Redakan Tensi Pasca Pilpres, Kadin Kumpulkan Pengusaha

Oleh Liputan6.com pada 23 Apr 2019, 20:36 WIB
Diperbarui 24 Apr 2019, 18:16 WIB
20160223-Kadin Bersama MAVCAP Bahas Buidling The Digital ASEAN

Liputan6.com, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar pertemuan bertema Merajut Kebersamaan untuk Indonesia Damai.

Pertemuan merupakan inisiatif Kadin sebagai wadah pertemuan dan konsolidasi para pelaku usaha yang sempat berbeda pilihan politik pada Pilpres, 17 April 2019.

"Kita mengajak seluruh para pengusaha kita tidak melihat ini pengusaha pendukung 01 atau pendukung 02 tapi adalah pengusaha nasional yang punya kepentingan lebih besar untuk menjaga persatuan, kesatuan, kebersamaan dalam rangka kita menjaga terutama pertumbuhan perekonomian kita yg sudah makin baik ini," ungkap Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani, dalam pertemuan Kadin, di Djakarta Theater, Jakarta (23/4/2019).

"Jadi untuk dinginkan suasana lah, mengedepankan persatuan, menyingkirkan perbedaan dan juga mengurani polarisasi yg sudah mulai terjadi akhir-akhir ini," lanjut dia.

Kadin Indonesia, kata dia, mengapresiasi tahapan pemungutan dan penghitungan suara pemilu serentak pada 2019, yang diselenggarakan pada tanggal 17 April 2019, telah berjalan aman, tertib, lancar dan damai.

Dalam kaitan itu, para pelaku usaha nasional diharapkan bersabar menunggu sampai tahapan terakhir proses finalisasi hasil resmi penghitungan suara pemilu serentak oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Kita harus bersyukur, menyambut gembira dengan diselenggarakannya pemilu kali ini. Kami pun mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaannya," ujar dia.

Dia mengatakan, sambil menunggu finalisasi hasil resmi penghitungan suara oleh KPU, semua kalangan masyarakat termasuk para pengusaha diharapkan untuk ikut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Serta memelihara perdamaian sebagai prasyarat untuk menjamin kelancaran pembangunan ekonomi Bangsa dan peningkatan pertumbuhan ekonumi nasional.

"Kadin Indonesia yang telah berdiri selama 51 tahun akan menjaga profesionalitas dalam menjalankan tugasnya sebagai pengusaha untuk mendukung roda perekonomian, disamping juga harus bijak untuk ikut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta memelihara perdamaian," tegas Rosan.

Ke depan, kata dia, Kadin akan terus berupaya dan berkarya serta bersinergi dengan Pemerintah Republik Indonesia yang terpilih secara resmi oleh rakyat, dari manapun latar belakangnya dan apapun partai politiknya, sebagai mitra terpercaya.

"Kadin Indonesia akan terus bekerjasama erat dengan pemerintah dalam membangun lingkungan bisnis yang kondusif, yang dapat memajukan para pengusaha nasional dan mendukung pembangunan dan perekonomian bangsa," tambah dia.

Pihaknya mengajak semua kalangan, khususnya para pelaku usaha untuk ikut menjaga dan memelihara persatuan dan kesatuan bangsa untuk menghadapi semua tantangan baik dari dalam maupun dari Iuar.

"Kemarin, pilihan kita boleh beda, tetapi hari ini kita harus tinggalkan perbedaan dan meningkatkan kebersamaan. Bagaimana pun persatuan membangun bangsa harus diutamakan," tandas Rosan. 

 

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

 

 

* Ikuti Hitung Cepat atau Quick Count Hasil Pilpres 2019 dan Pemilu 2019 di sini

2 of 4

Kadin Akui Marketplace Berikan Akses Pasar Besar buat UKM

APPI, Kadin, Hippi Beri Dukungan Pembiayaan UMKM
Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani memberi sambutan saat penandatangangan MOU di Jakarta (14/8). Nota kesepahaman ini juga sebagai jalan keluar untuk mengatasi kelesuan pembiayaan khususnya di bidang otomotif. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Rosan P Roeslani, mengungkapkan jika keberadaan marketplace seperti Bukalapak dan Tokopedia menjadi penting di tengah perkembangan teknologi saat ini. Sebab, kehadirannya mendongkrak sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Terutama keberadaan marketplace ini mereka bisa memberikan akses pasar yang sangat luar biasa kepada UKM kita," kata Rosan dalam acara Kadin Enterpreneurship Forum 2018, di Satoo Garden, Shangri-La Hotel Jakarta, Rabu, 27 Februari 2019.

Rosan mengatakan, saat ini sudah banyak sekali para UMKM yang memanfaatkan keunggulan pemasaran melalui internet dan digital. Mereka juga memanfaatkan keberadaan sejumlah e-commerce atau pasar digital yang menawarkan tempat promosi dan pemasaran.

"Yang di masa lampau mungkin tidak menpunyai akses pasar yang begitu terbuka. Ini sangat bisa menjangkau tidak hanya Indonesia tapi juga bisa menjangkau di seluruh dunia," kata Rosan.

Sebelumnya, Rosan memproyeksikan bahwa pada 2025 Indonesia berpotensi memiliki pasar ekonomi digital hingga mencapai sekitar Rp 2.000 triliun. Sementara, untuk pasar Asia pada 2025 mencapai USD 240 miliar atau sekitar Rp 3.480 triliun (kurs Rp 14.500).

"Kalau kita lihat dari angka angka itu Indonesia menjadi leader Asia Tenggara," kata dia.

3 of 4

Kadin: Jumlah Investor Masih Sedikit di Pasar Modal

Akhir tahun 2017, IHSG Ditutup di Level 6.355,65 poin
Pekerja tengah melintas di dekat papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (29/12/2017), IHSG menguat 41,60 poin atau 0,66 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani mengatakan jumlah investor yang berinvestasi di pasar modal masih terbilang kecil. Ia mengimbau Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk terus meningkatkan jumlah investor kedepannya.

"Saya ucapkan selamat kepada BEI yang pada tahun lalu mencatatkan rekor dalam segi pencatatan saham yaitu ada 57 emiten dimana itu rekor tertinggi sejak pendirian BEI. Kita harapkan ini terus bisa ditingkatkan kedepanya," ucapnya di Gedung BEI, Kamis (10/1/2019).

Dia menambahkan, jumlah investor yang berinvestasi di BEI masih perlu didorong kembali. Ia meminta agar pihak BEI semakin giat menggenjot jumlah investor di tahun ini.

"Namun jika dilihat dari jumlah investor yang berinvestasi di BEI itu masih sangat kecil yakni 1,6 juta orang. Itu pun lompatan hampir 40 persen dari 2017 tetapi itu pun tidak semua investor yang berinvestasi di BEI," ujarnya.

Dari lonjakan 40 persen jumlah investor tersebut, kata dia, bukan investor murni yang berinvestasi di pasar modal melainkan sudah gabungan dari reksadana dan obligasi.

"Jadi 1,6 juta orang masih kecil. Itu pun sudah lompatan hampir 40 persen dari 2017 tetapi itu pun tidak semua investor yang berinvestasi di BEI. Tapi merupakan gabungan dari investasi di reksadana, obligasi, pasar uang dan sebagainya," tandasnya.

4 of 4

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait