/capex) sebesar Rp 75 miliar.

"Rp 75 miliar akan digunakan untuk pembukaan 8 gerai baru, renovasi 3 gerai dan pengembangan sistem teknologi informasi," tandas Meshvara.

3 of 3

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓