Bandara Baru Yogyakarta Beroperasi, Bagaimana Nasib Adisutjipto?

Oleh Septian Deny pada 07 Mei 2019, 10:30 WIB
Diperbarui 07 Mei 2019, 10:30 WIB
Bandar Udara Internasional Yogyakarta
Perbesar
Beberapa petugas mengecek area apron Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, Selasa (23/4). Beragam simulasi dilakukan untuk memastikan kelayakan dan keamanan Bandara Internasional Yogyakarta yang rencananya beroperasi, 29 April. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Yogyakarta - PT Angkasa Pura I akan memindahkan semua penerbangan dari Bandara Adisutjipto ke Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Namun demikian, bandara Adisutjipto tetap akan digunakan untuk penerbangan komersial jarak pendek.

Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura I Devy Suradji mengatakan, pemindahan seluruh penerbangan di Adisutjipto ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.‎

"(Pemindahan) Akhir tahun. Semuanya," ujar dia di Yogyakarta, Selasa (7/5/2019).

Namun demikian, Devy berharap proses pemindahan penerbangan ini akan berjalan lebih cepat. Setidaknya, YIA siap untuk melayani seluruh penerbangan saat libur akhir tahun.

"Yang jelas kalau dari sisi pelayanan saya mengejar sebelum liburan akhir tahun itu harus. Kalau liburannya orang-orang ramai mulai tanggal 15 ya enggak tanggal 15 ya, sebelumnya. Biasanya kita kasih waktu 2 minggu 3 minggu untuk persiapan masuk ke rush-nya. Kan ada posko Nataru (Natal dan Tahun Baru) ya itu sudah pasti the highest," jelas dia.

Sementara untuk Adisutjipto, bandara tersebut nantinya akan dioperasikan untuk melayani penerbangan komersil jarak pendek dengan jenis pesawat yang lebih kecil. "Pesawat-pesawat kecil, yang propeller. Jarak pendek misalnya entah ke Cilacap kah, entah ke Banyuwangi," tandas dia.

2 dari 3 halaman

Batik Air Siap Buka Penerbangan di Bandara Internasional Yogyakarta

(Foto: Dok Humas PT Angkasa Pura I)
Perbesar
Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo (Foto: Dok Humas PT Angkasa Pura I)

Batik Air rencananya akan segera mengoperasikan penerbangan komersil dari dan menuju Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Maskapai tersebut menjadi yang kedua setelah pada hari ini ‎Citilink menjadi maskapai pertama yang mengoperasikan penerbangan komersil di bandara tersebut.

Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura I Devy Suradji mengatakan Batik Air memang akan membuka rute dari dan ke YIA. Paling cepat, maskapai tersebut akan masuk ke YIA pada 10 Mei mendatang.

"Rencananya ke depannya akan ada juga dari Batik Air. Paling cepat tanggal 10 (Mei)," ujar dia di Bandara Internasional Yogyakarta, Senin (6/5/2019).

Devy mengungkapkan, adapun sejumlah rute yang akan dioperasikan oleh maskapai tersebut antara lain dari Bandara Palangkaraya, Bandara ATP Pranoto Samarinda, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

"Mereka akan menerbangkan YIA dengan tujuan Palangkaraya, ATP Pranoto Samarinda, Denpasar dan satu lagi Cengkareng," kata dia.

Menurut Devy, saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Batik Air terkait rencana tersebut. Ini terkait dengan ketersediaan slot di bandara asal.

"Saat ini masih didiskusikan slotnya. Terutama untuk yang masuk dari Cengkareng dan Denpasar. Karena dua bandara ini cukup padat sehingga bukan masalah di sininya yang enggak ready, tapi slot di sananya juga harus ready," tandas dia.

3 dari 3 halaman

Bandara Baru Yogyakarta Tampung 8 Juta Penumpang di 2019

(Foto: Dok Humas PT Angkasa Pura I)
Perbesar
Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo (Foto: Dok Humas PT Angkasa Pura I)

PT Angkasa Pura I (Persero) (AP I) hari ini resmi mengoperasikan bandara baru Yogyakarta atau Yogyakarta Internasional Airport (YIA). Citilink Indonesia menjadi maskapai pertama yang terbang komersil dari bandara yang berlokasi di Kulon Progo tersebut.

Angkasa Pura I menargetkan jumlah penumpang di bandara baru Yogyakarta ini mencapai 8 juta penumpang hingga akhir tahun ini.

"Minimum 8 juta per akhir tahun ini," ujar Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura I Devy Suradji, di Bandara Internasional Yogyakarta, Senin (6/5/2019).

Dia mengungkapkan, angka tersebut merupakan jumlah penumpang yang ada di Bandara Adisutjipto saat ini. Dengan beroperasinya YIA diharapkan penumpang yang sebelumnya menggunakan Bandara Adisutjipto bisa beralih ke YIA ini.

"Karena gini, kapasitas Yogyakarta (Adisutjipto) 1,8 juta tetapi penumpangnya 8,4. Berarti kan sudah lebih dari 400 persen, dan itu yg harus bisa pindah ke YIA," kata dia.

Lanjutkan Membaca ↓