Berdayakan Perempuan: Jokowi Andalkan Mekaar, Sandiaga Banggakan OK OCE

Oleh Athika Rahma pada 13 Apr 2019, 21:45 WIB
Moment Keakraban Dua Calon Presiden Usai Debat Pilpres 2019

Liputan6.com, Jakarta - Debat Pilpres 2019 terakhir yang dihelat malam ini, Sabtu (13/4/2019) membahas isu ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi. Pada saat memaparkan isu kesejahteraan sosial, pertanyaan yang diajukan menyangkut partisipasi perempuan dalam dunia kerja serta adanya diskriminasi antara laki-laki dan perempuan.

Pertanyaan ini ditujukan pada pasangan calon (paslon) nomor urut 02, Prabowo-Sandi. Prabowo Subianto menyatakan partisipasi kaum perempuan sangat vital dan kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karenanya, kebijakan nantinya akan benar-benar ditujukan pada perempuan.

"Kita pernah memiliki presiden perempuan, dan sekarang dalam kampanye pemilu ini, peranan kaum emak-emak sangat besar. Dengan demikian, pasti kebijakan-kebijakan dan undang-undang akan benar-benar mencerminkan kepentingan mereka," ungkap Prabowo di Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Strategi paslon nomor urut 02 dilengkapi oleh pernyataan Sandiaga Uno. Dia menyatakan, perempuan menginginkan kebijakan yang lebih berpihak untuk membantu kegiatan perekonomian mereka dan program OK OCE adalah jawabannya.

"Dua pertiga ekonomi keluarga ditopang dari kegiatan perempuan, contohnya seperti usaha rumahan. Kami melihat di OK OCE, perempuan itu luar biasa. Kewirausahaan dan lapangan kerja bisa didorong dengan OK OCE, jadi saya rasa OK OCE sudah pasti jadi solusinya," ujar Sandi.

2 of 3

Jokowi-Ma'aruf Pamer Mekaar

Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin saat Debat Kelima Pilpres 2019. (Liputan6.com)
Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin saat Debat Kelima Pilpres 2019. (Liputan6.com)

Paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'aruf tidak mau kalah. Menanggapi hal itu, Jokowi membanggakan program Mekaar andalannya yang dinilai sudah memiliki bukti nyata mensejahterakan perempuan.

"Kita memiliki program Mekaar dari PNM. Sudah 4 tahun berjalan ini ada 4,2 nasabah. Kemudian ada juga program UMi hampir 2 tahun berjalan sudah ada 1,1 juta nasabah, khusus mikro, lebih kecil lagi. Bank Wakaf juga sama, hampir 90 persen nasabahnya perempuan," ungkap Jokowi.

Maaruf Amin juga menambahkan, visi dan misi paslon nomor urut 01 adalah mengutamakan kesetaraan gender. Bukan hanya Mekaar, UMi dan Bank Wakaf, paslon 01 akan mengembangkan DeWi (Desa Wisata) dan DeDi (Desa Digital).

"Saya tahu ini nasabah Bank Wakaf ini hampir semuanya perempuan, ibu-ibu merasa tertolong dan bangga, jadi kami akan terus bangun dan kembangkan ini di desa-desa. Ke depannya kami juga akan kembangkan DeWi-DeWi dan De-Di De-Di," ujar Ma'aruf.

Debat ditutup oleh tanggapan dari Sandiaga Uno yang menyatakan perempuan Indonesia sudah sangat terbantu dengan adanya OK OCE, karena program ini bukan hanya memberi kesempatan berwirausaha tapi juga memberikan pendampingan serta akses menuju permodalan.

"Ibu-ibu (di OK OCE) juga dibantu pendampingan dan perizinan lewat OK OCE, setelah itu pemasaran, packaging dan administrasi keuangan supaya ibu-ibu bisa mengatur cash flow serta adanya akses permodalan, itulah yang paling penting," tutup Sandiaga.

3 of 3

Jokowi Andalkan Program Mekaar untuk Pemberdayaan Perempuan

Calon Presiden nomor urut 01 Jokowi dalam Debat Kelima Pilpres 2019. (Liputan6.com)
Calon Presiden nomor urut 01 Jokowi dalam Debat Kelima Pilpres 2019. (Liputan6.com)

Calon Presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 Ma’ruf Amin memaparkan sejumlah program untuk meningkatkan partisipasi perempuan sehingga berkontribusi terhadap perekonomian.

Jokowi menuturkan, selama empat tahun ini ada progam membina ekonomi keluarga sejahtera (Mekaar) yang membantu kaum perempuan yang tidak memiliki modal untuk membuka dan mengembangkan usahanya.

Saat ini nasabah Mekaar sudah mencapai 4,2 juta nasabah. Pihaknya menargetkan jumlah nasabah mencapai 10 juta nasabah.

"Kami memiliki program Mekaar dari PNM sudah tahun ini 4,2 juta nasabahnya targetnya sekarang Rp 10 juta," kata dia.

Jokowi menuturkan, ada pendampingan juga terhadap nasabah yang sudah berjalan empat tahun ini. Adapun pinjaman yang diberikan sekitar Rp 2 juta-Rp 3 juta. "Kalau lebih dari Rp 10 juta ini untuk KUR dengan bunga 7 persen," ujar dia.

Selain itu, ada juga program pembiayaan ultra mikro (UMi) untuk membantu ekonomi masyarakat.

“Berkaitan dengan UMi selama 1,5 thn ada 1,1 juta nasabah. Ultra mikro lebih kecil lagi. Apabila jalan ini sudah koreksi sehingga wanita bisa produktif. Bank wakaf juga sama, hampir 90 persen nasabahnya,” kata dia.

Selain itu, calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin menambahkan, saat ini ada kredit usaha mikro dan bank wakaf mikro di pesantren untuk membantu masyarakat terutama perempuan. Ini diharapkan dapat membantu ekonomi dan memberdayakan perempuan.

"Bahkan sudah beribu-ribu ibu merasa tertolong, merasa bangga. Bukan hanya cita-cita. Akan kami teruskan kembangkan di desa-desa. Kami akan ciptakan namanya itu Dewi dan Dedi. Dewi itu desa wisata. Dan dedi itu yaitu desa digital," tutur dia.

Lanjutkan Membaca ↓