Aliran Modal Asing yang Masuk SBN Capai Rp 1,7 Triliun dalam 2 Hari

Oleh Liputan6.com pada 23 Mei 2019, 15:44 WIB
Diperbarui 23 Mei 2019, 16:18 WIB
Rupiah Menguat Tipis atas Dolar

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal masuk ke Indonesia (capital inflow) yang cukup besar ke Surat Berharga Negara (SBN). Sejak Januari hingga hari ini, aliran modal masuk ke SBN tercatat sebesar Rp 57 triliun.

"Kalau kita lihat year to date ke SBN sekitar hampir Rp 57 triliun masuk inflow asing," kata Gubernur BI, Perry Warjiyo, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Sementara untuk 2 hari terakhir, BI mencatat inflow ke SBN sebesar Rp 1,7 triliun. "Kami melihat ke pasar SBN, kami mencatat di 2 hari terakhir ini terjadi net beli asing Rp 1,7 trilliun," ungkapnya.

Masuknya modal asing tersebut, jelas Perry dipicu oleh kepercayaan pasar dan investor asing terhadap perbaikan ekonomi ke depan di Indonesia. Selain itu, imbal hasil SBN yang menarik juga menarik inflow.

"Memang kalau yield SBN 10 tahun yang kemarin sekitar 8,05 persen. Pagi ini sudah di bawah 8 persen bahkan menjadi yang 10 tahun itu adalah 7,95 persen jadi ini terjadi seperti itu," ujar dia.

"Inflow berlanjut menunjukkan confidence pasar maupun investor asing," tandas dia.

2 dari 3 halaman

Perang Dagang Memanas, Dana Asing Banyak Keluar RI?

Rupiah Tembus 14.600 per Dolar AS
Petugas melayani nasabah di gerai penukaran mata uang di Ayu Masagung, Jakarta, Senin (13/8). Pada perdagangan jadwal pekan, senin (13/08). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menyentuh posisi tertingginya Rp 14.600. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS)-China berdampak pada iklim investasi di bursa saham Indonesia. Salah satunya, keluarnya dana asing(capital outflow) dari pasar modal.

"Masih banyakan yang outflow. Tetapi normal, maksudnya masih bisa kita mentolerir outflow itu. Tapi memang masih banyak outflow, lebih banyak yang jual daripada yang beli," tutur Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI Laksono Widodo di Jakarta, Senin (20/5/2019).

Kendati begitu, dia menambahkan, otoritas bursa tetap akan mengamati berbagai sentimen yang akan mempengaruhi kinerja indeks kedepannya.

"Oh, kita tetap mewaspadai, tapi apakah ini menjadi kejadian luar biasa yang membuat kami melakukan tindakan luar biasa, saya rasa belum," jelas dia.

Dia pun menjelaskan, panasnya tensi perang dagang AS-China merupakan sentimen global yang tak dapat dihindari sehingga cukup menimbulkan kecemasan bagi investor.

"Tetap menimbulkan semacam kekhawatiran dan juga enggak bisa dihindari bahwa kenyatannya perang dagang masih menjadi headline dimana-mana. Kalau Amerika masih batuk-batuk, maka seluruh dunia kena, termasuk Indonesia. Jadi penyebabnya itu," kata dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓