Atasi Banjir, Program Normalisiasi Sungai Segera Diselesaikan

Oleh Liputan6.com pada 30 Apr 2019, 18:40 WIB
Penampakan Sungai Ciliwung yang Meluap di Pejaten Timur

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Bambang Hidayah menegaskan, program normalisasi sungai harus segera diselesaikan.

"Normalisasi sungai itu bagaimanapun juga harus segera diselesaikan," kata dia saat ditemui, di Situ Lido, Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/4).

Ini berkaca pada kejadian pada Kamis (25/4) lalu. Saat itu pemukiman warga di Depok terendam banjir akibat luapan Kali Ciliwung. Puluhan rumah warga pun tergenang air kali yang berwarna keruh. Air di Kali Ciliwung meluap akibat curah hujan tinggi di Bogor.

"Karena pengalaman kemarin terjadinya hujan itu baru siaga 1 di sini padahal di Depok hujan sedikit, hanya lebat di hulu sudah tidak mampu menampung debit banjir itu. Ciliwung," ungkapnya.

"Saya menghimbau, keinginan kami agar dapat dipercepat kegiatan normalisasi sungai di kota Jakarta. Yang kemarin sempat tertunda," imbuhnya.

Menurut dia, Kementerian PUPR dan Pemprov DKI Jakarta berniat melakukan normalisasi sungai sepanjang 37 kilometer (km) dari 2013 sampai 2017.

"Itu juga hanya 16 kmyang dikerjakan. Sisanya belum bisa dikerjakan karena lahan belum bebas. Sekarang pasca itu, kami belum kerja lagi," ujarnya.

"Karena masih menunggu lahan dari Pemprov DKI. Kemarin sudah ada progres lahan yang sudah dibebaskan. Kami terima ada 14 hektar. Itu ada di Bidaracina, Duri, bervariasi. Kami lagi approach di lapangan," imbuhnya.

Selain itu, dalam upaya menanggulangi banjir, pihaknya bersama Pemprov DKI Jakarta sedang membangun terowongan sebagai jalan membagi dan untuk mengurangi debit banjir.

"Dibantu Pemprov DKI Jakarta sedang akan kami selesaikan terowongan dari Bidaracina ke banjir kanal timur. Itu kurang lebih nanti akan dialihkan 60 meter kubik bibit di sungai Ciliwung ke Banjir Kanal Timur. Sehingga ini akan mengurangi (banjir) juga," tandasnya.

 

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

2 of 3

Menteri PUPR: Penanganan Banjir Jakarta Tugas Gubernur DKI

KPK Periksa Menteri PUPR Basuki Hadimuljono
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M Basuki Hadimuljono menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi tersangka Bupati Halmahera Timur nonaktif Rudy Erawan di KPK, Jakarta, Senin (14/5). (Merdeka.com/Dwi Narwoko)

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turut berkomentar soal bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta sejak beberapa hari lalu.

Dia mengatakan, penanganan masalah banjir ini merupakan wewenang dari Gubernur DKI Jakarta saat ini, Anies Rasyid Baswedan.

"Pak Gubernur (Anies) lagi bekerja untuk Banjir. Banjir kan ngono-ngono wae," ujar dia di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat ada 17 titik lokasi banjir setelah Bendungan Katulampa di Bogor berstatus siaga I dengan ketinggian 220 cm, dan Pintu Air Depok juga berstatus siaga I dengan tinggi muka air 360 cm.

3 of 3

Banjir Bandang Bengkulu, PLN Telah Normalkan 85 Gardu Listrik

Jalan trans Sulawesi di Desa Mataiwoi Kecamatan Ngapa Kolaka Utara putus usai diterjang banjir
Jalan trans Sulawesi di Desa Mataiwoi Kecamatan Ngapa Kolaka Utara putus usai diterjang banjir, Minggu (28/4/2019).

PT PLN (Persero) telah berhasil menormalkan kembali 85 Gardu dari 161 gardu yang padam, selain itu PLN juga berhasil memperbaiki 2 penyulang, dari 4 penyulang yang terdampak Banjir Bandang yang terjadi di Wilayah Bengkulu sejak 26 April 2019.

Vice President Public RelationsDwi Suryo Abdullah mengatakan, untuk mempercepat proses pemulihan, PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Selatan Jambi dan Bengkulu bersama PLN Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan bersinergi dengan memberangkatkan Tim Tanggap Bencana dan Pemulihan Kelistrikan di Bengkulu.

"Sebanyak 70 personil dari wilayah kerja pelayanan Palembang, Lahat, Jambi, dan Muara Bungo diterjunkan ke Bengkulu Para personil juga membawa serta 3 mobil Crane untuk perbaikan tiang listrik serta 6 kendaraan Ranger double cabin untuk operasional pekerjaan pemulihan," kata Dwi, di Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Menurut Dwi, di Bengkulu sendiri sebanyak 160 petugas yang terdiri dari 100 petugas Pelayanan Teknik dari PLN, serta 4 tim dari Mitra Kerja PLN dengan jumlah 60 petugas teknis diterjunkan langsung ke lokasi-lokasi kerusakan jaringan listrik.

"Pengiriman material tiang ke lokasi-lokasi tersebar, juga dilakukan untuk mengganti material jaringan listrik yang mengalami kerusakan," tambahnya.

Untuk memantau kondisi kelistrikan secara kontinyu selama masa pemulihan ini, PLN telah membuat Posko Siaga dan Darurat Kelistrikan di PLN UP3 Bengkulu dengan petugas siaga sebanyak 25 personil dengan 5 mobil Pelayanan Teknik.

"Kami akan berupaya secepatnya untuk memulihkan kelistrikan di Bengkulu, target kami agar warga bisa kembali menikmati aliran listrik. Selain kecepatan, recovery kelistrikan juga sangat memperhatikan sistem keamanan, mengingat masih banyak infrastruktur yang terendam banjir," paparnya.

Lanjutkan Membaca ↓