Kredit Kendaraan Listrik di BRI Banjir Tawaran Diskon dan Promo

Oleh Athika Rahma pada 15 Apr 2019, 13:28 WIB
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BRI meluncurkan program kredit kepemilikan kendaraan bermotor (KKB) untuk kendaraan listrik. Liputan6.com/Athika

Liputan6.com, Jakarta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BRI meluncurkan program kredit kepemilikan kendaraan bermotor (KKB) untuk kendaraan listrik. Dengan KKB ini, masyarakat bisa lebih mudah memiliki kendaraan listrik (Low Carbon Emission Vehicle/LCEV).

Untuk meningkatkan minat masyarakat memiliki LCEV, KKB BRI dihadirkan dengan beragam promo dan diskon, seperti bunga yang bersaing dan jangka waktu pembayaran yang panjang.

"Khusus untuk KKB ini, bunganya 3,8 persen per tahun dengan tenor 6 tahun. Sengaja kita tambah setahun, yang biasanya KKB 5 tahun ini 6 tahun," ujar Direktur Konsumer BRI Handayani di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Bukan hanya dari BRI, promo juga datang dari PT PLN (Persero) yang memberikan fasilitas tambah daya gratis 100 persen untuk mobil listrik dan 75 persen untuk motor listrik.

Kemudian, BMW Astra sebagai salah satu Agen Pemegang Merek (APM) yang memproduksi LCEV juga akan menanggung asuransi mobil secara gratis selama 1 tahun.

Mobil listrik yang dibeli calon konsumen juga nantinya akan dilengkapi alat pengisi daya (charger) gratis.

2 of 2

BRI Luncurkan Kredit Mobil Ramah Lingkungan

PT Bank Rakyat Indonesia meluncurkan program kredit kepemilikan kendaraan bermotor (KKB) untuk kendaraan listrik. Liputan6.com/Athika
PT Bank Rakyat Indonesia meluncurkan program kredit kepemilikan kendaraan bermotor (KKB) untuk kendaraan listrik. Liputan6.com/Athika

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BRI luncurkan pembiayaan kendaraan emisi karbon rendah (Low Carbon Emission Vehicle/LCEV), termasuk kendaraan listrik melalui Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) BRI. Hal ini untuk mendukung terciptanya pembangunan ekonomi rendah karbon,

Dalam peluncuran KKB ini, BRI menggandeng Mercedes Benz, BMW, Nissan, Mitsubishi dan Agen Pemegang Merek (APM) lainnya. Para APM ini sudah siap menjual kendaraan listrik di Indonesia.

Direktur Konsumer BRI, Handayani menyatakan, BRI melihat perkembangan kendaraan listrik di Indonesia cukup potensial. 

"Fasilitas pembiayaan ini merupakan upaya BRI untuk mendukung terciptanya green environment melalui pengurangan emisi gas rumah kaca, salah satunya dengan penggunaan kendaraan listrik. BRI melihat hal ini sebagai peluang yang besar, dan sekarang bergerak ke arah tersebut dengan meluncurkan fasilitas pembiayaan," ujar dia di Gedung BRI I, Senin (15/4/2019).

Adanya KKB BRI mendukung komitmen pemerintah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen secara mandiri dan 41 persen dengan bantuan internasional pada 2030. Ditargetkan pada 2025, 20 persen jumlah kendaraan yang diproduksi di Indonesia adalah kendaraan ramah lingkungan.

Sementara, KKB BRI sendiri tumbuh sebesar 39,27 persen year on year dengan nilai transaksi sebesar Rp 3,7 triliun.

Diharapkan KKB untuk kendaraan ramah lingkungan ini dapat meningkatkan pertumbuhan KKB BRI secara keseluruhan.

 

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait