IHSG Diprediksi Terkoreksi Jelang Pemilu

Oleh Bawono Yadika pada 15 Apr 2019, 06:40 WIB
Diperbarui 15 Apr 2019, 07:16 WIB
20151102-IHSG-Masih-Berkutat-di-Zona-Merah-Jakarta

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan terkoreksi pada perdagangan saham Senin (15/4/2019).

Analis PT Artha Sekuritas Juan Oktavianus Harahap menilai, kemungkinan IHSG diperdagangkan pada level support dan resistance di 6.389-6.452.

"Mendekati pemilu, secara historis IHSG cenderung volatile dan pelaku pasar akan berhati-hati," ucapnya di Jakarta.

Meski begitu, dia menambahkan, IHSG secara teknikal memasuki pola konsolidasi dengan candle berada di area lower Bollinger band sehingga ada kemungkinan rebound di area support.

Seirama, Head of Research PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat mengungkapkan, IHSG akan bergerak melemah dengan menguji support dengan range 6350-6425.

Adapun saham yang laik dibeli menurutnya ialah saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).

Sedangkan Juan menganjurkan saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) serta PT Vale Indonesia Tbk (INCO)

2 of 4

Laju IHSG Lesu pada Pekan Kemarin

Tiupan Terompet Warnai Penutupan IHSG 2018
Karyawan memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2018 di Kantor BEI, Jakarta, Jumat (28/12). Presiden Joko Widodo atau Jokowi menutup langsung perdagangan IHSG 2018. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah selama sepekan kemarin. Aliran dana investor asing cenderung stabil.

Mengutip laporan PT Ashmore Assets Management Indonesia, Sabtu (13/4/2019), IHSG merosot 1,07 persen dari posisi 6.474 pada Jumat, 5 April 2019 menjadi 6.405 pada Jumat 12 April 2019. Saham-saham kapitalisasi besar masuk indeks saham LQ45 cenderung turun sekitar 1,25 persen selama sepekan.

Investor asing beli saham USD 120 juta atau sekitar Rp 1,69 triliun (asumsi kurs Rp 14.102 per dolar AS).

Sementara itu, indeks obligasi susut 0,19 persen didorong kekhawatiran pelaku pasar terhadap defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal I 2019. Imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun cenderung mendatar di kisaran 7,69 persen. 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah ke posisi 14.120. Hingga Selasa, investor asing beli obligasi mencapai USD 100 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun. Sejumlah sentimen pengaruhi pasar keuangan global termasuk laju IHSG pada pekan ini.

 

3 of 4

Eksternal

Awal 2019 IHSG
Pengunjung melintas dekat layar monitor pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (2/1). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan saham 2019 menguat 10,4 poin atau 0,16% ke 6.204. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dari eksternal, sentimen perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China masih menjadi perhatian pasar.

Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin menuturkan, antara AS dan China banyak setuju untuk mekanisme penegakan kesepakatan perdagangan. Kedua belah pihak juga akan membangun "enforcement offices" untuk menangani masalah yang berkelanjutan.

Akan tetapi, belum jelas ketentuan mana dari perjanjian perdagangan yang akan ditegakkan dan seberapa besar kekuatan AS harus memberikan sanksi jika China ingkari perjanjian.

Para pemimpin perusahaan pun mengamati seksama untuk melihat bagaimana persis AS akan memastikan China memegang komitmennya.

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by