Dipasok Listrik PLN, Tambang Bauksit Antam Lebih Hemat

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 20 Mei 2019, 16:44 WIB
Diperbarui 20 Mei 2019, 17:16 WIB
Komoditas Bauksit Naik 187%, Catatan Manis Antam di Akhir Tahun

Liputan6.com, Tayan - PT Aneka Tambang mengaku lebih efisien setelah mendapat pasokan listrik dari PT PLN (Persero). Pasokan listrik ini untuk mendukung kegiatan unit bisnis pertambangan bauksit di Tayan, Kalimantan Barat.

Minning Manager ‎Unit Bisnis Pertambangan Bauksit Tayan Antam Endry Burhanudin‎ mengatakan, Antam sebelumnya menggunakan genset berkapasitas 1.500 kilo Volt (kV) sebagai sumber kelistrikan untuk mendukung kegiatan operasi pertambangan bauksit di Tayan.

"Selama ini pakai genset 1.500 Kv‎," kata Endry, di Lokasi Pertambangan Bauksit Antam, Tayan, Senin (20/5/2019).

Dia melanjutkan, setelah mendapat pasokan listrik dari jaringan listrik PLN, maka perusahaan menjadi lebih hemat sekitar 40 persen‎. Mayoritas pasokan listrik digunakan untuk pencucian bijih bauksit dan unit pendukung kegiatan operasi pertambangan.

‎"Yang akan diakomodir listrik PLN menurunkan biaya dari kegiatan proses pencucian, infrstrutruktur di tambang," tutur dia.

Endry pun berharap, melalui sinergi BUMN ini Antam mendapat manfaat efisiensi, menurunkan biaya operasional dari sisi kelistrikan. Sedangkan genset lama akan tetap dalam posisi siaga‎, untuk mengantisipasi gangguan pasokan listrik dari PLN.

"Kerjasama ini kita PT Antam Bauksit ini menyuplai bauksit ke smelter ICA, Kami efisienskan dari sisi penambangan kebutuhan kami 3 MW, kami harap menurunkan biaya yang sebelumnya menggunakan genset," tandasnya.

 

2 of 3

PLN Pasok Listrik ke Tambang Bauksit Antam di Tayan Kalimantan Barat

PT PLN memasok listrik untuk fasilitas pertambangan Bauksit PT Aneka Tambang‎ (Persero) di Tayan, Kalimantan Barat. Liputan6.com/Pebrianto Eko Wicaksono
PT PLN memasok listrik untuk fasilitas pertambangan Bauksit PT Aneka Tambang‎ (Persero) di Tayan, Kalimantan Barat. Liputan6.com/Pebrianto Eko Wicaksono

PT PLN (Persero) memasok 3.465 kilo Volt Amper (kVA) listrik untuk fasilitas pertambangan Bauksit PT Aneka Tambang‎ (Persero) di Tayan, Kalimantan Barat.

General Manager PLN Kalimantan Barat Agung Murdifi mengataan, ‎pasokan listrik untuk fasilitas unit bisnis pertambangan bauksit Antam di Tayan berasal dari sistem Khatulistiwa, yang disambung melalui Gardu Induk (GI) Tayan dengan panjang penyulang 9,3 kilo meter sirkit (KMS).

‎"Dengan beroperasinya GI Tayan akhir tahun 2018, untuk sampai sini disambung dengan penyulang.‎ Panjang penyulang dari GI Tayan ke sini 9,3 Kms‎," kata Agung, di Lokasi Pertambangan Bauksit Antam, Tayan, Senin (20/5/2019).

Menurut Agung, PLN telah berkomitmen memasok listrik 3.465 KVa ‎ke fasilitas pertambangan Antam.

Hal ini menunjukkan kemampuan PLN memasok listrik untuk sektor industri di wilayah Kalimantan Barat, sehingga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. ‎"Ini merupakan program pemenuhan energi, artinya kami siap melayani industri," tutur dia.

Dia melanjutkan, pemenuhan pasokan listrik‎ di lokasi Pertambangan Antam tersebut, merupakan tindak lanjut dari perjanjian yang dilakukan pada Februari 2018.

Kemudian dilakukan pembangunan jaringan kelistrikan dari Gardu Induk Tayan ke lokasi pertambangan bauksit Tayan.

"Kami menyampaikan historis penyalaan Antam, ini di awal Mou Februari 2018. Dari ‎Mou agak panjang prosesnya dari instalasi pembangunan jaringan, dan Antam juga menyiapkan instalasinya di Mei 2019," paparnya.

Dengan dipasoknya listrik ke unit bisnis pertambangan Bauksit Antam ini, maka Antam menjadi pelanggan terbesar di‎ wilayah Tayan. "Antam jadi konsumen listrik terbesar di Tayan. Kami sangat apresiasi Antam jadi konsumen PLN," tandasnya.

3 of 3

Dibantu NASA, LDII Bangun PLTS di Ponpes Wali Barokah

Ketua DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Prasetyo Sunaryo mengatakan, pihaknya akan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dengan instalasi berukuran 40 meter x 41 meter, di pondok pesantren (ponpes) Wali Barokah, Kediri, Jawa Timur. 

Dia menuturkan, selama ini pondok pesantren masih tergantung kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam membantu penerangan di lingkungan pondok. Akibatnya beban biaya yang ditanggung terus meningkat seiring dengan besarnya pemakaian listrik. 

"Berkaca dari hal tersebut DPP LDII melakukan terobosan berupa pembangunan PLTS sendiri. Sebagai tahap awal dibangun di Ponpes Wali Barokah kota Kediri," kata Prasetyo Sunaryo, seperti ditulis Sabtu (18/5/2019). 

Pengembangan PLTS yang terbesar di Indonesia untuk ponpes ini, menurut Prasetyo, bentuk pemanfaatan dan penerapan Energi Baru Terbarukan (EBT) sesuai dengan rencana jangka panjang organisasi. 

"Ponpes yang menggunakan sebesar PLTS ini yang pertama di Indonesia. Ini wujud paradigma khusus tidak cukup dengan cara pandang perbandingan harga saja. Pendayagunaan EBT komparasinya bukan terhadap harga BBM, tetapi harus terhadap pengandaian apabila terjadi kelangkaan energi BBM. Ini yang menjadi pemahaman organisasi yang kita terapkan," tambah Prasetyo.

"Khusus energi matahari, karena Indonesia sebagai negara tropis tidak ada musim salju, sehingga energi matahari tersedia sepanjang tahun. Dari perspektif religious, penggunaan energi matahari merupakan manifestasi kesyukuran ke Allah yang mengkarunia Indonesia dengan sinar matahari yang tak ternilai harganya," imbuhnya.

 

Lanjutkan Membaca ↓