Aksi 22 Mei Tekan Rupiah hingga Sentuh 14.512 per Dolar AS

Oleh Arthur Gideon pada 22 Mei 2019, 10:33 WIB
Nilai Tukar Rupiah Menguat Atas Dolar

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah melemah pada perdagangan Rabu ini. Aksi massa memprotes keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi penekan gerak rupiah pada hari ini.

Mengutip Bloomberg, Rabu (22/5/2019), rupiah dibuka di angka 14.488 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.480 per dolar AS. Menjelang siang, rupiah tembus ke level 14.512 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.488 per dolar AS hingga 14.512 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, tupiah melemah 0,85 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.488 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sehari sebelumnya yang ada di angka 14.462 per dolar AS.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, aksi unjuk rasa memprotes pengumuman KPU diperkirakan semakin memberikan tekanan terhadap rupiah yang tengah dalam tren melemah.

"Pasar rupiah berpotensi berlanjut melemah dengan kondisi ini," ujar Lana dikutip dari Antara.

Lana memprediksi pada hari ini rupiah masih akan dalam penjagaan BI di kisaran 14.480 per dolar AS sampai 14.500 per dolar AS.

2 of 3

IHSG

Akhir tahun 2017, IHSG Ditutup di Level 6.355,65 poin
Pekerja tengah melintas di dekat papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (29/12/2017), IHSG menguat 41,60 poin atau 0,66 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu bertahan lama di zona hijau. Pada awal sesi perdagangan, laju IHSG bergerak di zona merah.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Rabu (22/5/2019), IHSG melemah tipis 2,98 poin atau 0,05 persen ke posisi 5.948,38. Pada pukul 09.00 waktu JATS, IHSG susut 9,26 poin atau 0,16 persen ke posisi 5.942,10. Akan tetapi, IHSG kembali turun hingga 25,39 poin.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.950,46 dan terendah 5.921,37. Sebanyak 122 saham melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah. 52 saham menguat dan 128 saham diam di tempat. 

Total frekuensi perdagangan saham 16.766 kali dengan volume perdagangan 1,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 414,3 miliar. Investor asing melakukan aksi beli Rp 4,85 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.490.

10 sektor saham kompak tertekan. Sektor saham aneka industri turun 1,24 persen, dan bukukan penurunan terbesar. Disusul sektor saham infrastruktur tergelincir 0,79 persen dan sektor saham pertanian susu 0,78 persen.

 

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, pergerakan IHSG hanya dipengaruhi sentimen eksternal. Sentimen perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang berpotensi pengaruhi pelemahan IHSG.

"Adapun peran pemerintah dalam menjaga tingkat stabilitas politik dan keamanan dieksekusi dengan efektif, sehingga stabilitas fundamental makro ekonomi masih terpelihara dengan efektif," ujar Nafan saat dihubungi Liputan6.com.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓