Hobi Makan Fast Food dan Minuman Bersoda, Miliarder Ini Sebut Tak Takut Mati

Oleh Siska Amelie F Deil pada 28 Apr 2019, 21:02 WIB
Diperbarui 28 Apr 2019, 21:15 WIB
4-warren-buffet-131230c.jpg

Liputan6.com, New York - Selain menjadi investor paling legendaris di dunia, Warren Buffett memiliki pola hidup yang terbilang cukup unik di usianya yang sudah menginjak 88 tahun. Selain masih bekerja setiap hari, Buffett mengaku mengkonsumsi McDonald's untuk makan siang sedikitnya tiga kali dalam sepekan.

Selain mengkonsumsi chicken nugget McDonald's secara rutin, ia juga mengaku meminum minuman bersoda. Saat diwawancarai Financial Times seperti dikutip dari Entrepreneur, Buffett mengaku tidak takut akan bahaya kesehatan lantaran mengkonsumsi makanan dan minuman tersebut di usianya yang sudah tua.

"Saya tidak takut mati," pungkas CEO Berkshire Hathaway tersebut.

Investor ternama ini juga tidak malu mengungkapkan menu makan siangnya tersebut. Buffett lebih sering mengkonsumsi junk food dan soda, dan hanya sedikit sayuran.

Bayangkan saja, dalam sehari ia mampu mengkonsumsi lima kaleng produk Coca-Cola, eskrim dan permen. Buffett juga mengkonsumsi banyak garam.

Gaya hidup Buffett memang kerap menjadi sorotan. Dia bahkan masih berangkat bekerja setiap hari dan menyebutnya sebagai liburan harian. Salah satu miliarder terkaya di dunia ini juga mengaku tak ada rencana untuk pensiun. Meski di usianya ia sudah harus memakai alat bantu pendengaran dan tidak berkendara di malam hari, dia tetap bekerja.

2 of 2

Berteman 60 Tahun, Miliarder Ini Tidak Pernah Bertengkar

Mengintip 5 Kebiasaan Warren Buffet Selepas Kerja
Tak hanya mengikuti caranya bekerja, kamu juga harus tahu apa yang Warren Buffet lakukan saat dia beristirahat.

Warren Buffet dan Charlie Munger meskipun telah bekerja sama hampir 40 tahun lebih, kedua miliarder inii sama sekali belum pernah mengalami perbedaan argumen bahkan hingga bertengkar.

Dilansir dari laman CNBC, Charlie Munger telah mengenal Warren Buffet sejak 1959 atau hampir 60 tahun, namun mereka baru bekerja sama pada 1978 dan saat ini mereka berdua telah berhasil mengumpulkan aset perusahaan mencapai USD 736 miliar atau Rp 10,5 kuadriliun (Kurs USD 1 = Rp 14.281).

Charlie merupakan tangan kanan Warren Buffet, dan menjadi wakil ketua Berkshire Hathaway. Sebelum bergabung di Berkshirre Hathaway, ia memiliki firma hukum 'Munger, Tolles & Olson'. Dan selama lebih dari satu dekade sebelum ia bergabung, Warren selalu meyakinkan Charlie untuk dapat bekerja sama dengannya.

Ternyata Warren dan Charlie tumbuh besar bersama di Omaha, Nebraska, daerah dimana mereka berdua bekerja di toko grosir milik kakek Warren.

Meskipun sudah bekerja sama sejak kecil, namun mereka belum mengenal satu sama lain hingga Warren dan Charlie berumur 29 dan 35 tahun. Sejak saat itulah mereka begitu akrab hingga saat ini Charlue berusia 95 tahun.

Mungkin banyak yang bertanya, bagaimana bisa mereka berteman hingga 60 tahun dan bekerja sama selama 40 tahun lamanya namun tidak pernah sedikitpun mereka bertengkar?

Bagi Warren alasan terkuat mengapa mereka tidak pernah bertengkar selama ini karena bersama Charlie, Warren selalu mendapatkan pelajaran baru setiap harinya.

Selain itu, yang membuat persahabatan mereka tetap harmonis yaitu baik Warren dan Charlie selalu saling menghormati setiap pendapat yang ada. Tidak hanya itu saja, bagi Warren, Charlie merupakan penasihat yang sangat bijaksana.

Pertemanan mereka yang harmonis dapat terlihat dari bagaimana mereka membangun Berkshire Hathaway yang sempat terpuruk pada 1960-an namun bangkit kembali dan bisa sebesar ini.

Kekayaan Charlie pun saat ini mencapai USD 1,7 miliar, sementara Warren Buffet mencapai USD 84 miliar dan menjadikannya orang terkaya ketiga di dunia menurut Forbes.

 

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by