Pasar Properti Bakal Pulih Usai Pilpres 2019

Oleh Liputan6.com pada 18 Apr 2019, 15:46 WIB
Indonesia Properti Expo 2019

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Ketut Budi Wijaya, mengatakan pihaknya berharap kondisi perekonomian domestik mengalami pemulihan pasca-pemilu 2019.

"Dengan suksesnya Pemilu 2019, kami berharap pasar dan ekonomi akan kembali pulih di kuartal ketiga dan keempat tahun ini. Demikian harapan dari direksi dan komisaris," kata dia saat ditemui, di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (18/4).

Menurut dia, pasar baru akan pulih pada kuartal ketiga dan keempat tahun. Pelaksanaan pemilu yang berjalan dengan lancar tentu memberikan sentimen positif kepada pelaku usaha, khususnya properti.

"Pasar baru pulih di kuartal ketiga dan keempat. Nggak secepat itu. Biasanya setelah pelantikan presiden yang baru. Biasanya setiap habis pemilu terjadi cycle naik dari permintaan dan semua orang optimis. Kan properti di-drive oleh optimisme," ungkapnya.

Dia pun menegaskan bahwa pada tahun ini pihaknya akan berfokus pada penyelesaian berbagai proyek yang telah dimulai Lippo.

"Sebagaimana disampaikan fokus tahun ini adalah konsolidasi. Tahun 2020 baru kami mulai dengan langkah-langkah yang ekspansif," jelas dia.

"Targetnya (tahun 2019) menyelesaikan seluruh proyek properti dan menyerahkan unit yang telah dipesan oleh pembeli," imbuhnya.

2 of 3

Tahun Politik Tak Hambat Bisnis Properti

Indonesia Properti Expo 2019
Pengunjung melintasi maket perumahan pada Indonesia Property Expo (IPEX) 2019 di Jakarta Convention Centre (JCC), Sabtu (2/2). Kegiatan yang digelar 2-10 Februari itu menargetkan penyaluran kredit baru senilai Rp 6 triliun. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, mengamati data Rumah.com Property Index dan data nasional, pasar properti nasional di tahun 2019 dipastikan akan lebih positif, melanjutkan tren yang telah terbentuk di sepanjang 2018.

Meski kepuasan terhadap upaya Pemerintah dalam menjaga harga hunian tetap terjangkau sedikit menurun, namun mayoritas merasa optimistis dengan iklim properti Indonesia saat ini. Kendati begitu, berbelitnya proses pengurusan KPR bisa menjadi penahan laju pasar properti nasional.

Kebijakan Pemerintah yang melonggarkan Loan To Value (LTV) atau uang muka membuka kesempatan bagi para pencari properti untuk membeli rumah dengan uang muka yang serendah-rendahnya.

Secara umum, pasar properti Indonesia di tahun ini tidak akan begitu terpengaruh dengan keadaan politik.

Pasar properti akan terus merangkak naik dan menuju pemulihan, sehingga ini merupakan kesempatan yang tepat untuk membeli properti. Baik untuk dihuni atau dipakai sendiri maupun sebagai sarana investasi.

Simak juga: Mau tahu kebutuhan konsumen properti saat ini? Temukan jawabannya dalam Riset Konsumen Properti di Rumah.com!

Senada, menurut pengembang PT Bakrie Swasakti Utama sebagai anak usaha Bakrieland Development Tbk (ELTY), situasi politik yang akan terus ramai hingga semester satu 2019 diyakini tak akan berdampak signifikan terhadap aktivitas penjualan.

“Sebab kami punya target pasar yang spesifik, sehingga kami tetap optimistis penjualan tiga proyek yang ada di kawasan Rasuna Epicentrum Kuningan, yakni The Masterpiece, The Empyreal serta Ocea Condotel, akan memenuhi target di tahun 2019,” kata Hermon Simanjuntak, Sales & Marketing Division Head PT Bakrie Swasakti Utama.

Ia melanjutkan, “Buktinya di Januari, empat unit apartemen telah terjual. Berbanding bulan yang sama tahun lalu, dimana hanya terjual 2 unit itu sudah bagus.”

The Masterpiece dan The Empyreal yang berada di megasuperblok terpadu Rasuna Epicentrum dibanderol dengan harga jual mulai Rp 3 miliaran. Terkini, unit di kedua apartemen hanya tersisa sekitar 5% dari total keseluruhan 463 unit.

Sementara Ocea Condotel ditawarkan mulai dari Rp 1 miliaran – Rp 2 miliaran. Kondotel ini mengusung konsep arsitektur modern, yang dibangun di atas lahan seluas 12.582 meter persegi dengan ketinggian 32 lantai dan berjumlah 324 unit.

“Ocea Condotel sangat ideal untuk ajang investasi, bisa digunakan investor sebagai penginapan pribadi namun dalam batas waktu tertentu. Pemiliknya bisa stay sampai 25 kali dalam satu tahun, mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku,” ujar Hermon.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓