KEIN Rangkul Pesantren Hadapi Revolusi Industri 4.0

Oleh Dian Kurniawan pada 28 Apr 2019, 19:26 WIB
Diperbarui 28 Apr 2019, 19:26 WIB
Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Soetrisno Bachir (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Probolinggo Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Soetrisno Bachir merangkul dan menggandeng santri Ponpes Zainul Hasan Genggong, Probolinggo untuk mengoptimalkan peran ekonomi di dunia santri dan sekaligus juga mempersiapkan tunas muda dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0.

“Bagaimana saat ini mensinergikan antara pesantren dengan pemerintah. Dampaknya akan luar biasa dan hal itu tidak dilakukan sebelumnya. Jika ini diprogramkan dengan pemerintah, akan lebih baik lagi,” tuturnya, Minggu (28/4/2019).

Mantan politisi PAN tersebut menjelaskan, bahwa sinergi antara pesantren itu akan memiliki dampak luar biasa. Jika usaha mandiri pesantren diprogramkan bersama pemerintah. Contoh, yang semula omzetnya hanya berkisar antara Rp 10 miliar, jika diprogramkan bisa menjadi Rp 100 miliar. Hal itu tentunya bisa memberikan dampak pertumbuhan ekonomi signifikan. Bagi masyarakat, utamanya Probolinggo.

"Bila disini di Ponpes omzetnya para santri sekitar 10 miliar, maka bila sudah di Jakarta akan bisa berlipat seperti halnya menjadi 100 miliar," katanya. Lebih lanjut, Soetrisno Bachir berharap, Ponpes Zainul Hasan Genggong bisa menjadi pusat ekonomi keumatan. Hal ini akan menjadi contoh untuk pesantren lain di seluruh Indonesia.

Saat ini, pertumbuhan ekonomi nasional masih berkisar antara 5 persen. Dengan adanya penguatan ekonomi santri, diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional sampai 7 hingga 8 persen.

"Keadaan itu bisa tercapai jika seluruh pesantren yang ada di Indonesia, juga menerapkan sistem ekonomi santri. Guna menjawab tantangan revolusi industri 4.0," ucapnya.

Sedangkan Kyai Mutawakkil, pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong, berharap ekonomi santri tersebut segera disampaikan pada presiden dan bisa dialokasikan, untuk membuktikan bahwa seorang santri itu bisa mengelola dan memajukan perekonomian.

"Ya semoga dengan adanya pak Bachir, usulan Ekonomi santri ini dapat tersampaikan pada pak Jokowi, santri itu tidak hanya menguasai ilmu agama, namun juga mengusai ilmu sosial seperti perekonomian," katanya.

"Di ponpes ini kami banyak mempunyai omzet seperti kita punya mangga Estate yang luasnya sekitar 60 hektar, dan santri ini banyak yang memiliki keahlian seperti membuat produk kerajianan dari produk kerajinan konsumsi sampai kerajinan tangan," ujarnya.