Prabowo Ingin RI Tiru China Atasi Masalah Kemiskinan

Oleh Septian Deny pada 13 Apr 2019, 21:01 WIB
20161006-rakyat miskin-jakarta-FF5

Liputan6.com, Jakarta Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto menyatakan Indonesia harus mencontoh China dalam mengatasi masalah kemiskinan. Negeri Tirai Bambu tersebut dinilai berhasil menghilangkan kemiskinan dalam 40 tahun terakhir.

"Kita harus contoh China, dalam 40 tahun China menghilangkan kemiskinan. Kita harus berani belajar dari yang hebat. Saya tidak menyalahkan Pak Jokowi, ini kesalahan kita semua," ujar dia dalam Debat ke-5 di Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Prabowo mengungkapkan, Indonesia selama ini salah arah dalam membangun ekonomi. Ini yang harus segera dikoreksi.

‎"Jadi kembali lagi, saya terus terang saja, saya tidak menyalahkan Pak Jokowi. Ini kesalahan kita sebagai bangsa. Ini sudah berjalan belasan tahun tapi harus berani kita koreksi," kata dia.

Menurut Prabowo, bangsa Indonesia harus kembali berpegangan pada Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, khususnya pasal 33 di mana seluruh kekayaan alam Indonesia harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

"Kita ini salah jalan, harus kembali ke UUD 45 pasal 33. Kita harus berani pembangunan industrialisasi, ciptaan lapangan kerja, lindungi petani, kita semua harus bertanggung jawab," tandas dia.

2 of 2

Janji Buka Lapangan Kerja dan Turunkan Harga Pangan, Sandiaga Yakin Menang

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno saat Debat Kelima Pilpres 2019. (Liputan6.com)
Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno saat Debat Kelima Pilpres 2019. (Liputan6.com)

Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2 Sandiaga Uno dalam debat pamungkas kelima langsung membuka topik pembicaraan dengan menyampaikan visi misi jika menang nanti.

Dia pun menjanjikan jika saat memimpin bersama Prabowo akan membuka banyak lapangan kerja dan menjaga harga bahan pokok.

"Dengan program kami yang membuka lapangan kerja dan menjaga harga bahan pokok kita yakin bisa menang," kata Sandiaga di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Dijelaskannya, dari hasil kunjungan ke 1.500 titik Indonesia, banyak ibu-ibu rumah tangga yang mengeluhkan tingginya sejumlah harga bahan pokok.

Bahkan Sandi menyebutkan salah satu nama ibu-ibu rumah tangga yang pernah berbincang dengannya, yakni Nurjanah.

"Kami melihat dan mendengar langsung dari masyarakat bahwa kita perlu kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas," tegasnya.

"Sekarang kami sebut pertumbuhan ekonomi jebakan 5 persen dikeluhkan ibu Nurjanah, ibu itu katakan sekarang pembeli yang datang ke tokonya sepi," tambah Sandiaga.

Tonton Video Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by