Ini Tantangan Bisnis Halal dan Solusinya

Oleh Tommy Kurnia pada 26 Apr 2019, 20:45 WIB
Diperbarui 26 Apr 2019, 20:45 WIB
Halal Park Senayan

Liputan6.com, Jakarta - Bisnis halal menjadi salah satu perhatian pemerintah mengingat tingginya potensi ekonomi di sektor tersebut.

Halal Park pun baru diresmikan pemerintah untuk memfasilitasi berkembangnya bisnis halal di Indonesia. Lalu tantangan apa yang menghadapi bisnis halal?

Menurut konsultan brand dan marketing Dian Maya Puspitasari dari Big Change Agency, bisnis halal perlu mengekspansi pasar dengan cara menjelaskan, halal tidak untuk satu golongan saja, melainkan baik untuk berbagai pihak.

Dian melihat, masih ada yang berpikir barang halal hanya identik untuk Muslim saja, padahal halal itu terkait esensi kebaikan dan yang tak membuat makhluk lain menjadi tidak baik. Solusi yang ia tawarkan adalah storytelling agar pasar memahami fungsi positif produk halal.

"Kita juga tahu bahwa halal itu baik untuk kita semua. Tantangan yang tadinya (produk halal) hanya untuk komunitas tertentu saja, maka bisa hilang dengan menjelaskan halal itu baik untuk semua dan tidak meyakini makhluk lain," ujar Dian saat berbincang dengan Liputan6.com setelah mengisi konferensi pers Halal Park di Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019).

Teknik storytelling itu juga menjadi tips dari Dian agar pebisnis bisa menjual produknya, terutama lewat media sosial. Ia memandang foto-foto cantik belumlah maksimal untuk menarik perhatian  pembeli.

"Sebenarnya ada yang lebih besar dari itu, yakni bagaimana kita mensarikan produk kita itu keunggulannya apa dan relevansinya dengan konsumen," ujar dia.

Dian pun mengingatkan, penjual harus dapat menyajikan kisah yang orisinil Sayangnya, masih ads pebisnis yang tidak mengindahkan aspek storytelling.

Dian berharap penjual tidak melupakan aspek tersebut. Lantaran selain memberi nilai tambah produk, pembeli pun bisa makin loyal berkat mengetahui kisah produk yang mereka beli.

 

2 dari 3 halaman

Indonesia Akan Punya Halal District Mirip Makah-Madinah

Konsep Halal Park akan memberikan nuansa seperti mengunjungi Makah-Madinah.
Konsep Halal Park akan memberikan nuansa seperti mengunjungi Makah-Madinah.

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberi dukungan penuh pada program Halal Park serta perkembangan industri halal. Seperti diketahui, Halal Park baru saja diresmikan oleh Presiden Jokowi pada pertengahan April 2019.

Namun, Halal Park ternyata merupakan langkah awal. Ke depannya, PT Wijaya Karya (WK) memainkan peran penting dalam bidang konstruksi dan realty. BUMN kontruksi satu ini akan mengembangkan Halal District seluas 2 juta meter persegi dengan anggaran sebesar Rp 250 miliar.

"Kami menyediakan desain dan terkait pembangunan ke depan, Insha Allah dalam dua tahun ke depan, tempat ini akan terwujud," ujar Novel Arsyad Direktur SDM dan Pengembangan Bisnis Wika dalam konferensi pers di Halal Park, GBK, Jakarta Pusat, Jumat, 26 April 2019.

Selain menghadirkan co-working space dan tempat berjualan, konsep Halal District ini akan memberikan nuansa seperti mengunjungi Makah-Madinah, di antaranya:

- Masjid Kudus yang merupakan representasi Makah- Jalur pejalan kaki yang menghubungkan satu bangunannya ke bangunan lain yang terinspirasi dari tawaf

- Green Plaza Central sebagai lokasi sosialisasi ala konsep Plaza Mekah- Bangunan Rumah Minang dan Terawang yang mewakilkan Masjid Nabawi

Novel menjelaskan, konsep Halal District itulah akan mengakomodir fashion, makanan, turisme, dan sekolah. Keempatnya mengarah ke halal lifestyle dan melibatkan berbagai kementerian seperti Kementerian Perindustrian dan Perdagangan.

"Nantinya kita tak mungkin hanya sendiri, pasti kementerian lain pasti akan berkomunikasi membuat halal lifestyle ini bisa terjadi," ucap Novel.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓