Hotel Fitra Lepas 220 Juta Saham ke Publik

Oleh Bawono Yadika pada 14 Mei 2019, 20:58 WIB
IHSG 30 Mei 2017 Ditutup Melemah 0,33 Persen

Liputan6.com, Jakarta - PT Hotel Fitra International melepas 220 juta saham ke publik dalam rangka penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Harga saham perdana yang ditawarkan di kisaran Rp 100-Rp 105 per saham.

Dari IPO ini, perusahaan yang bergerak di bidang jasa perhotelan tersebut akan memperoleh tambahan modal antara Rp 22 miliar hingga Rp 23 miliar.

Direktur Utama HFI, Joni Rizal mengatakan, 50 persen dana IPO akan digunakan untuk mengakuisisi tambahan cadangan lahan melalui anak usaha PT Bumi Majalengka Permai (BMP) sebagai pengelola Hotel Fitra.

"Sekitar 30 persen dana IPO akan digunakan untuk pembangunan Convention Hall di Hotel Fitra milik BMP. Sedangkan sisa dana IPO sekitar 20 persen, akan digunakan sebagai modal kerja bagi BMP," tutur dia dalam paparan publik di Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Bersamaan dengan penawaran saham baru, HFI juga akan menawarkan waran seri I sebanyak 132 juta unit dengan rasio 5:3. Itu berarti, setiap pemegang lima saham akan memperoleh tiga waran seri I.

 

 

2 of 4

Jadwal IPO

Pembukaan-Saham
Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

IPO HFI akan digelar pada 24-27 Mei 2019. Jumlah saham IPO tersebut sebesar 37,67 persen dari modal disetor dan ditempatkan Perseroan setelah IPO.

Saham HFI bernominal Rp 100 per unit itu akan dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 29 Mei 2019. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan akan menerbitkan pernyataan efektif untuk HFI ini pada 23 Mei 2019.

Direktur Keuangan HFI, Sukino menjelaskan, Perseroan mencatat aset sebesar Rp47,07 miliar per Desember 2018. Sementara pendapatan Perseroan mencapai Rp8,07 miliar pada 2018, naik 225,4 persen dari Rp2,48 miliar pada 2017. 

"Pendapatan Perseroan terbesar tahun lalu berasal dari sewa kamar sebesar 73,67 persen. Dari sewa ruangan rapat 17,52 persen, restoran 7,71 persen, sisanya dari laundry," ujar dia. 

Adapun dalam aksi korporasi ini, Perseroan menunjuk PT Lotus Andalan Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

 

3 of 4

BEI Tunggu Restu Pemegang Saham 4 Unicorn Indonesia untuk IPO

Banner Infografis 4 Unicorn di Indonesia
Banner Infografis 4 Unicorn di Indonesia. (Liputan6.com/Abdillah)

Sebelumnya, manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI)  mengaku telah melakukan pendekatan intensif kepada empat unicorn di tanah air.

Unicorn itu antara lain Go-Jek, Traveloka, Bukalapak, dan Tokopedia untuk mencatatkan saham di BEI.

Direktur Penilaian Perusahan BEI, I Gede Nyoman Yetna menuturkan, pihaknya telah bertemu dan berdiskusi dengan keempat startup unicorn tersebut untuk mengajak melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

"Sudah diskusi dan sudah ketemu. Tapi tergantung dari pemegang saham mereka," ujar dia di Jakarta, Rabu, 20 Maret 2019.

Nyoman menambahkan, pihaknya telah melakukan relaksasi aturan untuk mengakomodasi perusahaan startup melakukan IPO. 

"Kami sudah akomodasi, bukan hanya bagi perusahaan manufaktur. Tetapi juga, bagi perusahaan yang valuasinya berdasarkan intangible," kata dia.

Menurut Nyoman, direksi keempat unicorn itu membutuhkan persetujuan dari pemegang saham terkait ajakan IPO. Lantaran, para pemegang saham antara lain adalah investor-investor asing.

"Mereka perlu approval dari pemegang sahamnya untuk melakukan IPO," ungkapnya.

Nyoman memastikan, BEI telah menyiapkan infrastruktur bagi perusahaan unicorn maupun perusahaan rintisan lainnya yang akan IPO atau menawarkan sahamnya kepada publik.

"Pintu sudah kami buka. Call-nya ada di mana? Ya ada di mereka," pungkasnya.

 

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓