Sandiaga Ingin Industri E-Sport RI Kuasai Pasar Dunia

Oleh Septian Deny pada 13 Apr 2019, 22:03 WIB
Banner Infografis Debat Pamungkas Jokowi-Ma'ruf Vs Prabowo-Sandiaga

Liputan6.com, Jakarta Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Uno menyatakan, perkembangan e-sport ‎akan menjadi peluang besar bagi Indonesia mengembangkan ekonomi di dalam negeri.

‎"E-sport merupakan salah satu sektor yang sangat berkembang seiring dengan perkembangan digital ekonomi. Kita punya peluang untuk ciptakan produk e-sport yang kuasai pasar dunia. Karena ekonomi kreatif ini berkembang dengan anak-anak muda indonesia yang hebat-hebat sekali," ujar dia di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019)

Sandi menyatakan, generasi muda Indonesia ini akan menjadi kunci bagi Indonesia dalam pengembangan ekonomi kreatif khususnya terkait dengan e-sport. Tugas pemerintah, menurut dia, hanya tinggal memfasilitasinya.

"Kuncinya, pemerintah harus memfasilitasi, karena kita tidak bisa regulasi industri yang berkembang dengan cepat‎. Jangan sampai indonesia dengan pasar yang besar hanya diserbu produk ekspor," kata dia.

Sandi menyebut, pihaknya telah menyiapkan Rumah Siap Kerja yang akan menjadi wadah bagi para anak muda Indonesia untuk bisa menciptakan produk-produk e-sport yang mendunia.

"Kita melalui Rumah Siap Kerja akan buat event pelatihan.‎ Tapi jangan sampai perkembangan e-sport ini mempengaruhi anak muda kita tidak memiliki akhlakul kharimah," tandas dia.

2 of 3

Janji Buka Lapangan Kerja dan Turunkan Harga Pangan, Sandiaga Yakin Menang

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno saat Debat Kelima Pilpres 2019. (Liputan6.com)
Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno saat Debat Kelima Pilpres 2019. (Liputan6.com)

Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2 Sandiaga Uno dalam debat pamungkas kelima langsung membuka topik pembicaraan dengan menyampaikan visi misi jika menang nanti.

Dia pun menjanjikan jika saat memimpin bersama Prabowo akan membuka banyak lapangan kerja dan menjaga harga bahan pokok.

"Dengan program kami yang membuka lapangan kerja dan menjaga harga bahan pokok kita yakin bisa menang," kata Sandiaga di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Dijelaskannya, dari hasil kunjungan ke 1.500 titik Indonesia, banyak ibu-ibu rumah tangga yang mengeluhkan tingginya sejumlah harga bahan pokok.

Bahkan Sandi menyebutkan salah satu nama ibu-ibu rumah tangga yang pernah berbincang dengannya, yakni Nurjanah.

"Kami melihat dan mendengar langsung dari masyarakat bahwa kita perlu kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas," tegasnya.

"Sekarang kami sebut pertumbuhan ekonomi jebakan 5 persen dikeluhkan ibu Nurjanah, ibu itu katakan sekarang pembeli yang datang ke tokonya sepi," tambah Sandiaga.

3 of 3

Sandiaga Uno Tuding Lapangan Kerja Tak Tercipta di Era Jokowi, Faktanya?

Sandiaga Uno
Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyapa para pendukung dalam kampanye akbar Prabowo-Sandi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (7/4). Sejumlah tokoh nasional pendukung Prabowo - Sandiaga pun turut hadir. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Calon wakil presiden Sandiaga Uno menuding bahwa tidak ada lapangan kerja yang tercipta di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ini ia ungkapkan pada pernyataan pembukanya di debat pilpres 2019 yang terakhir.

"Lapangan pekerjaan belum terciptakan. Pertumbuhan 5 persen yang sekarang kita sebut jebakan 5 persen," ujar Sandiaga di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2019).

Faktanya justru sangat berbeda dari klaim Sandiaga. Pasalnya, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sudah menciptakan 10 juta lapangan kerja.

"Penciptaan lapangan kerja dalam empat tahun terakhir sudah lebih dari 10 juta," ujar Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri pada Rabu 10 April 2019.

Pencapaian 10 juta lapangan kerja itu juga baru terjadi. Terhitung pada akhir 2018 lalu, pemerintah berhasil menciptakan 8,7 lapangan kerja. Hal itu pun menandakan terpenuhinya janji Joko Widodo pada kampanye tahun 2014.

Alhasil, menurut BPS penganguran turun menjadi 5,34 pesen saja. Angka itu juga termasuk terendah dalam kurun waktu 1998-2018.

Lanjutkan Membaca ↓