Kereta Cepat Bisa Munculkan Pusat Ekonomi Baru di Jawa Barat

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 14 Mei 2019, 13:10 WIB
Diperbarui 14 Mei 2019, 13:17 WIB
Kunjungan kerja Menteri BUMN Rini Soemarno di Tunnel Walini, Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019). Liputan6.com/Maulandy

Liputan6.com, Jakarta PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menargetkan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) bisa rampung pada 2020, untuk kemudian bisa beroperasi pada 2021. Kehadiran moda transportasi baru ini pun dipercaya dapat menumbuhkan pusat ekonomi baru di kawasan sekitarnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, masyarakat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat amat senang dengan keberadaan KCJB. Ditargetkan, pengerjaan proyek tersebut bisa mencapai 59 persen hingga akhir tahun ini.

"Atas nama Pemprov Jawa Barat dan masyarakat Jawa Barat, saya menyambut baik progres yang luar biasa ini. Saya dengar 2019 pengerjaannya bisa mendekati 60 persen. Sehingga akhir 2020 bisa 100 persen dan 2021 bisa dioperasikan," ungkapnya dalam kunjungan kerja di Tunnel Walini, Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019).

Pria yang kerap disapa Kang Emil ini pun berharap, kota-kota baru penyangga kawasan metropolitan di wilayah Jawa Barat bisa ikut berkembang dengan beroperasinya Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

"Saya sebagai Gubernur (Jawa Barat) melaporkan, penduduk kami hampir 50 juta (orang). Kalau kota baru tidak terbentuk, kawasan ekonomi bisa terpusat hanya di Bandung Raya dan Jabodetabek saja," urainya.

"Tentunya kita harapkan, kalau memang ini menjadi model, next akan ada kota-kota ekonomi baru untuk koneksi pusat-pusat strategis lainnya," dia menambahkan.

Selain itu, ia pun percaya, pengembangan kawasan ekonomi baru di sekitar jalur KCJB juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bermukim di wilayah tersebut.

"Kereta api cepat itu bukan tujuan akhir, tapi media untuk melahirkan kota-kota baru. Suatu hari bukan tidak mungkin ada orang yang tinggal di Walini (Kabupaten Bandung Barat) bekerja di Sudirman-Thamrin (Jakarta)," pungkasnya.

 

2 of 3

Menjajal Keliling Taiwan dengan Kereta Cepat

Kereta cepat Taiwan atau Taiwan High Speed Rail (THSR). (Bawono/Liputan6.com)
Kereta cepat Taiwan atau Taiwan High Speed Rail (THSR). (Bawono/Liputan6.com)

Berkeliling Taiwan dengan kereta peluru atau kereta cepat sungguh sangat menyenangkan. Kereta cepat atau Taiwan High Speed Rail (THSR) sangat nyaman dan tidak bising. Cocok untuk teman-teman yang hobi membaca buku ketika di dalam kereta api.

Belum lama ini Liputan6.com mendapat kesempatan untuk menjajal THSR dari kota Taipei-Tainan. Perjalanan dari Taipei menuju Tainan hanya menghabiskan waktu 1 jam 46 menit, padahal jarak tempuhnya lebih dari 300 km.

Berbeda dengan kereta api di Indonesia, tempat untuk makan dan minum di THSR didesain seperti di dalam pesawat yakni di depan kursi penumpang langsung.

Anda juga tak perlu khawatir kereta delay atau terlambat. Di sini, THSR sangatlah tepat waktu, bahkan bisa tiba lebih cepat dari waktu perkiraan awal.

Selain itu, anda tak perlu cemas tak kebagian kereta karena di hari biasa, jadwal keberangkatan THSR bisa sampai 70 kali dalam sehari yakni pukul 06.30 sampai 22.12 waktu setempat.

 

3 of 3

Kecepatan Maksimum

Interior THSR nyaman bak layaknya pesawat budget airlines. Toilet bersih dan fasilitas Wi-Fi gratis. Jangan tanya kecepatan koneksi, di dalam kereta koneksi internet sangat mumpuni alias kencang.

Formasi tempat duduk di THSR yaitu 2 dan 3 kursi. Nyaman sekali bagi anda untuk membuka laptop sembari bekerja di dalam kereta.

Dengan kecepatan maksimum hampir 300 km per jam, tiket THSR Taipei-Tainan ini dibanderol NTD 1.350 atau sekitar Rp 600 ribu (1 NTD: Rp 458). Total ada 8 stasiun yang melayani perjalanan dengan kereta THSR.

Lanjutkan Membaca ↓