Harga Emas Stabil karena Dolar dan Data Ekonomi Eropa

Oleh Nurmayanti pada 19 Apr 2019, 08:32 WIB
Ilustrasi Harga Emas (4)

Liputan6.com, New York - Harga emas dunia stabil mendekati level terendah dalam empat bulan di tengah kenaikan Dolar Amerika Serikat (AS) yang terdorong penguatan penjualan ritel AS. Ini mengimbangi melemahnya data ekonomi Eropa, yang menimbulkan kekhawatiran tentang kondisi pertumbuhan global.

Melansir laman Reuters, Jumat (19/4/2019, harga emas di pasar spot stabil pada posisi USD 1.274,16 per ounce, setelah jatuh ke level terendah sejak 27 Desember di posisi USD 1.270,63 pada awal sesi.

Harga logam mulia ini telah kehilangan lebih dari 1 persen dan berada pada jalur penurunan mingguan keempat berturut-turut.

Sementara harga emas berjangka AS turun 0,1 persen menjadi USD 1.276 per ounce. Sebagian besar pasar tutup pada Jumat Agung pada 19 April.    

"Harga emas naik sedikit pada akhir pekan seiring data manufaktur yang lemah dari zona euro, harga kemudian bertahan hari ini karena indeks dolar," kata Direktur RBC Wealth Management, George Gero.  

Kondisi bisnis di zona euro mulai bergerak pada kuartal ini dengan pertumbuhan yang tak terduga meski kemudian melambat lagi.

Dolar pun tercatat menguat terhadap enam mata uang setelah penjualan ritel AS meningkat paling tinggi dalam 1-1/2 tahun pada maret. Ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi meningkat pada kuartal pertama setelah awal yang salah.    

Dolar yang lebih kuat membuat emas lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.    

Investor juga memantau langkah pembicaraan antara Amerika Serikat dan China untuk menyelesaikan sengketa perdagangan. Keduanya berkeinginan untuk mengakhiri negosiasi pada awal Juni.

 

Ilustrasi Harga Emas Naik (4)
Ilustrasi Harga Emas Naik (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Adapun harga perak turun 0,1 persen menjadi USD 14,99 per ounce. Harga Platinum mencapai level tertinggi dalam sekitar satu minggu di USD 899,89 per ounce.

Harga Paladium naik 1 persen menjadi USD 1.415,51, setelah sebelumnya naik ke level tertinggi dalam dua minggu USD 1.421,01.

"Ekonomi China yang lebih kuat dapat menyebabkan permintaan naik tapi itu mungkin beberapa bulan ke depan. Defisit tentu saja masih ada tetapi ketidakseimbangan jangka pendek tampaknya mereda, "Kata Wong dari BMO.    

Pertumbuhan ekonomi China pada kuartal pertama tetap stabil pada 6,4 persen, melampaui ekspektasi untuk 6,3 persen, yang menurut analis bisa mendorong paladium melompat.

2 of 2

Harga Emas Kemarin

Harga emas menguat di awal sesi perdagangan dengan ada short covering di pasar berjangka dan sejumlah pembelian.

Sebelumnya pada perdagangan Selasa, harga emas sempat turun ke level terendah dalam hampir empat bulan pada Selasa. Pelaku pasar pun dalam beberapa minggu terakhir mengalirkan dananya ke bursa saham. Hal ini menekan harga logam termasuk emas.

Harga emas untuk pengiriman Juni bertahan hingga USD 1,9 per ounce atau ke posisi USD 1.279,10. Harga perak untuk pengiriman Mei di divisi Comex naik USD 0,065 ke posisi USD 14.795 per ounce. Berdasarkan data goldprice, harga emas di pasar spot 0,14 persen ke posisi USD 1.274 per ounce. Sedangkan di divsi Comex melemah ke posisi USD 1.272 per ounce.

 

 

Indeks saham Asia dan Eropa sebagian besar menguat. Sedangkan pada awal pembukaan, bursa saham Amerika Serikat (AS) sedikit naik dan dekati posisi tertinggi dalam enam bulan. Kemudian bursa saham AS pun melemah terbatas.

Selain itu, sentimen lainnya pengaruhi pergerakan harga emas yaitu laporan pertumbuhan ekonomi China yang naik 6,4 persen pada kuartal I 2019. Angka ini sedikit lebih baik dari perkiraan. Produksi industri dan penjualan ritel lebih kuat disebut sebagai pendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi.

 Tonton Video Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait