Wall Street Menguat Ditopang Saham Teknologi

Oleh Nurseffi Dwi Wahyuni pada 15 Mei 2019, 05:00 WIB
Diperbarui 15 Mei 2019, 05:00 WIB
Wall Street Tertekan Kena Imbas Krisis Yunani
Perbesar
Reaksi pasar negatif terhadap penyelesaian utang Yunani membuat indeks saham Dow Jones merosot 348,66 poin ke level 17.598.

Liputan6.com, New York - Usai terpuruk pada perdagangan kemarin, Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), dengan saham teknologi memimpin penguatan S&P dan Nasdaq menguat karena berkurangnya kekhawatiran investor terhadap perubahan retorika perdagangan antara AS dan China.

Dilansir dari Reuters, Rabu (15/5/2019), indeks Dow Jones Industrial Average naik 207,06 poin atau 0,82 persen menjadi 25.532,05, indeks S&P 500 naik 22,54 poin atau 0,8 persen menjadi 2.834,41 dan indeks Nasdaq Composite menguat 87,47 poin atau 1,14 persen menjadi 7.734,49.

Dari 11 sektor utama S&P 500, semua menguat kecuali sektor utilitas ditutup hitam. Saham-saham teknologi membukukan kenaikan persentase terbesar, naik 1,6 persen.

Kekhawatiran investor berkurang setelah kemarin Presiden AS Donald Trump menyatakan akan bertemu Presiden China Xi Jinping di KTT G20 pada akhir Juni. Kedua negara itu pun menyepakati melanjutkan pembicaraan terkait perang dagang untuk menyuntikkan ketenangan pada pasar.

China juga menggemakan sentimen itu. Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan kepada wartawan: "Pemahaman saya adalah bahwa China dan Amerika Serikat telah sepakat untuk melanjutkan pembicaraan yang relevan."

Boeing Co memberikan dorongan terbesar bagi Dow Jones, naik 1,7 persen karena industri yang rentan terhadap tarif mendukung indeks blue chip. Ralph Lauren Corp turun 3,7 persen setelah perusahaan pakaian itu membukukan hasil kuartalan yang mengecewakan.

Uber Technologies dan saingannya, Lyft Inc, berbalik arah setelah pencatatan saham perdana (IPO) mereka. Saham keduanya naik masing-masing 7,7 persen dan 4,9 persen.