Jack Ma Sebut Kerja Lembur Adalah Anugerah Besar

Oleh Siska Amelie F Deil pada 18 Apr 2019, 20:01 WIB
Jack Ma

Liputan6.com, Beijing - Pendiri Alibaba sekaligus miliarder Jack Ma terkenal sangat senang bekerja keras. Baru-baru ini ia memicu kontroversi setelah mengatakan bahwa para pemuda yang bekerja di perusahaan-perusahaan teknologi besar harus memandang budaya kerja lembur sebagai anugerah besar.

Dalam pesannya pada karyawan pekan lalu, Ma mengatakan bahwa banyak pekerja memiliki peluang yang rendah untuk bekerja dengan waktu ekstra. Jadi mereka yang bisa bekerja lembur dapat memperoleh manfaat lebih dari pekerjaannya.

"Secara personal, saya merasa bahwa mampu bekerja 996 (kode waktu kerja 72 jam per minggu) merupakan anugerah yang luar biasa," terangnya seperti dilansir dari CNBC, Rabu (17/4/2019).

Sebutan jadwal 996 itu mengacu pada bekerja dari pukul 9 pagi hingga 9 malam selama 6 hari per minggu.

Pengusaha e-commerce ini justru menambah kontroversi di tengah debat tentang keseimbangan, antara kehidupan pribadi dan pekerjaan, yang tengah tumbuh di antara para pegawai China beberapa pekan terakhir.

Bulan lalu, para aktivis di situs GitHub membentu kelompok diskusi yang disebut "996.ICU". Kode ini mengarah pada para karyawan yang bekerja dengan jadwal tersebut dan mengalami kelelahan hingga akhirnya harus dirawat di Intensive Care Unit (ICU).

"Banyak perusahaan dan karyawan yang tidak memiliki peluang untuk bekerja 996. Jika Anda tak bekerja dengan jadwal 996 saat masih muda, kapan Anda akan melakukannya," ujarnya.

Mantan guru yang kini menjadi miliarder itu mencatat bahwa dia dan para pendiri lain selalu menghabiskan banyak waktu untuk bekerja saat Alibaba baru pertama kali berdiri. Dia juga bertanya, jika Anda tidak menghabiskan lebih banyak waktu dan energi bagaimana Anda bisa sukses.

"Dibandingkan dengan mereka, hingga hari ini, saya masih merasa beruntung. Saya tak menyesalinya (bekerja 12 jam per hari), saya tak akan pernah mengubah bagian diri saya ini," tandasnya.

2 of 3

Jack Ma Ingin Pegawai Kerja 12 Jam per Hari, Kenapa?

Jack Ma Bicarakan Digital Ekonomi di Depan Delagasi IMF-Bank Dunia
Pendiri Alibaba Group Jack Ma dalam diskusi panel “Disrupting Development” Pertemuan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali pada Jumat (12/10). Jack Ma mengatakan “pebisnis tak punya rasa takut, kompetitor yang seharusnya takut”.Liputan6.com/Angga Yuniar

Miliarder sekaligus pendiri Alibaba, Jack Ma baru-baru ini menggemparkan dunia. Kali ini, ia datang dengan peraturan jam kerja bagi pegawainya yang begitu kontroversi.

Dilansir dari laman Forbes, Jack Ma ingin menerapkan 72 jam seminggu atau 12 jam kerja per hari kepada karyawannya. Jam kerja barunya ini dinamai dengan "9-9-6" ini berarti masuk dari jam 9 pagi dan pulang hingga jam 9 malam, dalam 6 hari seminggu.

Jack Ma mengatakan, seharusnya para karyawannya ini bersyukur karena mendapatkan kesempatan bekerja dan belajar yang cukup banyak. Ia pun menambahkan banyak perusahaan dan orang-orang yang tidak memiliki kesempatan untuk bekerja 996 ini.

"Jika Anda tidak bekerja 996 semasih muda, maka kapan lagi bisa mendapatkan kesempatan ini?" ujarnya.

Namun keputusan Jack Ma ini menimbulkan berbagai respon salah satunya respon menolak dan protes akan keputusan ini.

Sementara itu seperti dilansir dari laman Newshub, Undang-Undang Ketenagakerjaan China menyatakan bahwa seharusnya karyawan tidak bekerja lebih dari delapan jam sehari dan rata-rata tidak lebih dari 40 jam dalam seminggu. Meskipun lembur diperbolehkan namun itu hanya bisa 18 jam per minggunya hingga maksimum 36 jam per bulan.

3 of 3

Bukan Hanya Jack Ma, Ada Beberapa Perusahaan yang Menerapkan Ini

Jack Ma (Andrew Burton/Getty Images)
Jack Ma (Andrew Burton/Getty Images)

Beberapa karyawan Jack Ma telah menyuarakan protesnya dalam GitHub pada Maret lalu mengenai 9-9-6 ini, dan protesnya ini pun berkembang menjadi viral.

Mereka mengatakan dengan jam kerja 9-9-6 ini sama saja membuat mereka masuk ke ICU (unit perawatan intensif).

Ternyata bukan hanya Jack Ma sajalah yang menerapkan sistem jam kerja seperti ini. GitHub membuat daftar perusahaan yang menerapkan sistem ini setelah beberapa karyawan Jack Ma menyuarakan protes mereka.

Adapun beberapa perusahaan tersebut diantaranya, Allibaba, pembuat drone DJI, dan Bytedance perusahaan di balik aplikasi TikTok.

Lanjutkan Membaca ↓