Habis Memilih, Lalu Apa?

Oleh Safir Senduk pada 18 Apr 2019, 18:00 WIB
Perencana Keuangan Safir Senduk.

 

Liputan6.com, Jakarta - Akhirnya selesai juga rakyat Indonesia menyelesaikan salah satu haknya sebagai warga negara, yaitu mengikuti Pemilu dan menjatuhkan pilihannya.

Harus diakui, Pemilu kali ini -terutama Pemilu Presiden- adalah salah satu Pemilu terheboh dalam sejarah Indonesia. Ya, media sosial yang memegang peranan paling besar di sini dalam menyebarkan segala macam berita, dari berita yang berdasarkan fakta sampai berita bohong.

Ini membuat suasana politik jadi agak sedikit tegang dalam beberapa bulan terakhir, sampai puncaknya pada pemilu kemarin.

Syukurlah, semua itu kini sudah selesai. Siapa presiden dan siapa wakil rakyat yang mewakili juga - walaupun belum diumumkan resmi - sudah ketahuan hasilnya.

Selamat.

Pertanyaannya sekarang: Sesudah memilih, lalu apa?

Tentu saja setelah ini akan ada Pengumuman Resmi Hasil Pemilu oleh KPU, Pelantikan Presiden Baru dan Pengumuman Susunan Kabinet.

Setelah itu, tentu saja rakyat Indonesia harus mengawal kinerja dari kabinet baru tersebut. Itulah yang harus dilakukan oleh rakyat, tentunya dengan bantuan media massa dan media sosial dalam menyampaikan berbagai macam informasi.

Dalam keuangan, saya sudah sering bilang bahwa - tidak hanya saat Pemilu - sebenarnya setiap hari kita sudah melakukan pilihan dalam hidup.

Siapa pasangan yang Anda pilih dalam hidup Anda misalnya, akan menentukan seperti apa gaya hidup Anda. Kalau Anda orang yang sederhana tapi dapat pasangan yang boros, maka seringkali borosnya pasangan Anda akan berpengaruh pada Anda dimana bisa saja Anda jadi ikut-ikutan boros.

Dimana Anda akan makan hari ini juga berpengaruh terhadap berapa uang yang Anda keluarkan. Anda memilih untuk berinvestasi atau tidak juga berpengaruh terhadap kekayaan Anda.

Produk Investasi apa yang Anda pilih juga berpengaruh terhadap besaran hasil investasi yang Anda dapatkan. Anda ambil asuransi atau tidak, akan menentukan berapa banyak uang yang harus Anda keluarkan bila terjadi musibah. Begitu seterusnya.

Tiap hari kita dihadapkan pada berbagai macam pilihan, bisa yang berhubungan dengan keuangan, bisa juga tidak. Setelah menjatuhkan pilihan, maka terjadilah efeknya, bisa baik bisa juga buruk.

Pertanyaannya sekarang, kalau Anda sudah memilih, terutama dalam soal keuangan, apa yang harus Anda lakukan? Berikut ini adalah tiga hal yang harus Anda lakukan sesudah memilih dalam hal apapun soal keuangan:

 

2 of 5

1. Optimis, tapi berjagalah untuk yang Terburuk

Merencanakan Dana Pendidikan Anak Semudah Menggenggam Smartphone
Ilustrasi mengatur keuangan.

Pertama, Anda harus percaya bahwa keputusan yang Anda ambil adalah yang terbaik. Katakan Anda baru saja memilih untuk membeli saham atau reksa dana tertentu, dan sudah Anda lakukan. Setelah melakukan pembelian, Anda harus percaya bahwa produk yang Anda ambil akan memberikan hasil yang baik, paling tidak yang memang sesuai dengan harapan.

Biar enak sih, ukuran ‘sesuai’ ini memang harus ditentukan. Katakan Anda baru saja mengambil reksa dana saham merk anu, ya berarti mungkin saja Anda harus bikin target bahwa produk itu bisa memberikan hasil 15 persen setahun misalnya.

Kalau setelah setahun dia bisa kasih 15 persen, berarti memang sudah sesuai dengan harapan. Tapi, jangan lupa bahwa Anda juga harus berjaga-jaga kalau dia hanya memberikan hasil 7 persen setahun.

Ingat, seringkali kecewa muncul karena Anda -secara tidak disangka- Anda mendapatkan hasil di bawah yang Anda targetkan, yang memang tidak Anda sangka-sangka sebelumnya.

Jadi biar tidak kecewa, masukkan dulu dalam mindset Anda bahwa bisa saja produk yang Anda ambil itu memberikan hasil di bawah 15 persen, jadi kalau itu benar-benar terjadi, Anda tidak akan kaget karena toh Anda sudah bersiap dulu.

Begitu juga dengan Asuransi. Kalau Anda habis mengambil Asuransi Jiwa, optimislah bahwa produk Asuransi Anda akan memberikan pelayanan yang terbaik, entah itu dalam soal klaim atau pemberian informasi yang mudah lewat Customer Service.

Tapi bisa saja di perjalanan, ternyata perusahaan asuransi Anda tidak memberikan pelayanan yang baik, bahkan seringkali sulit dalam memberikan klaim. Ya, ini berarti sejak awal, Anda tetap harus berjaga dan menduga bahwa bisa saja perusahaan asuransi Anda tidak akan memberikan hasil sesuai yang diharapkan.

Jadi kesimpulannya, setelah membeli produk keuangan, atau apapun itu yang berhubungan dengan keuangan, selalu optimislah dengan pilihan yang sudah Anda lakukan, tapi berjagalah kalau ternyata dia memberikan hasil tidak sesuai dengan yang Anda harapkan.

 

3 of 5

2. Pantau Rutin dengan Frekwensi Senggang

Uang
Ilustrasi uang (iStockphoto)

Katakan Anda punya uang menganggur. Anda yakin bahwa Anda tidak akan memakai uang itu selama setahun ke depan. Anda lalu membeli emas batangan 10 gram dengan harga - katakan - sekitar Rp 590 ribu per gram. Di hari yang sama, Anda langsung download aplikasi harga emas di handphone Anda.

Apa yang Anda lakukan? Mulai besoknya, setiap hari sebanyak 3 kali sehari Anda terus menerus memantau harga emas Anda. Beberapa kali malah lebih dari 3 kali sehari. Anda ingat bahwa kemaren harganya Rp 590 ribu, pagi ini kok masih Rp 590 ribu? Ah, mungkin siang nanti naik. Siang enggak naik juga. Tapi sore sudah naik jadi Rp 591 ribu.

Yess… Besoknya, di pagi hari, Anda buka aplikasi lagi, harganya Rp 591 ribu. Siang Anda cek, harganya naik lagi jadi Rp 592 ribu. Sore juga sama. Yesss..

Besoknya di pagi hari, Anda cek lagi. Harganya masih sama, Rp 592 robu. Tapi pas siang, lhoooo harganya kok turun jadi Rp 591 ribu lagi? Aaaah gimana ini? Sore, harganya tetap sama.

Besoknya Anda cek lagi, di pagi hari sudah naik kembali jadi Rp 592 ribu. Tapi siang turun lagi. Begitu seterusnya. Duh duh duh, kok rempong ya?

Ini saran saya buat Anda: kalau Anda memang yakin pada Produk Investasi yang Anda masuki, maka setelah membelinya, tidak usah pantau harganya tiap hari, apalagi sampai berkali-kali. Kenapa?

Pertama, kalau Anda pantau harganya tiap hari, apalagi sampai berkali-kali, Anda bisa jadi akan terbawa emosi, bahkan cenderung panik sehingga memutuskan untuk cepat menjual kembali produk investasi Anda. Kenapa?

Karena kalau harganya naik, Anda panik mau jual demi mendapatkan untung, tapi kalau harganya turun, Anda panik mau jual karena tidak mau rugi banyak.

Alasan kedua, kalau Anda pantau harganya tiap hari bahkan sampai berkali-kali, bisa jadi itu menunjukkan Anda kurang kerjaan. Ya, betul, kurang kerjaan. Karena bisa saja sehari-hari Anda adalah seorang karyawan yang punya pekerjaan yang harus diurus, atau mungkin Anda adalah pebisnis yang punya bisnis yang harus diawasi, atau Anda adalah ibu rumah tangga yang punya anak yang harus ditemani main dan rumah yang harus diurus.

Jadi saran saya, kalau Anda sudah beli produk investasi, yakinlah pada produk investasi Anda, tapi tidak usah memantau dengan frekwensi yang terlalu rapat, seminggu sekali, dua minggu sekali, bahkan pada beberapa produk investasi, sebulan sekali juga nggak apa-apa. Pikiran Anda dijamin akan lebih tenang.

 

4 of 5

3. Miliki Rencana Cadangan

masalah uang
Ilustrasi./Copyright unsplash.com/sharon mccutcheon

Apa yang terjadi kalau memang terjadi masalah pada produk keuangan yang Anda ambil? Anda mengambil sebuah Produk Investasi tapi ternyata - tidak saja hasilnya jelek, tapi - dia sudah tidak ada harapan lagi untuk bisa membaik?

Atau dia ternyata tidak terdaftar di OJK? Atau marketingnya ternyata membohongi Anda? Atau Anda ternyata tidak punya budget lagi untuk mengeluarkan uang secara rutin untuk bisa terus berinvestasi? Atau mendadak Anda butuh uang itu untuk membayar Pos Pengeluaran Besar yang sangat penting?

Yah, Anda sudah harus punya Rencana Cadangan tentang apa yang harus Anda lakukan kalau terjadi hal-hal diluar dugaan. Produk Investasi Anda memberikan hasil yang sangat jelek sehingga tidak bisa Anda tolerir lagi?

Mungkin Anda harus pindahkan ke produk merk lain. Tidak hanya produk keuangan sih. Bagaimana kalau Anda ternyata punya pasangan yang gaya hidupnya boros luar biasa? Didik dia supaya bisa mengubah karakter borosnya.

Kalau tidak bisa atau Anda tidak mau mengubahnya, ya tingkatkan penghasilan Anda supaya gaya hidup borosnya bisa tetap jalan terus. Anda terjun ke karir yang ternyata memberikan penghasilan yang mengecewakan?

Pelajari apa yang bisa Anda lakukan supaya penghasilan Anda bisa meningkat, seperti membuat sesuatu yang unik untuk meningkatkan brand Anda misalnya. Atau, ganti karir sekalian.

Tidak ada salah benar sebetulnya. Yang paling penting Anda punya Rencana Cadangan kalau-kalau hasil dari pilihan yang Anda lakukan tidak sesuai dengan harapan. Bukan begitu?

 

Perencana Keuangan Safir Senduk

Twitter & Instagram: @SafirSenduk

5 of 5

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by