14,9 Juta Warga Jabodetabek Bakal Mudik di Lebaran Tahun Ini

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 09 Apr 2019, 15:02 WIB
Diperbarui 09 Apr 2019, 15:02 WIB
Tol Cikampek Macet Parah di Puncak Arus Mudik
Perbesar
Ilustrasi warga mudik. (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Jalan dan Perkeretaapian menggelar Survei Potensi Pemudik Angkutan Lebaran Tahun 2019 di wilayah Jabodetabek.

Survei ini bertujuan untuk mengetahui potensi jumlah pemudik, penggunaan moda, pola perjalanan, biaya yang dihabiskan, preferensi tentang mudik gratis, serta persepsi tentang pelayanan angkutan lebaran tahun sebelumnya.

"Metode yang digunakan adalah wawancara langsung dari rumah ke rumah kepada masyarakat (home interview) dan sebagai pelengkap juga dilakukan online survey," kata Kepala Badan Litbang Perhubungan Sugihardjo di kantornya, Selasa (9/4/2019).

Berdasarkan survei yang telah dilakukan terhadap 7.762 responden rumah tangga, diprediksi bahwa jumlah masyarakat yang akan mudik pada tahun ini, di wilayah Jabodetabek sebanyak 3.465.458 rumah tangga.

Dengan total populasi pemudik sebanyak 14.901.468 orang atau 44,1 persen dari total penduduk Jabodetabek tahun 2018 sebanyak 33.759.549 orang.

 

2 dari 3 halaman

Daerah Tujuan

Seminggu Jelang Lebaran, Pemudik Mulai Padati Terminal Kampung Rambutan
Perbesar
Ilustrasi mudik. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Berdasarkan hasil survei tersebut, daerah tujuan terbanyak pemudik dari Jabodetabek adalah ke wilayah Jawa Tengah sebanyak 5.615.408 orang (37,68 persen), kemudian ke Jawa Barat sebanyak 3.709.049 orang (24,89 persen) dan ke Jawa Timur sebanyak 1.660.625 orang (11,14 persen).

Tujuan Jawa Tengah terbanyak adalah ke Kota Surakarta sebanyak 642.789 orang (4,31 persen), Semarang 563.881 orang (3,78 persen), dan Tegal sebanyak 354.110 orang (2,38 persen).

Karakteristik penggunaan moda oleh para pemudik Jabodetabek yang terbanyak adalah menggunakan bus sebanyak 4.459.690 orang (30 persen), mobil pribadi sebanyak 4.300.346 orang (28,9 persen).

Kemudian  kereta api sebanyak 2.488.058 orang (16,7 perden), pesawat sebanyak 1.411.051 orang (9,5 persen) dan menggunakan sepeda motor sebanyak 942.621 orang (6,3 persen), dan sisanya menggunakan moda lain.

Sigihardjo menjelaskan, terdapat beberapa penggunaan moda yang berpotensi menurun jika dibandingkan moda yang dipilih pemudik pada tahun 2018. Seperti moda pesawat turun 0,2 persen, sepeda motor turun 0,3 persen, dan mobil pribadi turun 0,9 persen.

"Sementara yang mengalami kenaikan antara lain, adalah kereta api kelas bisnis naik 0,2 persen, dan kereta api kelas ekonomi naik 0,4 persen,” tambah dia.

3 dari 3 halaman

Persiapan Mudik Lebaran, Kemenhub Inspeksi Kapal Tol Laut

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan inspeksi tiga kapal tol laut yang bersandar di Pelabuhan Tenau, Kupang. Inspeksi mendadak tersebut dilakukan untuk mengetahui kesiapan ketiga kapal tol laut tersebut sebagai bagian dari armada angkutan laut Lebaran tahun 2019.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kemenhub, Capt. Wisnu Handoko menjelaskan, pengecekan dan pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan ruang penumpang, anjungan dan kamar mesin.

 

 

 

 "Usai acara kapal KM. Kendhaga Nusantara 11 di Pelabuhan Tenau, saya melakukan inspeksi dan pemeriksaan 3 Kapal tol laut yang sedang sandar yaitu KM. Siguntang dengan Operator PT. Pelni (Persero), kapal KM. Camara Nusantara 6 dengan Operator PT. Luas Line dan KM. Sabuk Nusantara 55 dengan operator PT. Suasana Baru. Ketiga kapal ini merupakan bagian dari armada angkutan laut Lebaran 2019," ujar Capt. Wisnu, Minggu (7/5/2019).

Pada kesempatan tersebut, Wisnu menyampaikan agar seluruh kapal segera dilakukan pemeliharaan rutin dan pergantian suku cadang kapal yang sudah rusak agar kapal selalu dalam kondisi laik laut dan selalu siap untuk beroperasi melayani masyarakat.

"Pada tahun ini, seluruh armada kapal yang disubsidi akan dilakukan penilaian dan evaluasi per tiga bulan untuk seluruh Armada baik operator BUMN maupun Swasta yang akan di mulai pada bulan Juni 2019, hasil  evaluasi tersebut akan dilihat dari berbagai aspek seperti kelaikan, kebersihan dan kenyamanan dimana hasil evaluasi tersebut akan menentukan untuk operator apakah tetap bisa menjadi operator pada tahun berikutnya atau tidak," tambah Wisnu.

Dia meminta seluruh operator untuk melaksanakan pemeliharaan sesuai dengan Standar dan Prosedur yang sudah dikeluarkan oleh Ditjen Perhubungan Laut melalui Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat melakukan mudik lebaran tahun 2019.

Hadir dalam inspeksi tersebut antara lain perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Para Pejabat Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Tenau, Kepala Kantor Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Larantuka, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Marapokot, Pejabat PT Pelindo III (persero) dan Direktur PT Pelangi Tunggal Ika.

 
Lanjutkan Membaca ↓