Apron Bandara Baru Yogyakarta siap Tampung 6 Pesawat

Oleh Arthur Gideon pada 29 Apr 2019, 17:45 WIB
Diperbarui 29 Apr 2019, 17:45 WIB
(Foto: Dok Humas PT Angkasa Pura I)

 

Liputan6.com, Jakarta - PT Angkasa Pura I memastikan apron Bandara Baru Yogyakarta yang berlokasi di Kulon Progo saat dioperasikan secara minimum sudah dapat menampung 6 pesawat berukuran besar secara bersamaan.

"Di apron (tempat parkir pesawat) kita yang sudah siap sekarang bisa menampung enam pesawat secara bersamaan," kata Project Manager Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta PT Angkasa Pura (AP) I Taochid Purnama Hadi, dikutip dari Antara, Senin (29/4/2019). 

Menurut Taochid, sejumlah pesawat berukuran jumbo yang bisa mendarat dan parkir di bandara internasional itu mulai dari Air Bus 380 hingga Boeing 777. Meski untuk sementara baru akan membuka penerbangan domestik, namun mengacu progres pembangunan bandara hingga saat ini sudah siap untuk operasional pesawat besar dengan rute penerbangan internasional.

"Melihat kesiapan 'run way' (landas pacu)-nya, untuk pesawat dengan rute internasional pun sebetulnya sudah siap," kata dia.

Ia mengatakan mengenai progres pembangunan bandara secara keseluruhan hingga saat ini telah mencapai 43 persen. Dengan kondisi perkembangan pembangunan itu, Bandara Internasional Yogyakarta sudah layak beroperasi secara minimum.

Bagian utama bandara yang paling siap hingga saat ini, kata Taochid, adalah 'air side' (sisi udara) yang mencakup landas pacu (run way), apron, tower, navigation set, hingga air traffic control. Khusus untuk apron, saat bandara beroperasi penuh nantinya dapat menampung 23 pesawat secara bersamaan.

"Setelah operasi secara minimum, tahap berikutnya adalah menyelesaikan terminal serta berbagai aksesibilitas bandara hingga bisa beroperasi secara penuh," kata dia.

Sebelumnya, Bandara Internasional Yogyakarta sedianya akan diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada 29 April 2019, namun tim kepresidenan menunda agenda tersebut hingga batas waktu yang belum ditentukan.

2 dari 4 halaman

Peresmian Bandara Baru Yogyakarta Mundur Lagi

Bandar Udara Internasional Yogyakarta
Suasana pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, Selasa (23/4). Progres pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta hampir 100 persen, sementara progres pembangunan keseluruhannya termasuk domestik mencapai 47 persen. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Bandara Baru Yogyakarta atau New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang berlokasi di Kulon Progo batal diresmikan pada 29 April 2019. Sebelumnya, dikabarkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan bandara tersebut dengan melakukan pendaratan menggunakan pesawat kepresidenan pada Senin 29 April 2019.

Manajer Humas PT Angkasa Pura I (Persero) Awaluddin membenarkan bahwa peresmian bandara baru Yogyakarta batal dilakukan pada Senin besok. "Iya, informasi yang kita dapatkan dibatalkan ya," tuturnya kepada Liputan6.com, Sabtu (27/4/2019). 

Sementara itu, untuk alasan pembatalan peresmian bandara, sampai dengan saat ini dirinya belum mengetahui secara persis. "Untuk pembatalan sendiri, kami belum dapat info lebih lanjut ya," terangnya. 

Sebelumnya, peresmian Bandara Baru Yogyakarta juga sempat ditunda. Rencana awal peresmian bandara ini akan dilakukan pada 7 April. Namun kemudian ditunda menjadi akhir april. Dengan penundaan ini artinya peresmian bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura I ini sudah mundur dua kali.

Bandara Baru Yogyakarta telah melakukan kegiatan simulasi pada 20 hingga 26 April 2019. Adapun rangkaian simulasi dimulai dengan kegiatan simulasi keamanan bandara oleh Komite Keamanan Bandara (Airport Security Committee) pada 20 April 2019.

Untuk simulasi operasional lapangan  dilakukan pada 24 April 2019, evaluasi simulasi pengoperasian bandara  pada 25 April 2019, dan simulasi gabungan pengoperasian bandara bersama seluruh pemangku kepentingan terkait seperti transportasi darat, maskapai penerbangan, petugas imigrasi, dan lainnya  pada 26 April 2019.

Pada 22 April 2019 juga dilaksanakan penilaian potensi gangguan dan risiko atau hazard identification and risk assesment (HIRA) oleh maskapai dan rapat koordinasi dengan para pemangku kepentingan serta table top exercise operasi bandara pada 23 April 2019.

3 dari 4 halaman

Presiden Resmikan Bandara Baru Yogyakarta pada 29 April

Ruang Check In dan Tunggu Bandara Internasional Yogyakarta
Petugas mengecek kesiapan bangku di ruang tunggu Bandara Internasional Yogyakarta, Kulon Progo, DI Yogyakarta, Selasa (23/4). Menurut rencana, khusus Bandara Internasional Yogyakarta ini akan mulai beroperasi pada 29 April mendatang. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Sebelumnya, Bandara Baru Yogyakarta atau New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang berlokasi di Kulon Progo siap beroperasi. Dengan beroperasinya bandara ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, tak hanya di Yogyakarta tetapi juga di Jawa Tengah.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan bandara tersebut dengan melakukan pendaratan menggunakan pesawat kepresidenan pada Senin 29 April nanti. Ini sekaligus menandai operasi perdana bandara tersebut. 

"Jadi bandara itu akan dioperasikan pertama hari Senin. Nanti Bapak Presiden akan landingpertama. Setelah itu akan ada lima penerbangan yang akan datang dan pergi," kata dia, saat ditemui, di JS Luwansa, Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Menurut Budi, dirinya sendiri telah melakukan pengecekan kesiapan Bandara pada hari Rabu lalu. Secara umum, kata Budi, Bandara siap beroperasi. "Saya hari Rabu ke sana. Saya lihat ramai, sudah selesai. Panjangnya 3.250 meter lebarnya 75 meter. Jadi satu landasan yang baik sekali," jelasnya.

"Kira-kira sepertiga dari seluruh bandara sudah selesai," imbuhnya.

Beberapa maskapai penerbangan, lanjut dia, sudah menyatakan kesiapan untuk melayani penerbangan di Bandara Kulon Progo. "Ada Citilink, ada Airasia, ada Batik dan dari Lion," tandasnya.

 
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓