Menteri Susi: Kartini Ajak Wanita Maju, Merdeka dan Bebas

Oleh Tommy Kurnia pada 21 Apr 2019, 13:00 WIB
Diperbarui 21 Apr 2019, 21:15 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di 3rd Bali Tuna Conference (Dok Foto: Humas KKP)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyambut Hari Kartini dengan cara menggemakan nilai-nilai yang membuat para wanita sejajar dengan lelaki.

Ini dia sampaikan dalam akun Instagram resmi miliknya. "Saya Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan, menyambut Hari kartini. Saya ucapkan selamat Hari Kartini," ujar Susi dalam balutan kebaya merah terang, seperti dikutip Minggu (21/4/2019).

Bagi Susi, pemikiran Kartini memberikan semangat bahwa wanita juga tidak kalah dalam hal kompetensi. Pada Hari Kartini ini, Susi turut memotivasi para wanita dalam hal kemerdekaan dan kebebasan.

"Mari kita mengingat bersama jasa dan semangat Kartini dalam membuat kita semua sebagai wanita merasa sejajar, merasa mampu, dan bisa meningkatkan kapasitas wanita untuk terus maju, merdeka, dan bebas," ujar dia.

Menteri Susi adalah satu dari sembilan wanita yang dipilih Presiden Joko Widodo menjadi menteri kabinet kerja. Aksi Susi melawan kapal ilegal serta mencegah praktik destruktif di industri perikanan menjadikannya sebagai sosok tersohor.

Sementara, Kartini terkenal berkat pemikiran yang visioner dan advokasi terhadap akses pendidikan setara bagi para perempuan. Gagasan dan upaya Kartini tertuang dalam surat-suratnya yang terbit dalam bentuk buku. Hari Kartini pada 21 April adalah berdasarkan tanggal lahir Kartini.

2 of 3

Banyak Wanita Hebat Dedikasikan Diri untuk BUMN

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno hadir di TPS 11, Komplek Taman Patra, Jakarta Selatan bersama kedua anaknya.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno hadir di TPS 11, Komplek Taman Patra, Jakarta Selatan bersama kedua anaknya.

Pada hari Kartini 2019, Kementerian BUMN memberikan apresiasi kepada pada wanita yang mengabdi pada BUMN. Keberhasilan para wanita sebagai pemegang posisi pemimpin di kementerian tersebut juga turut disorot.

"Saat ini Kementerian BUMN telah cukup banyak memberikan kesempatan kepada kartini-kartini BUMN untuk menjadi pemimpin BUMN, di samping pemimpin kami di Kementerian BUMN," ujar Sekretaris Kementerian BUMN, Imam Apriyanto Putro, Minggu (21/4/2019). 

Saat ini, Kementerian BUMN dipimpin oleh Rini Soemarno. BUMN Pertamina juga memiliki nakhoda wanita yakni Nicke Widyawati.

Ada pula sejumlah sosok Kartini terkenal dari bank BUMN, seperti Direktur Konsumer Bank BRI Handayani dan Tambok Simanjuntak sebagai Direktur Retail Banking.

Kementerian BUMN juga menyebut para Kartini itu perlu menghadapi tantangan sebagai pemimpin. Selain harus menjaga integritas dan soliditas stakeholders internal, mereka perlu mengelola stakeholders eksternal.

Meski demikian, Kementerian BUMN menegaskan kepercayaan mereka pada para Kartini yang memimpin di BUMN. Kehadiran lebih banyak wanita hebat di dalam BUMN juga dinantikan.

"Kami memandang kartini-kartini BUMN sangat hebat, dan harus terus hebat memberikan dedikasinya untuk menjaga sustainabilitas BUMN. Kami berharap akan lebih banyak lagi kartini-kartini yang bisa tampil memimpin BUMN. Selamat merayakan hari kartini," tulis Kementerian BUMN.

3 of 3

Hari Kartini, Peselancar Wanita Kenakan Kebaya Lawan Ombak

Ilustrasi selancar
Ilustrasi selancar. Sumber foto: unsplash.com/Tim Marshall.

Sejumlah peselancar wanita dari berbagai negara melakukan aksi berselancar dengan mengenakan busana kebaya di perairan Pantai Kuta, Badung, Bali, untuk memperingati Hari Kartini.

"Saya senang bisa merayakan Hari Kartini ini bersama para wanita Indonesia. Ini simbol pemberdayaan wanita di Indonesia. Kalau di selancar, itu berarti bahwa pemain selancar wanita juga bisa sejajar dengan peselancar pria," ujar peserta asal Wales, Cerys Evans, Sabtu 20 April 2019. 

Ia mengatakan, partisipasinya dalam kegiatan bertajuk "Kartini go Surf" tersebut merupakan pengalaman pertamanya berselancar mengenakan busana kebaya.

"Memang sedikit susah. Kalau kebaya tidak ada masalah, tapi bawahan kebaya ini yang memang membuat lebih susah bergerak dan berdiri di atas papan selancar, apalagi dengan kondisi ombak hari ini yang lumayan besar," katanya dilansir Antara.

Pengalaman yang sama juga dirasakan peserta asal Korea, Mina Jo. Menurutnya berselancar menggunakan kebaya memiliki kesulitan dan tantangan tersendiri.

"Ini sulit sekali. Biasanya ketika berselancar mengenakan pakaian renang itu juga sudah sulit. Sekarang saya mengenakan pakaian kebaya panjang dan bawahannya. Ini sulit tapi sangat membuat saya terkesan," katanya.

Lanjutkan Membaca ↓