Industri Makanan dan Minuman Cocok Untuk Pengusaha Milenial

Oleh Liputan6.com pada 08 Mei 2019, 16:15 WIB
(Foto: Merdeka.com/Dwi Aditya Putra)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya mendorong masyarakat untuk terlibat dalam industri sebagai pelaku usaha. Salah satu kelompok masyarakat yang juga didorong yakni generasi milenial.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, generasi milenial dapat mulai berbisnis di sektor makanan dan minuman. Sebab sektor ini dapat dimulai dengan modal kecil.

"Milenial tentu mereka diberi kesempatan antara lain, industri yang start dengan modal lebih rendah itu adalah makanan minuman," kata dia, saat ditemui, di JCC, Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Selain itu, berkembangnya perusahaan berbasis digital, seperti aplikasi ojek online yang memberi ruang bagi pelaku IKM, kata Airlangga, merupakan peluang yang dapat diambil oleh milenial.

"Makanan dan minuman dengan adanya aplikasi digital dengan adanya ojek online, delivery-nya bagus," jelas dia.

Diharapkan dengan pemanfaatan teknologi digital makin banyak usaha kecil masyarakat yang dapat masuk pasar. "Jadi mulai banyak usaha kecil menengah dari masyarakat yang mempunya skala ekonomi cukup untuk masuk ke pasar," tandasnya.

 

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

2 of 4

Kemenperin Target Dorong 10.000 Pelaku IKM Go Digital di 2019

Meningkatkan Produksi Ikm
Sejumlah pekerja menyelesaikan pembuatan komponen kendaraan bermotor di industri logam Bengle, Tegal, Rabu (10/10). Kementerian Perindustrian menargetkan Industri Kecil dan Menengah (IKM) tumbuh 11 persen hingga akhir 2018 . (Liputan6.com/HO/Eko)

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan ada 10.000 pelaku usaha yang akan terlibat dalam kegiatan pelatihan dalam kegiatan workshop e-Smart IKM hingga tahun 2019. Diketahui program ini sudah diluncurkan sejak 2017 silam.

Dirjen lndustri Kecil, Menengah dan Aneka Kemenperin, Gati Wibawaningsih, meyakini, revolusi industri 4.0 memberikan peluang untuk merevitalisasi sektor manufaktur Indonesia dan menjadi salah satu cara mempercepat pencapaian visi Indonesia menjadi 10 ekonomi terbesar dunia pada tahun 2030.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2018 mencapai 5,17 persen, tertinggi dalam 4 tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi ini tentunya didukung oleh pertumbuhan sektor industri. Sementara itu kontribusi industri pengolahan non-migas terhadap PDB nasional tahun 2018 sebesar 17,63 persen," kata dia, dalam acara e-Smart IKM bertajuk 'IKM Go Digital', di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jumat (29/3)

Gati menjelaskan, sektor industri tersebut termasuk juga di dalamnya adalah lndustri Kecil dan Menengah (IKM) yang merupakan tulang punggung dari perekonomian nasional.

 

Tingkatkan Volume KUR, OJK Bentuk Sistem Klaster untuk UKM
Perajin memproduksi sepatu di sebuah rumah industri di Jakarta, Selasa (6/3). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan Menko Perekonomian untuk meningkatkan volume dan kualitas kredit usaha kecil dan menengah (UKM). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
3 of 4

Jumlah IKM di Indonesia

Berdasarkan data Sensus Ekonomi tahun 2016 dari Badan Pusat Statistik, IKM berjumlah 4,4 juta unit usaha, atau sekitar 99 persen dari seluruh unit usaha Industri. Sektor Industri Mikro, Kecil, dan Menengah menyerap 10,5 juta tenaga kerja, atau menyerap sekitar 65 persen tenaga kerja sektor industri secara keseluruhan.

"Melalui program e-smart, sektor lndustri IKM diharapkan tidak akan ketinggalan dalam tren transaksi online didalam situs jual beli, dan akan semakin banyak produk-produk IKM yang kompetitif," ungkapnya.

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓