Awali Perdagangan, IHSG Naik Tipis ke 6.470,42

Oleh Arthur Gideon pada 24 Apr 2019, 09:00 WIB
Awal 2019 IHSG

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di dua arah pada awal sesi perdagangan saham Rabu pekan ini. Pada pra pembukaan IHSG tertekan tetapi kemudian berbalik arah menguat pada pembukaan pukul 09.00 WIB.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Rabu (24/4/2019), IHSG melemah 2,55 poin atau 0,04 persen ke posisi 6.460,26. IHSG berbalik arah naik terbatas 7,60 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.470,42 pada pembukaan pukul 09.00 WIB. Indeks saham LQ45 juga naik terbatas 0,14 persen ke posisi 1.023,92.

Sebanyak 117 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. Selain itu 52 saham melemah dan 117 saham diam di tempat.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.472,52 dan terendah 6.460,26.

Total frekuensi perdagangan saham 17.446 kali dengan volume perdagangan 1,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 381,6 miliar.

Investor asing jual saham Rp 32 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 14.110.

Sebagian besar sektor saham menguat kecuali sektor saham perkebunan yang turun 0,99 persen, sektor saham industri dasar yang melemah 0,22 persen dan sektor saham manufaktur yang tertekan 0,02 persen.

Sektor saham konstruksi menguat 0,36 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham perdagangan menanjak 0,32 persen dan sektor saham infrastruktur naik 0,10 persen.

Saham-saham yang menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau antara lain saham CAKK melonjak 12,39 persen ke posisi Rp 128 per saham, saham MBSS mendaki 10,83 persen ke posisi Rp 660 per saham dan saham MTSM menanjak 8,91 persen ke posisi Rp 220 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain saham MYTX turun 13,25 persen ke posisi Rp 72 per saham, saham BCAP merosot 11,18 persen ke posisi Rp 151 per saham, dan saham SMDM susut 10,81 persen ke posisi Rp 132 per saham.

2 of 4

Prediksi Analis

20151102-IHSG-Masih-Berkutat-di-Zona-Merah-Jakarta
Suasana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2015). Pelemahan indeks BEI ini seiring dengan melemahnya laju bursa saham di kawasan Asia serta laporan kinerja emiten triwulan III yang melambat. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Analis PT Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menuturkan, investor kini akan mengantisipasi data Foreign Direct Investment (FDI) yang akan dirilis oleh pemerintah.

Dia melanjutkan, pada momen wait and see ini, IHSG berpeluang menghijau dan diperkirakan diperdagangkan pada kisaran 6.426-6.491. 

"Namun, penguatan juga tampaknya masih bersifat jangka pendek. Jadi pergerakan diperkirakan masih akan terbatas," tuturnya Rabu, pekan ini. 

Sementara itu, selain investasi asing (FDI), Head of Research PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi berpendapat, sentimen selanjutnya investor akan menanti data persediaan minyak di Amerika Serikat (AS) guna melanjutkan momentum bullish harga minyak.

"Tetapi saya perkirakan dalam jangka waktu menengah IHSG berpeluang kembali menguat menguji psikologis ke level 6,500. Itu dengan support resistance 6.394-6.500," ujar dia.

3 of 4

Perdagangan Kemarin

Pembukaan-Saham
Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

IHSG mampu menguat pada perdagangan saham Selasa kemarin. Penguatan IHSG terjadi di tengah aksi jual investor asing.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (23/4/2019), IHSG menguat 48,07 poin atau 0,75 persen ke posisi 6.462,82. Indeks saham LQ45 menanjak 0,98 persen ke posisi 1.022,49. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Sebanyak 248 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. 171 saham melemah dan 131 saham diam di tempat.

Pada Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.482,81 dan terendah 6.415,45. Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 425.321 kali dengan volume perdagangan 14 miliar saham. 

Nilai transaksi harian saham Rp 7,8 triliun. Investor asing lepas saham Rp 174,18 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 14.075.

Sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham konstruksi merosot 0,13 persen. Sementara itu, sektor saham tambang naik 1,98 persen, dan bukukan penguatan terbesar.

Disusul sektor saham aneka industri mendaki 1,53 persen dan sektor saham barang konsumsi menguat 1,25 persen.

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓