Karier Tak Sesuai Pilihan Orangtua? Yuk Komunikasikan dengan 7 Langkah Ini

Oleh Athika Rahma pada 13 Apr 2019, 06:00 WIB
Karier Tak Sesuai Keinginan Orang Tua? Komunikasikan dengan 7 Langkah Ini

Liputan6.com, Jakarta - Kadang, pilihan karier yang kita ambil tidak sejalan dengan prinsip sukses orangtua. Menurut survey Morning Consult, 14 persen dari 1.136 orangtua mengarahkan anaknya untuk bekerja di bidang pilihan mereka.

Niat orang tua memang baik karena ingin anaknya sukses, tapi jika Anda punya prinsip karier berbeda dan lebih nyaman dengan itu, ada baiknya komunikasikan dengan orang tua agar tidak ada pihak yang tertekan.

Dilansir dari Huffpost, Sabtu (13/4/2019), berikut beberapa cara mengkomunikasikan pilihan karier yang berbeda dari orangtua tanpa membuat mereka kecewa.

1. Tunjukkan antusiasme

Jika Anda benar-benar menyukai pekerjaan saat ini dan berkomitmen, tunjukkan pada orang tua. Beri tahu orang tua betapa senangnya diri Anda berada dalam lingkup pekerjaan saat ini.

Semua orang tua pasti ingin anaknya bahagia, oleh karenanya dengan menunjukkan hal itu setidaknya orang tua merasa tenang.

2. Tanyakan mengapa orang tua tidak setuju

Ada baiknya, Anda bertanya pada orangtua kenapa pilihan karier yang Anda tekuni tidak cocok di mata orangtua. Tanyakan kejelasan dari segi penghasilan, prospek karier dan lainnya.

Ajak mereka bercerita dan saling bertanya jawab baik tentang karier yang mereka setujui dan tidak setujui. Kemudian bandingkan karier dan cocokkan dengan kebutuhan serta cara kerja Anda. Mereka akan senang karena dihargai pendapatnya.

 

2 of 3

3. Terima kenyataan kalau mereka tidak akan mengerti

Karier Tak Sesuai Keinginan Orang Tua? Komunikasikan dengan 7 Langkah Ini
Karier Tak Sesuai Keinginan Orang Tua? Komunikasikan dengan 7 Langkah Ini (Sumber Foto: Jetta Productions/Digital Vision/Getty Images)

Bagaimanapun juga, orangtua memiliki prinsip yang pasti berbeda dengan anak, sedekat apapun mereka. Anak yang beranjak dewasa akan merasa mereka sudah menemukan jati diri, sedangkan orangtua masih khawatir dengan pilihan karier dan pergaulan sang anak.

Hal ini wajar, Anda mungkin akan sering mengalami konflik, tapi terimalah kenyataan kalau orangtua tidak bisa mengerti Anda, karena dari generasi saja Anda dan orang tua sudah berbeda. Cobalah untuk yakinkan kalau pilihan karier Anda memang yang terbaik.

4. Akui kalau Anda melakukan kesalahan

Karier Anda pasti tidak selalu mulus. Selain kinerja, faktor yang mempengaruhi karier bisa saja rekan sekantor, bos, lingkungan kerja dan lainnya. Tidak semuanya bisa bekerja sempurna, oleh karenanya terimalah kenyataan kalau Anda juga bisa dimarahi karena kesalahan.

Terangkan pada orang tua kalau Anda sedang mencoba untuk bekerja sebaik mungkin. Beri tahu kalau Anda siap memperbaiki kesalahan dan berusaha lebih baik.

 

3 of 3

5. Hindari bicarakan karier terlalu sering

Karier Tak Sesuai Keinginan Orang Tua? Komunikasikan dengan 7 Langkah Ini (iStockphoto)
Karier Tak Sesuai Keinginan Orang Tua? Komunikasikan dengan 7 Langkah Ini (iStockphoto)

Kadang, orang tua selalu mengulang percakapan tentang karier yang mereka tak setujui. "Kalau saja.." dan "padahal karier ini..." pasti akan selalu muncul. Supaya konflik tidak semakin memanas, Anda bisa mengatakan kalau Anda hanya butuh dukungan karier agar bisa sukses nantinya.

6. Berterima kasihlah pada orangtua

Anda mungkin jarang mengatakan ini, tapi mengucapkan rasa terima kasih pada orangtua atas dukungan dan bimbingan yang sudah diberikan akan membuat mereka jauh lebih tenang. Hal ini kecil, tapi bisa saja mengubah pandangan mereka tentang pekerjaan yang tidak disetujui sebelumnya.

Ucapkan terima kasih dengan tulus dan berikan pengertian kalau Anda punya pilihan karier yang harus diperjuangkan. Orangtua akan luluh karena Anda bersikap lembut pada mereka.

7. Jangan anggap orang tua meremehkan Anda

Kadang, ada orang yang tidak terima dengan pilihan karier orangtua karena merasa diremehkan kemampuannya. Jangan sekali-kali berpikiran seperti itu, karena tujuan orangtua mengarahkan karier anaknya tidak lain untuk kesuksesan sang anak sendiri. Jangan sakiti hati mereka karena Anda berprasangka buruk.

Lanjutkan Membaca ↓