Negosiasi Dagang AS-China, IHSG Bakal Menguat Terbatas

Oleh Nurseffi Dwi Wahyuni pada 08 Apr 2019, 06:20 WIB
Diperbarui 08 Apr 2019, 06:20 WIB
IHSG Menguat 11 Poin di Awal Tahun 2018
Perbesar
Pengunjung mengambil foto layar indeks harga saham gabungan yang menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Sebelumnya, Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin.(Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat terbatas pada awal perdagangan saham Senin (8/4/2019). Sampai dengan hari ini, pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi oleh faktor global terutama menunggu kelanjutan dari negosiasi dagang antara China dan Amerika Serikat (AS).

Sementara itu, dari sisi teknikal, ketidakpastian masih mempengaruhi laju IHSG sehingga tren selanjutnya tidak dapat dipastikan.

"Indikator stochastic bergerak mendekati area overbought menandakan rentang penguatan akan terbatas di kisaran 6.462-6.495," tutur Analis PT Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan di Jakarta.

Senada, Fund Manager PT Valbury Capital Management Suryo Narpati menyebutkan isu perang dagang AS dengan Negeri Tiongkok itu masih menjadi sentimen utama dari sisi eksternal.

"Saya melihat pembicaraan dagang AS-China masih menjadi fokus utama investor sehingga kemungkinan IHSG akan bergerak mixed pada rentang 6.481-6.507," ujarnya.

Melanjutkan, saham rekomendasi menurutnya pada hari ini ialah saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Adapun Dennies menganjurkan saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) serta saham PT Astra International Tbk (ASII).

2 dari 2 halaman

Investor Asing Borong Saham, IHSG Ditutup Melemah ke 6.474,01

Awal 2019 IHSG
Perbesar
Layar monitor pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (2/1). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan saham 2019 menguat 10,4 poin atau 0,16% ke 6.204. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu bertahan di zona hijau pada perdagangan saham Jumat pekan ini. IHSG ditutup tertekan cukup dalam.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (5/4/2019), IHSG melemah 20,61 poin atau 0,32 persen ke posisi 6.474,01. Indeks saham LQ45 juga melemah 0,46 persen ke posisi 1.021,27. Seluruh indeks saham acuan berada di zona merah.

Sebanyak 223 saham melemah sehingga menekan IHSG. Sedangkan 177 saham menguat dan 131 saham diam di tempat. Pada Jumat pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.506,80 dan terendah 6.473,95.

Total frekuensi perdagangan saham 368.427 kali dengan volume perdagangan 15,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,7 triliun. Investor asing beli saham Rp 189 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di posisi Rp 14.125.

Sebagian sektor saham menguat. Hanya ada 3 sektor yang melemah yaitu industri dasar, anek industri dan kontruksi.

Sedangkan sektor-sektor yang melemah adalah adalah pertambangan yang turun 1,02 persen dan membukukan pelemahan terbesar. Disusul kemudian sektor barang konsumsi yang melemah 0,69 persen dan sektor manufaktur yang turun 0,34 persen.

Saham-saham catatkan penguatan terbesar antara lain saham RODA naik 19,67 persen ke posisi Rp 730 per saham, saham GHON melonjak 13,74 persen ke posisi Rp 1.200 per saham, dan saham CSAP mendaki 12,71 persen ke posisi Rp 665 per saham.

Sementara itu, saham-saham yang tertekan sehingga menekan IHSG antara lain saham CAKK tergelincir 34,59 persen ke posisi Rp 121 per saham, saham STAR merosot 16,67 persen ke posisi Rp 100 per saham, dan saham MTSM terpangkas 16,53 persen ke posisi Rp 202 per saham.

Lanjutkan Membaca ↓