Menhub Yakin Bandara Kertajati Ramai dalam 5 Tahun

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 11 Apr 2019, 12:35 WIB
Diperbarui 11 Apr 2019, 13:17 WIB
Bandara Kertajati

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menegaskan pembangunan Bandara Internasional Kertajati  di Majalengka, merupakan bagian dari proyek pengembangan infrastruktur jangka panjang khususnya untuk wilayah Jawa Barat.

Diakuinya, memang saat ini Bandara Kertajati belum maksimal. Hal ini dibuktikan dengan belum banyaknya penerbangan dan penumpang yang terbang melalui bandara tersebut.

"Bandara ini lima tahun mendatang apabila semua berjalan baik, Kertajati menjadi satu bandara yang ramai dan menguntungkan," kata dia di kantornya, Kamis (11/4/2019).

Dia menyebutkan, rencana besarnya Bandara Kertajati ini akan tersambung menggunakan jalan tol dengan Bandara Husein Satranegara Bandung.

Pembangunan Bandara Kertajati ini memang difungsikan untuk mengurangi kepadatan di Bandara Husein Sastranegara, yang saat ini tak lagi bisa ekspansi.

Menhub menjelaskan, nantinya penerbangan domestik jarak jauh dan juga internasional akan difokuskan di Bandara Kertajati.

Sementara penerbangan jarak pendek seperti ke Yogyakarta, Surabaya, Solo dan Semarang tetap dilayani dari Bandung.

Tidak hanya itu, bandara ini juga akan terhubung dengan jalur kereta api. Dengan demikian, masyarakat bisa lebih mudah mengakses bandara ini.

"Selain itu kita akan buat pusat umroh dan haji di Jawa Barat di bandara ini dan juga bandata ini jadi pusat logsitik. Jadi menguntungkan," pungkas Budi Karya. 

2 dari 3 halaman

PT BIJB Bantah Bandara Kertajati Dibangun Tanpa Kajian

Bandara Kertajati
Bandara Kertajati. Dok: Tommy Kurnia/Liputan6.com

Pihak Bandara Internasional Jawa Barat (BJIB) atau Kertajati membantah tudingan bahwa tak ada kajian sebelum membangun. Tudingan tak ada kajian dianggap tak masuk akal mengingat banyaknya anggaran untuk proyek tersebut.

"Kalau kajian tentu semuanya sudah dibuat. Tidak mungkin pemerintah dan berbagai pihak mengeluarkan anggaran sebesar itu kalau tak ada kajian," ujar Direktur Operasional dan Pengembangan PT BIJB, Agus Sugeng Widodo, kepada Liputan6.com.

Agus mengakui memang ada sejumlah isu yang terjadi di Bandara Kertajati yakni minimnya penumpang. Namun, pihaknya sedang menyelesaikan masalah tersebut.

"Kajiannya saya kira cukup komprehensif, cuman pada tatanan implementasi kadang di lapangan banyak persoalan dan inilah yang sekarang kita urai," ujarnya.

Tahun ini, target Bandara Kertajati adalah 2,7 juta penumpang. Capaian itu masih jauh dari realita terkini mengingat rute penerbangan tinggal 1, yakni menuju Surabaya.

Agus berharap sosialisasi yang melibatkan pemerintah dan swasta dapat terus berlangsung, sehingga pembangunan Bandara Kertajati yang merupakan bandara terbesar kedua di Indonesia dapat sesuai ekspektasi.

3 dari 3 halaman

Umrah Dongkrak Tingkat Keterisian Bandara Kertajati

Intip interior Bandara Kertajati
Intip interior Bandara Kertajati

Segala cara terus dilakukan untuk mengisi kekosongan Bandara Kertajati, salah satunya dengan mendorong masyarakat untuk umrah melalui Bandara Kertajati.

Direktur Utara PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menyatakan saat ini rombongan umrah dari 4 provinsi yaitu Banten, DKI Jakarta, Lampung dan Jawa Barat berangkat melalui Bandara Soekarno-Hatta. Awaluddin menganggap keberangkatan rombongan umrah dari Lampung dan Jawa Barat harusnya bisa dialihkan ke Bandara Kertajati.

Untuk diketahui, PT Angkasa Pura II merupakan perusahaan yang saat mengelola operasional Bandara Kertajati.

"Kalau Jakarta dan Banten nggak logis kalau harus ke Kertajati, karena lebih dekat ke Soekarno-Hatta. Lampung dan Jawa Barat ini yang kita dorong untuk mengisi Kertajati," ujar Awaluddin di Palangkaraya, Senin, 8 April 2019.

Awaluddin juga menyatakan aksesibiltas dari dan menuju Bandara Kertajati sebenarnya tergantung pada jalan tol Cisumdawu yang tak kunjung rampung. Menurut Awaluddin, dari 6 section pembangunan jalan tol, baru 2 section yang akan selesai tahun ini.

"Dari 6 section, tahun ini baru 2 yang selesai. Sisanya lagi, 4 section itu diantaranya ada isu pembebasan lahan," ujarnya.

Awaluddin juga menyatakan potensi umrah di Indonesia saat ini mencapai 2 juta penumpang per tahunnya. Jika sebagian dialihkan ke Bandara Kertajati, diharapkan ada 1 juta penumpang per tahunnya di sana.

"Umrah dan haji per tahun saja potensinya 2 juta (penumpang) per tahun. Kalau dibagi dua, setahun 1 juta (penumpang) itu bisa dapat. Hanya dari umroh dan haji," tutupnya.  

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

Kue Mirip Tisu Toilet Laku Dijual di Jerman