Alasan Pengusaha Setuju Kirim Barang dari Bandara Kertajati

Oleh Tommy Kurnia pada 03 Mei 2019, 11:31 WIB
Diperbarui 04 Mei 2019, 18:14 WIB
Layanan Kargo di Bandara Kertajati Lebih Murah Dari Soetta

Liputan6.com, Jakarta Bandara Kertajati bersiap menjadi pusat pengiriman barang melalui udara, terutama yang bernilai tinggi (high value). Ide layanan baru di bandara ini muncul dalam focus group discussion yang merupakan inisiatif dari kantor bea cukai Cirebon yang berlangsung Kamis (2/5/2019).

"Ada beberapa ratus pengusaha berkumpul, mereka sepakat bahwa mau mengirimkan barang yang selama ini lewat Soekarno-Hatta, lalu lewat Kertajati," ujar Direktur Operasional dan Pengembangan PT Bandara Internasional Jawa Barat BIJB), Agus Sugeng Widodo, kepada Liputan6.com, seperti ditulis Jumat (3/5/2019).

Bandara kebanggaan Jawa Barat ini menjadi pilihan sebab pengiriman lewat Jakarta kerap terhambat kemacetan di daerah Karawang dan barat Bekasi. Pengiriman lewat Bandara Kertajati dinilai jauh lebih murah dan cepat karena terhindar dari kemacetan tersebut.

Agus bahkan mengungkap ada enam maskapai asing yang hadir dalam acara diskusi dan mendukung rencana ini. Maskapai tersebut, antara lain Singapore Airlines, Qatar Airways, dan Emirates.

"Mereka antusias untuk kemudian membawa kargo lewat Kertajati, terutama karena pengusaha jasa pengiriman merasa kesulitan akibat macetnya di daerah Karawang dan Bekasi Barat," tutur Agus.

Rencana ini ditargetkan terlaksana mulai Juni mendatang. Harapannya, Bandara Kertajati yang kini sepi bisa lebih ramai karena besarnya potensi sebagai lokasi pengiriman barang.

Agus pun menegaskan jika pengelola Bandara Kertajati bersama pemerintah berkomitmen memudahkan segala unsur pengiriman barang lewat bandara itu. Meski segala proses akan terlaksana tanpa melanggar aturan yang berlaku.

2 of 3

Beroperasi Juni, Layanan Kargo di Bandara Kertajati Lebih Murah dari Soetta

Layanan Kargo di Bandara Kertajati Lebih Murah Dari Soetta
Penerbangan komersial perdana Maskapai Citilink di Bandara Kertajati Majalengka Jawa Barat. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Meski masih sepi pengunjung, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati Majalengka mengaku masih terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kinerja dalam operasional baik fisik maupun nonfisik.

Salah satunya membuka pelayanan angkutan kargo pada Juni mendatang. Direktur Operasi dan Pengembangan Bisnis BIJB Kertajati Majalengka Agus Sugeng Widodo mengatakan telah membangun gudang kargo seluas 4.500 meter persegi.

Gudang tersebut untuk melayani angkutan kargo baik domestik dan internasional. "Bulan Mei ini kita masih proses menyiapkan dan evaluasi semua sebelum nanti bulan Juni layanan kargo bisa beroperasi," kata Agus usai kegiatan FGD di Aula KPP Bea dan Cukai Cirebon, Kamis (2/5/2019).

Dia mengatakan, kemungkinan rute kargo yang akan dilayani adalah Kertajati-Surabaya. Dia mengakui, dari 11 rute penerbangan yang sempat beroperasi, hanya rute penerbangan Kertajati-Surabaya yang masih berjalan.

‎Agus mengatakan, saat ini BIJB tengah berupaya maksimalisasi penerbangan haji, umrah, dan kargo. Dia berharap, dibukanya operasional kargo dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap operasional BIJB Kertajati Majalengka.

"Kami yakin bea cukai akan menginstruksikan pengusaha untuk menggunakan BIJB," ucap Agus.

Dalam layanan kargo ini, pengelola bandara membutuhkan administrasi yang saling terintegrasi. Sebab, pelayanan angkutan kargo membutuhkan kecepatan dan ketepatan waktu. "Pembayarannya juga nanti by system," kata dia.

3 of 3

Lebih Murah

Agus mengatakan, saat ini pengelola bandara tengah mencari formula untuk menjamin pelayanan angkutan kargo di BIJB lebih murah dibandingkan dengan Bandara Soekarno-Hatta.

Menurutnya, jarak dan harga yang terjangkau menjadi alasan pengusaha untuk menggunakan BIJB. Namun, hingga saat ini, dia belum menyebutkan rincian perbandingan harga kargo di BIJB Kertajati dengan bandara lainnya.

"Ini sedang kita bahas bagian mana yang membuat harga tinggi, pasti kita turunkan," kata dia.

Kepala KPP Bea dan Cukai Cirebon Agung Saptono berharap seluruh intansi yang terlibat tidak mengedepankan ego sektoral. Menurut dia, perlu ada formula baru khususnya birokrasi agar lebih memudahkan pengoperasian pelayanan angkutan kargo.

"Ini bisnis kargo, jadi harus cepat dan singkat. Maka perlu implementasi yang lebih mudah," kata Agung.

Saksikan video pilihan berikut ini: 

Lanjutkan Membaca ↓