Ingin Jadi Presiden, Miliarder Taiwan Berani Lawan China

Oleh Tommy Kurnia pada 09 Mei 2019, 08:21 WIB
Foxconn

Liputan6.com, Taipei - Miliarder Terry Gou yang ingin menjadi presiden Taiwan mengejutkan dunia politik karena menentang China soal kedaulatan. Isu kedaulatan Taiwan merupakan isu yang sensitif bagi China.

Dilaporkan South China Morning Post, Terry Gou menilai China harus mengakui Republik China sebagai gelar resmi Taiwan. "Jika China daratan tidak mau mencatat eksistensi Republik China, lalu mereka maunya kita menjadi apa?" ujar Gou.

Komentar Gou seraya membantah oposisi Gou yang berkata dirinya pro-China. Miliarder itu mengaku belum berminat berbicara dengan Presiden China Xi Jinping jika China tak mau mengakui Taiwan.

Bos Foxconn tersebut memutuskan untuk berkompetisi di pemilu pada bulan lalu. Ia berharap bisa menang sebagai capres Partai Kuomintang yang notabene bersahabat dengan China.

Para kritikus sempat menyebut sang miliarder malah akan menggadaikan Taiwan ke China. Sebab, perusahaan manufaktur miliknya beroperasi di daratan China.

"Sebagai presiden tentunya saya akan membuat kepentingan Republik China sebagai prioritas tanpa ragu-ragu," tegas Gou.

Selama ini, Beijing tidak mau mengakui kedaulatan Taiwan karena menganggap negara itu sebagai wilayah Republik Rakyat China. Bila Gou berhasil diterima Kuomintang sebagai capres, maka ia berpotensi berhadapan dengan petahana Tsai Ing-wen yang terkenal anti-China.

2 of 4

Mendapat Bisikan Dewi Laut

Terry Gou
Terry Gou, pendiri Foxconn. (Sumber: iTech Post)

Muncul lagi sosok miliarder yang ingin menjadi presiden. Kali ini, Terry Gou berniat maju sebagai presiden di Taiwan.

Gou bukanlah miliarder biasa, pria 68 tahun itu adalah orang terkaya di Taiwan. Ia adalah bos perusahaan manufaktur Foxxconn yang memiliki klien sekelas Apple dan Xiaomi. 

Meski demikian, ia tetap percaya pada dunia gaib. Ia mengaku termotivasi maju sebagai capres karena mendapat wahyu dari Dewi Tian Shang Sheng Mu alias Mazu yang merupakan dewi laut.

"Mazu memberitahu saya bahwa saya seharusnya terinspirasi olehnya untuk melaksanakan hal-hal baik untuk rakyat yang menderita, untuk memberikan harapan pada anak muda, untuk mendukung perdamaian lintas selat," ujar sang miliarder seperti dikutip Bloomberg.

Pertemuan tersebut terjadi di dalam mimpi Gou. Ia juga menyempatkan diri mengunjungi ke kuil Guan Yu yang merupakan jenderal perang di era Tiga Kerajaan China.

Sang miliarder berencana maju lewat partai Kuomintang yang pro-China. Ia berpotensi berhadapan dengan Tsai Ing-wen yang kembali mencalonkan diri setelah mundur pada November 2018.

Terry Gou menjadi satu dari sekian miliarder yang terjun ke politik dalam beberapa waktu ini. Di Amerika Serikat (AS) ada miliarder sekaligus mantan bos Starbucks yang maju jadi presiden, dan Michael Bloomberg juga sempat digadang maju untuk mengalahkan Donald Trump.

3 of 4

Motivasi Terry Gou

terry-gou-140127b.jpg
Terry Gou.

Sejak miliarder Donald Trump memenangkan posisi nomor satu di Amerika Serikat (AS) tampaknya makin banyak saja pebisnis yang tertarik terjun ke politik. Kali ini ada miliarder asal Taiwan yang ingin menjadi presiden.

Dilaporkan Forbes, sosok itu adalah Terry Gou yang merupakan orang terkaya di Taiwan. Ia mengaku baru mendapatkan ide ini empat bulan lalu karena memikirkan nasib para pemuda.

"Saya tidak berpikir tentang kepresidenan pada enam bulan lalu. Tetapi empat bulan lalu, saya sadar para pemuda Taiwan butuh masa depan," ujar Gou.

Bila terpilih, Gou menyebut akan fokus pada perdamaian, keamanan, ekonomi, dan masa depan. Partai Kuomintang yang pro-China pun dijadikan pilihan oleh miliarder itu.

Terry Gou adalah bos perusahaan Foxconn yang turut terlibat dalam manufaktur smartphone Apple dan Xiaomi. Ia mendirikan perusahaan itu pada tahun 1974.

Kekayaan Terry saat ini adalah sebesar USD 7,6 miliar. Sang miliarder pertama kali menjadi orang terkaya di Taiwan versi Forbes di tahun 2010, dan kembali menjadi yang terkaya sejak tahun lalu.

4 of 4

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by