Pengusaha Ingin Presiden Terpilih Harus Adil terhadap Peritel Besar dan UKM

Oleh Ayu Lestari Wahyu Puranidhi pada 18 Apr 2019, 11:30 WIB
Diperbarui 18 Apr 2019, 11:30 WIB
20151217-Kemendag Wajibkan Peraturan SNI Kepada Pengusaha Ritel
Perbesar
Suasana di pusat perbelanjaan di Tangerang, Banten, (16/12). Aturan pencantuman tersebut selain bagi importir atau produsen, juga diwajibkan bagi pedagang pengumpul. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Pemilu 2019 memang telah usai tapi ini belum sepenuhnya berakhir karena hasil penghitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum selesai. Beberapa lembaga survei turut melakukan penghitungan cepat atau quick count.

Sejauh ini, perhitungan cepat dari beberapa lembaga survei memenangkan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Tentunya pemilu ini menimbulkan sejumlah harapan bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya harapan sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Wakil Ketua Aprindo, Tutum Rahanta mengatakan, tidak mempermasalahkan siapa pun yang menang dan akan menjadi presiden Indonesia untuk lima tahun mendatang.

Hanya saja ia berpesan, siapapun presiden yang terpilih dapat memenuhi segala kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Selain itu, ia juga berharap presiden yang terpilih dapat adil terhadap peritel besar maupun usaha kecil menengah (UKM).

 

2 dari 4 halaman

Aprindo Berharap Presiden Terpilih Dapat Memberi Rasa Aman

Ilustrasi supermarket (iStock)
Perbesar
Ilustrasi supermarket (iStock)

"Siapapun presiden nantinya, semoga dapat memberikan rasa aman, damai, nyaman dan tentram," tambahnya saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Tidak hanya itu saja Tutum juga berharap kepada presiden yang terpilih nantinya agar dapat mengayomi keseluruhan masyarakat.

Ia pun berpesan kepada masyarakat agar bersabar dan untuk tidak terprovokasi atas hasil yang belum resmi.

"Saya rasa pemilu sudah usai, sekarang tinggal sabar tunggu hasil resminya dari KPU. Semoga masyarakat tidak terpecah belah karena informasi-informasi yang belum pasti," ujar dia.

 

3 dari 4 halaman

Menko Darmin: Investor Bakal Masuk Indonesia Usai Pilpres 2019

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution
Perbesar
Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution saat menjadi pembicara dalam acara Bincang Ekonomi di Liputan6.com di SCTV Tower, Jakarta, Kamis (2/3). (Liputan6.com/Fatkhur Rozaq)

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menyebutkan selesainya pemilihan presiden (pilpres) akan mengembalikan lagi kepercayaan investor pada kondisi perekonomian dan pasar di Indonesia.

Kendati demikian dia menyatakan selesainya pilpres yang dimaksud adalah sampai keluar pengumuman resmi siapa yang terpilih menjadi presiden apakah itu Jokowi ataukah Prabowo. Hal tersebut saat ini tengah ditunggu oleh para investor.

"Tentu akan membuat orang menjadi lebih pasti dan lebih jelas. tapi ya itu harus selesai dulu pemilunya benar-benar hasilnya maksud saya. Itu kemudian tentu saja akan membuat orang (investor) mengambil keputusan ya," kata Menko Darmin saat ditemui usai mencoblos di TPS 20 Kompleks Liga Mas, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu, 17 April 2019.

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) tersebut menegaskan meski ada aksi menunggu atau wait and see namun kondisi iklim investasi di Indonesia masih cukup bagus dan tidak mengalami masalah yang berarti sebagai dampak dari adanya pilpres tersebut.

Kondisi tersebut juga didukung oleh tingkat konsumsi yang bagus di dalam negeri atau domestik.

"Investasi sebenarnya masih oke, data kita menunjukkan masih bergerak antara 6,7 dengan 7 persen pertumbuhannya ya. Konsumsi rumah tangga juga masih oke, itu bergerak antara 5 - 5,1 persen," ujar dia.

 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓