KCI: Penyesuaian Jalur Kereta Jatinegara-Cakung Tak Lebih 2 Hari

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 12 Apr 2019, 12:53 WIB
Diperbarui 12 Apr 2019, 16:16 WIB
20160208-Proyek Rel Ganda KRL Jalur Cikarang-Manggarai Selesai 2017

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta-Banten Direktorat Jendral Perkeretaapian mulai mengoperasikan double-double track (DDT) untuk lintas Jatinegara-Cakung sepanjang 9,5 km pada Jumat ini.

Sebagai dampak penyesuaian dari pembukaan DDT ini akibatnya perjalanan KRL pagi ini sedikit terganggu. Beberapa keberangkatan KRL terpaksa tertunda dan mengakibatkan penumpukan di sejumlah setasiun.

"Penyesuaian ini kita lakukan secepatnya. Tidak lebih dari 2 hari. Jakarta ini KRL hampir 1.000 perjalanan. Untuk mengutamakan keselamatan adalah prinsip kami. Ini akan diperbaiki terus-terusan dan pola operasi di-update," kata VP Corporate Commnunication PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Anne Purba di Stasiun Jatinegara, Jumat (12/4/2019).

Untuk itu Anne meminta kepada para calon penumpang untuk terus mengkases informasi mengenai KRL ini baik melalui aplikasi atau melalui media sosial KCI.

Anne meyakinkan kepada para pengguna KRL, bahwa keterlambatan ini hanyalah bersifat sementara. Ke depannya, dipastikan perjalanan KRL akan lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Dengan dioperasikannya DDT ini maka jalur perjalanan KRL dengan kereta jarak jauh akan dipisahkan.

"Kami mohon maaf. Ini sudah 17 tahun dikerjakan dan ini sejarah. Mungkin ada masyarakat marah tapi ini untuk masa depan transportasi. demi KRL dan jarak jauh lancar," pungkasnya.

2 dari 4 halaman

Proyek Jalur Kereta Ganda Manggarai-Bekasi Ditargetkan Rampung di 2021

Stasiun Cakung Mulai Uji Coba Layani Pengguna Jasa KRL
Kereta berhenti di Stasiun Cakung, Jakarta, Selasa (9/10). Modernisasi Stasiun Cakung guna mendukung modernisasi Double-Double Track (DDT) Manggarai-Cikarang demi meningkatkan kapasitas dan pelayanan penumpang. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sebelumnya, proyek double-double track (DDT) atau jalur ganda Manggarai-Bekasi ditargetkan rampung pada 2021.

Kepala Balai Teknik Jakarta Banten Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Jumardi mengatakan, proyek DDT Manggarai Bekasi ini akan terdiri dari 8 stasiun yang telah dan akan dimodernisasi.

Itu antara lain terdiri dari stasiun Manggarai, stasiun Jatinegara, stasiun Klender, stasiun Buaran, stasiun Klender baru, stasiun Cakung, stasiun Kranji, dan stasiun Bekasi. 

"2021 modernisasi maka DDT bisa full Manggarai-Bekasi. Harapannya jangka panjang kita lihat seperti apa pola operasinya, mungkin bisa sampai Cikarang," tutur dia di Jakarta, Senin (8/4/2019).

Dia menjelaskan, tahun ini pihaknya akan melakukan tender tahap II untuk memperluas proyek pembangunan DDT. Pembangunan DDT sampai saat ini sudah sampai stasiun Cikarang.

"Tahun ini kita lakukan tender tahap II supaya lebih besar lagi. Kita bangun juga depo Cipinang diperuntukan depo lokomotif juga akomodir kereta. Bekasi-cikarang kita elektrifikasi dan dioperasikan 2017," jelasnya.

 

3 dari 4 halaman

Modernisasi Stasiun

APBN untuk Infrastruktur 2019 Naik 1,04 Persen
Suasana pembangunan stasiun LRT di kawasan Ciracas, Jakarta, Sabtu (23/3). Pada tahun 2019, pemerintah menganggarkan dana APBN untuk infrastruktur sebesar Rp415 triliun, naik 1,04% dari anggaran infrastruktur tahun sebelumnya. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Adapun sebagai informasi, Kementerian Perhubungan dalam rangka mendukung operasional jalur Ganda (DDT) juga telah menyelesaikan modernisasi 5 stasiun. Kelimanya yaitu Stasiun Klender, Stasiun Klender Baru, Stasiun Buaran, Stasiun Cakung dan Stasiun Kranji.

Beroperasinya DDT segmen Jatinegara – Cakung dan 5 stasiun modernisasi akan mendukung terwujudnya target penumpang kereta api perkotaan di wilayah Jabodetabek. Pengguna jasa KRL Commuterline ditargetkan menjadi 1,2 juta orang per hari pada 2019.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓