Harga Saham Naik, Miliarder Teknologi Ini Makin Tajir

Oleh Ayu Lestari Wahyu Puranidhi pada 26 Apr 2019, 21:00 WIB
Diperbarui 28 Apr 2019, 15:13 WIB
Mark Zuckerberg

Liputan6.com, Jakarta - Kekayaan bersih dari para miliarder dalam bidang teknologi 'blue chip' melonjak pada Kamis begitu pasar saham dibuka. Ini terlihat dari keuntungan yang diperoleh Facebook dan Microsoft setelah melaporkan pertumbuhan pendapatan yang lebih baik dari yang diharapkan pada Rabu setelah pasar ditutup.

Dilansir dari laman Forbes, total nilai saham Facebook dan Microsoft yang dipegang 27 miliarder naik USD 7,4 miliar berkat laporan pendapatan yang begitu kuat.

Pemenang terbesar sejauh ini adalah CEO Facebook Mark Zuckerber, pemegang saham individu terbesar dari jejaring sosial yang ia dirikan semasa hidup di Harvard selama 15 tahun lalu. Berkat tingginya nilai saham Facebook, jumlah kekayaan Zuckerberg naik dari USD 3,9 miliar menjadi USD 71,8 miliar pada Kamis (25/4/2019).

Meskipun ada kekhawatiran atas keamanan data dan platformnya, namun pendapatan kuartalan Facebook masih melebihi USD 15 miliar, dan ini membuat pendapatan mereka meningkat 26 persen dari tahun ke tahun.

Hal ini disebabkan dari banyaknya pengguna Facebook tiap harinya yang perusahaan perkirakan capai 2,1 miliar orang setiap harinya. Berkat hal ini pula lah yang membuat harga saham Facebook naik menjadi 5,8 persen menjadi USD 193,26 per sahamya pada Kamis lalu.

Facebook juga melaporkan jika biaya hukum dari FTC meningkat yang mulanya hanya USD 3 miliar menjadi USD 5 miliar. Angka ini diklaim membuat laba per saham terdilusi turun hingga 55 persen.

Biaya hukum ini meningkat tampaknya terkait skandal Cambridge Analytica yang memicu percakapan nasional tentang penggunaan data dari Facebook. Namun nampaknya ini tidak membuat para investor mundur dari raksasa media sosial ini.

"Kami melakukan investasi besar dalam keselamatan dan keamanan sambil terus menumbuhkan komunitas dan bisnis kami. Sekali lagi, kuartal ini menunjukkan jika kita dapat melakukannya keduanya," ujar Sherly Sandberg seperti dikutip dari laman CNN, Jumat (26/4/2019).

2 of 2

Miliarder Teknologi Lainnya yang Raup Keuntungan Besar

steve-ballmer-140206b.jpg
Mantan CEO Microsoft yang memperoleh keuntungan besar akibat saham Microsoft naik.

Pemenang terbesar kedua hari itu adalah Steve Ballmer, mantan CEO Mincrosoft yang masih memegang lebih banyak saham di perusahaan tersebut daripada individu lainnya. Kekayaannya melonjak dari USD 1,2 miliar menjadi USD 48,2 miliar.

Pendapatan yang Microsoft dapatkan ini begitu di luar ekspektasi, dengan laba per saham naik 20 persen. Pendapatan kuartalannya naik 14 persen menjadi USD 30,6 miliar. Hal ini sebagian besar didukung oleh bisnis cloud komersialnya yang telah melonjak 41 persen dari tahun ke tahun.

Steve Ballmer telah bergabung dengan Microsoft pada 1980 sebagai karyawan ke-30 dan menjabat sebagai CEO pada 2000 hingga 2014. Ia juga membeli NBA Los Angeles Clipper dari miliarder Donald Sterling pada 2014 seharga USD 2 miliar. Ballmer juga telah memasukkan USD 2 miliar ke lembaga yang akan mengatasi kemiskinan di Amerika.

Selain Facebook dan Microsoft, Cofounder dan mantan CEO Bill Gates juga menjadi pemenang. Meskipun sebagian sahamnya telah dijual dan dibagi-bagikan sejak bertahun-tahun lalu, namun Bill Gates tetap memperoleh peningkatan pendapatan mencapai USD 400 juta. Saat ini kekayaan Bill Gates mencapai USD 101 miliar.

Tidak setiap miliarder mendapatkan keuntungan yang begitu besar pada hari itu. Nyatanya, miliarder Elon Musk harus rela kehilangan lebih dari USD 650 juta dari kekayaan bersihnya karena Tesla menghadapi kerugian mencapai USD 702 juta. Angka ini jauh lebih besar diluar yang diperkirakan.

"Kondisi ini menjadi kuartal tersulit sepanjang sejarah perusahaan," ujar Zachary Kirkhorn, CFO baru Tesla.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by