Kunjungan Mal Diprediksi Naik 30 Persen Saat Libur Panjang Ini

Oleh Septian Deny pada 19 Apr 2019, 10:00 WIB
Bukan hanya pusat perbelanjaan modern, penggiat UMKM digandeng dalam kegiatan Tangerang Great Sale. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Liputan6.com, Jakarta Kunjungan ke sejumlah pusat perbelanjaan dan mal pada libur panjang ini diperkirakan akan meningkat. Hal ini terjadi khususnya bagi mal yang lokasinya berada di dekat perumahan.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta Ellen Hidayat mengatakan, untuk pusat perbelanjaan dan mal yang lokasinya dekat perumahan, akan mengalami lonjakan pengunjung hingga 30 persen.

"Mal estimasikan ada kenaikan sekitar 30 persen," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Jumat (19/4/2019).

Menurut dia, hal ini karena masyarakat yang tengah menikmati libur panjang memilih untuk mendatangi mal yang dekat rumah guna menghabiskan waktu bersama keluarga.

Sementara untuk mal yang berlokasi di deket dengan perkantoran diperkirakan justru akan mengalami ‎penurunan kunjungan. Ini karena pengunjung mal yang kebanyakan para pekerja tengah menikmati masa libur panjang.

"Adapun untuk mal yang berada di seputar perkantoran mungkin akan sedikit turun atau landai, sekitar 20 persen-30 persen," kata dia.

Ellen juga berharap, isu-isu pasca pemilihan umum (pemilu) tidak mengganggu kondisi di dalam negeri sehingga masyarakat bisa berkegiatan secara normal dan menikmati liburannya.

"Ada isu di viral, semoga tidak membuat masyarakat khawatir," tandas dia.

2 of 3

Pemilu 2019 Ikut Untungkan Kegiatan Bisnis di Pusat Perbelanjaan

20151020-Ilustrasi-Belanja-di-Pusat-Perbelanjaan
Ilustrasi Belanja di Pusat Perbelanjaan (iStockphoto)

Penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang menjadikan hari ini sebagai tanggal merah ikut berdampak pada kegiatan usaha di mal atau pusat perbelanjaan.

Meski waktu pembukaan diundur satu jam, warga tetap berbondong-bondong untuk memadati pusat perbelanjaan lantaran adanya pesta diskon besar-besaran yang dilakukan ratusan merchant dan gerai ternama.

Melihat situasi ini, Presiden Direktur PT Pakuwon Jati Tbk Stefanus Ridwan menyampaikan, semarak pesta demokrasi ikut dirasakan banyak mal yang tersebar di berbagai kota.

"Dampaknya luar biasa. Ramai banget. Mulai dari jam 11.00 banyak orang-orang yang keluar untuk cari makan siang," ungkap dia saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (17/4/2019).

Adapun sejak siang hingga memasuki waktu sore hari ini, berbagai hasil perhitungan cepat mulai banyak dipublikasikan. Secara mayoritas, banyak hasil perhitungan yang menyatakan pasangan calon (Paslon) 01 lebih unggul dari Paslon 02.

Kendati begitu, Ridwan menilai, hasil sementara tersebut tidak terlalu banyak memberi dampak terhadap kegiatan bisnis di mall dan pusat perbelanjaan.

"Saya kira enggak, sama aja. Baik itu pendukung 01 atau 02, dua-duanya juga berbelanja di mall yang sama," ujar dia.

Berkaca dari penyelenggaraan pemilu pada edisi-edisi sebelumnya, ia mengatakan, kehadiran pesta demokrasi memang sudah pasti memberi dampak positif pada sektor ekonomi, khususnya bisnis di pusat perbelanjaan.

"Siapapun yg menang, pasti ekonomi membaik. Pilpres aman dan lancar. Dari Pilpres di tahun-tahun lalu, ekonomi memang selalu membaik kan," tutur dia.

3 of 3

Banyak Libur, Okupansi Hotel di Bali Naik 80 Persen

Okupansi hotel di Bali naik drastis pada pekan ini. Hal tersebut terjadi karena banyak tanggal merah dan libur akhir pekan yang cukup panjang (long weekend) pada minggu ini.

Ketua Bali Hotel Association Ricky Darmika Putra menjelaskan, okupansi hotel di Bali pada pekan ini ini mencapai 80 persen.

"Iya, mulai sore ini rata-rata hotel di Bali mengalami kenaikan setelah pesta demokrasi. Rata-rata 75 persen bahkan sampai 80 persen," ujarnya Rabu (17/4/2019).

Seperti diketahui hari libur pekan ini ialah Rabu, Jumat, dan Sabtu-Minggu. Perayaan hari Paskah pun menopang permintaan hotel yang tinggi di Bali ini.

"Iya, juga untuk easter (paskah). Mulai dari 19,20, dan 21 April ini," ujarnya.

Meski begitu, dia mengungkapkan, kenaikan okupansi hotel di Bali tersebut masih didominasi oleh turis asing atau wisatawan mancanegara (wisman). "Lebih dominan wisman," ucap dia.

Lanjutkan Membaca ↓