Cegah Penipuan, Edukasi Cryptocurrency Perlu Ditingkatkan

Oleh Arthur Gideon pada 16 Apr 2019, 11:15 WIB
Diperbarui 16 Apr 2019, 12:16 WIB
Bitcoin

Liputan6.com, Jakarta - Pesatnya pertumbuhan berbagai jenis produk investasi tanpa dibarengi dengan edukasi yang memadai bagi masyarakat amat mengkhawatirkan karena rentan terhadap aksi penipuan. Padahal produk investasi menjadi salah satu alternatif untuk melindungi aset dari penurunan nilai akibat inflasi.

Melalui investasi, masyarakat dapat mempersiapkan kebutuhan di masa depan dengan memanfaatkan dana yang dimiliki saat ini.

Di Indonesia, masyarakat belum banyak yang melek investasi sehingga perlu waktu cukup lama untuk menumbuhkan minat investasi khususnya bagi kaum muda.

Saat ini, kebanyakan masyarakat Indonesia baru sekadar mengenal investasi dengan menabung di perbankan. Salah satu pilihan investasi yang sedang naik daun adalah investasi aset digital atau cryptocurrency.

Hingga saat ini terdapat lebih dari 2000 jenis aset crypto yang telah tersebar di seluruh dunia. Namun sayangnya, di beberapa negara perkembangan teknologi cryptocurrency tidak selalu dibarengi dengan pemahaman literasi yang seimbang. Kurangnya kegiatan sosialisasi diikuti dengan minimnya minat baca dan riset menjadi penyebab utamanya.

Dengan jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 260 juta jiwa, investor aset digital di Indonesia masih berada di angka hampir 2 juta orang, sedikit lebih besar dari angka investor saham.

"Melihat angka ini, kami meyakini bahwa potensi kenaikan jumlah investor di Indonesia akan semakin bertambah kedepannya jika dibarengi dengan edukasi yang memadai. Edukasi ini sangat penting mengingat banyaknya aksi penipuan berkedok investasi yang belakangan marak terjadi," ujar Milken Jonathan, Founder dan CEO Bitocto Indonesia, di Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Investasi cryptocurrency tidak membutuhkan modal yang besar sehingga siapapun bisa memulai untuk berinvestasi. Semisal di Bitocto, dengan modal Rp 50 ribu siapapun bisa mulai melakukan aktivitas transaksi.

 

2 of 4

Peluang Masih Besar

Bitcoin
Ilustrasi Bitcoin (iStockPhoto)

Sebagai aset yang tergolong masih cukup muda, peluang investasi crypto masih cukup besar terlebih ditambah dengan kapitalisasi pasar yang lebih kecil jika dibandingkan dengan produk investasi lainnya.

Selain itu, Bitcoin cs juga melindungi aset investor terhadap inflasi dan terdapat pasokan maksimum, dimana demand sewaktu-waktu dapat meningkat, sedangkan supply tetap terjaga di angka yang sama.

Di Indonesia, pelaku industri crypto bukan hanya berasal dari industri dalam negeri saja, sejumlah exchanger asing juga mulai masuk ke Indonesia karena meyakini Indonesia sebagai salah satu pasar yang cukup potensial di masa mendatang.

 

3 of 4

Kerja Sama Edukasi

Bitcoin
Bitcoin

Pemerintah tentu perlu bekerjasama dengan pelaku industri, asosiasi dan perguruan tinggi dalam melakukan kegiatan edukasi kepada masyarakat.

Hal lainnya yang juga tak kalah penting untuk disampaikan kepada masyarakat adalah sosialisasi terkait kepastian hukum dari aset digital ini. Kepastian hukum menjadi salah satu barometer sejauhmana keberadaan investasi telah diakui oleh pemangku kebijakan di Indonesia.

Pada hakikatnya, edukasi investasi jenis apapun amat dibutuhkan mengingat pertumbuhan teknologi yang tidak dapat dibendung dari hari ke hari, sehingga diharapkan edukasi tersebut nantinya dapat meminimalisir aksi penipuan yang masih marak terjadi di kalangan masyarakat luas. Kontak

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓