Menteri Jonan: Dunia Berubah, Perusahaan Energi Digeser Apple Cs

Oleh Liputan6.com pada 25 Apr 2019, 14:13 WIB
Diperbarui 25 Apr 2019, 14:13 WIB
Menteri Jonan: Pelaporan Harta Kekayaan Jadi Cara Cegah Korupsi
Perbesar
Menteri ESDM, Ignasius Jonan mengatakan bahwa Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara dapat menjadi cara pencegahan korupsi.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengatakan bahwa situasi bisnis global telah mengalami perubahan. Era digital yang tengah berkembang turut membawa dampak bagi perusahaan-perusahaan sektor energi.

Dia mengatakan, saat ini perusahaan-perusahaan berbasis teknologi, seperti Apple dan Google mulai menggeser posisi perusahaan energi dari posisi 'perusahaan besar' di dunia ini.

Hal tersebut, kata dia, dapat terlihat dari daftar 10 perusahaan terbesar di dunia. Menurut dia ada pergeseran perusahaan yang menempati 'Top 10'.

"Pada 2008 ada lima perusahaan tradisional atau perusahaan ekstraktif (perusahaan energi) di top 10 perusahaan besar di dunia," kata dia, di Dalam Konferensi Kesehatan dan Keselamatan Kerja, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Perusahaan yang dimaksud Jonan antara lain, PetroChina, Exxon, Gazprom, Royal Dutch Shell, dan Sinopec. Pada 2008, kelima perusahaan ini masuk dalam 'Top 10' perusahaan terbesar di dunia.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Teknologi

Apple
Perbesar
Apple Store

Namun, keadaan tersebut berbeda dengan yang terjadi di tahun 2018. Pada tahun 2018, top 10 perusahaan besar ditempati oleh perusahaan-perusahaan berbasis teknologi seperti, Apple, Google, Microsoft, Amazon, dan Facebook.

"Di tahun 2018, kita tidak lihat ini Exxon, kita tidak lihat Royal Dutch Shell, bahkan kita tidak lihat PetroChina di daftar 10 perusahaan terbesar di dunia pada 2018," jelas dia.

"Ini kenyataan. Ini fakta yang harus kita terima," imbuhnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Berdampak Positif

Ilustrasi tambang migas
Perbesar
Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Meskipun demikian, dia mengakui bahwa perkembangan teknologi membawa dampak yang positif bagi bisnis khususnya bagi implementasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

"Revolusi industri 4.0. Kita tidak hanya menunggu tapi kita juga menjemput. Menurut Pemerintah, revolusi akan membawa (penerapan) kesehatan dan keselamatan yang lebih baik," tandasnya.

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓