Miliarder Ini Imbau Negara Teluk dan Israel Segera Berdamai

Oleh Tommy Kurnia pada 24 Apr 2019, 09:30 WIB
Diperbarui 24 Apr 2019, 09:30 WIB
Bendera Israel

Liputan6.com, Dubai - Miliarder asal Uni Emirat Arab (UEA), Khalaf Ahmad Al Habtoor, menyerukan perdamaian antara Israel dan Gulf Cooperation Council (GCC) atau Dewan Kerjasama Teluk. Ia menyebut ada banyak sektor yang kedua pihak bisa kerjakan bersama, termasuk pertahanan.

Dilansir dari The Jerusalem Post, Khalaf menyebut sudah ada preseden yakni Mesir, Maroko, dan Yordania yang berdamai dengan Israel. Meski perdamaian Israel-Negara Teluk tak banyak yang membahas, sang miliarder menyebut banyak yang memikirkannya.

"Sebuah topik yang banyak orang pikirkan tetapi takut didiskusikan: Mengapa negara GCC tidak menandatangani traktat perdamaian dengan Israel, sama seperti yang sudah dilakukan Mesir, Maroko, dan Yordania sebelumnya? Marilah kita bekerja bersama dan berkooperasi di ranah teknologi, agrikultur, bahkan pertahanan," ujar sang miliarder lewat akun Twitter resminya.

Menteri Komunikasi Israel, Ayoob Kara, menyambut baik ajakan sang miliarder. Sebuah undangan mengunjungi Israel pun dikirimkan untuk Khalaf.

Lebih lanjut, Menteri Kara berkata musuh sebenarnya di kawasan mereka adalah Iran yang disebut sebagai satu-satunya musuh koalisi Saudi dan Israel.

Sang miliarder dari Dubai pun menyebut ada syarat koalisi antara negara teluk dan Israel, yaitu pemberian hak bagi rakyat Palestina.

"Saya percaya negara-negara GCC harus menandatangani traktat damai dengan Israel, dan sebagai balasannya Israel harus membalas kebaikan dengan memberi rakyat Palestina hak mereka. Kolaborasi GCC-Israel akan menguntungkan rakyat kedua pihak," ujarnya.

Khalaf adalah pemimpin Habtoor Group. Perusahaan yang berbasis di Dubai itu bergerak di sektor hospitalityotomotif, pendidikan, rental mobil, dan real estate.

2 dari 2 halaman

Miliarder Arab Dukung Aksi Donald Trump Lawan China

Donald Trump Tinjau Tembok Prototipe di San Diego
Presiden AS, Donald Trump meninjau prototipe tembok perbatasan AS dan Meksiko yang kontroversial di San Diego, Selasa (13/3). Prototipe tembok perbatasan Trump memiliki tinggi sekitar 9 meter, dengan puncak yang tebal dan bundar. (MANDEL NGAN / AFP)

Sebelumnya, ada lagi miliarder Arab yang berani mengungkapkan idenya mengenai kondisi geopolitik. Miliarder bernama Hussain Sajwani ini mendukung ketegasan Presiden Donald Trump terhadap China, karena praktik dagang Negeri Tirai Bambu tidaklah adil. 

Hussain, yang diketahui memiliki kesepakatan terkait lapangan golf dengan Trump, disebut paham mengapa sang presiden memiliki kebijakan yang keras pada China. Pasalnya, Hussain merasakan sendiri ketidakadilan ketika berbisnis di China, demikian lansiran Bloomberg.

"Jika pasar di AS dan Eropa terbuka untuk perusahaan China untuk berbinis, perusahaan non-China haruslah diperlakukan dengan sama di negara tersebut," ujar Hussain yang memiliki kantor di London.

"Berbisnis di China telah menjadi salah satu tantangan bagi perusahaan-perusahaan global. Di situlah di mana saya merasa bersimpati pada pemerintah AS ketika mereka ingin perlakuan setara," tambah sang miliarder yang kerap berbagi motivasi di media sosial. 

Ketika ditanya tentang hubungan bisnisnya bersama Trump, miliarder kelahiran Dubai ini mengaku puas pada kualitas dan layanan bisnis Trump Organization.

"Tanpa organisasi tersebut, kami tidak akan bisa membangun lapangan golf kami. Mr. Trump adalah presiden Amerika Serikat, dan itu beda cerita," ujarnya.

Lanjutkan Membaca ↓