Sayang Sekali, Cara Utama Jadi Kaya Ini Jarang Dilakukan Anak Muda

Oleh Siska Amelie F Deil pada 18 Mei 2019, 04:00 WIB
Diperbarui 25 Sep 2019, 17:40 WIB
20151113-Ilustrasi Investasi

Liputan6.com, Jakarta - Menjadi kaya rasanya telah menjadi impian banyak orang, mulai dari muda hingga yang tua. Sayangnya, ada satu cara utama untuk menjadi kaya yang justru jarang dilakukan kebanyakan anak muda.

Melansir laman CNBC, Sabtu, (18/5/2019), apapun alasannya, banyak anak muda yang tidak melakukan satu hal efektif untuk menjadi kaya, yakni berinvestasi di pasar saham.

Menurut survei salah satu lembaga survei internasional Gallup, hanya 37 persen dari pemuda Amerika Serikat berusia 35 ke bawah yang memiliki saham. Survei itu dilakukan dalam rentang 2017 hingga 2018.

Sebaliknya, terdapat 61 persen masyarakat berusia di atas 35 tahun yang memiliki saham sendiri.

Membuka investasi berarti memberikan akses terhadap pendapatan yang lebih besar, memiliki kendaraan untuk menjadi kaya, dan Anda tak perlu kaya dulu untuk bisa melakukannya. Banyak penyedia rekening akan menyediakan batas minimal jika Anda menentukan transfer bulanan secara otomatis.

Katakan saja, Anda berinvestasi sejak dini, dan memulainya dengan USD 10 per minggu. Dengan asumsi laba 8 persen, Anda sudah dapat melipatgandakan uang tersebut menjadi ribuan dolar.

Bahkan Anda dapat mulai berinvestasi dengan dana USD 1 per hari. Namun tentu saja jumlah investasi yang lebih besar mendatangkan laba yang lebih besar.

Di pasar saham, salah satu hal terbaik yang bisa anda lakukan adalah dengan memikirkan investasi jangka panjang dan memulainya sejak dini.

Ilustrasinya, jika Anda mulai berinvestasi USD 10 atau Rp 144.985 per minggu, dalam setahun Anda dapat menghasilkan uang senilai USD 541 atau Rp 7,8 juta. (kurs: USD 1 = Rp 14.498)

Dengan tenor 10 tahun, uang yang dihasilkan bisa berlipat ganda hingga USD 7.836 atau Rp 113,6 juta. Untung yang luar biasa bukan?

 

2 of 4

Tips Investasi Ala Youtuber Kevin Hendrawan

Youtuber Kevin Hendrawan. Liputan6.com/Bawono Yadika
Youtuber Kevin Hendrawan. Liputan6.com/Bawono Yadika

Sebelumnya, dikenal sebagai Youtubers tak membuat sosok Kevin Hendrawan lupa untuk berinvestasi. Dia pun mengaku cukup lama bergelut di dunia investasi.

Ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Kevin berujar telah menyiapkan budget khusus secara disiplin untuk berinvestasi. Selain investasi saham, dia bahkan juga ikut trading saham.

"Saya investasi bukan membagi sekian persen dari pengeluaran tapi sudah fixed sebulan itu jumlahnya sekian. Itu angka yang cukup bagi saya untuk bisa makan, entertainment, travel dan lain-lain," terangnya di Gedung BEI, Sabtu, 11 Mei 2019.

Untuk saham-saham rekomendasi, dia mengaku memilih saham perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk jangka panjang. Alasanya, bank BUMN dinilai lebih stabil untuk jangka panjang.

"Jangka panjang saya khusus memilih perbankan, misalnya BUMN karena in a long run lebih stabil," ujarnya.

"Tapi kalau untuk trading, karena ada shooting saya dibantu orang juga. 70 persen trading, 30 persen investasi juga di saham-saham perbankan," tambah dia.

 

3 of 4

Taat Pajak

Youtuber Kevin Hendrawan. Liputan6.com/Bawono Yadika
Youtuber Kevin Hendrawan. Liputan6.com/Bawono Yadika

Untuk pajak Youtubers sendiri, Kevin mengaku taat pada regulasi pemerintah yang menetapkan pajak bagi pekerja seni (artist).

"Beberapa youtubers juga sudah punya konsultan untuk membayar pajak. Saya termasuk, dari 2015 akhir sudah bayar pajak 50 persen," ucapnya.

Pada kesempatan ini, Kevin juga memberikan saran bagi anak muda untuk mencapai kebebasan finansial. Salah satunya mengurangi budget untuk nongkrong.

"Yang penting disiplin dulu, harus bersusah-susah dulu, bersenang-senang kemudian. Karena milenials ini kan starter, jadi harus tahan spending untuk masa tua. Saya nggak pernah nongkrong, karena mostly kerja dan langganan netflix perbulan Rp 100 ribu juga udah hiburan buat saya," tandas dia.

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓