Tarif LRT Jakarta Ditetapkan Rp 5.000

Oleh Bawono Yadika pada 02 Apr 2019, 20:02 WIB
Diperbarui 02 Apr 2019, 20:02 WIB
Mengintip LRT Jakarta yang siap beropersi pada Maret 2019, Senin (25/2/2019). (Bawono/Liputan6.com)
Perbesar
Mengintip LRT Jakarta yang siap beropersi pada Maret 2019, Senin (25/2/2019). (Bawono/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - PT LRT Jakarta, anak perusahaan dari PT Jakarta Propertindo (JAKPRO) mengumumkan tarif untuk moda transportasi Lintas Rel Terpadu Jakarta atau LRT Jakarta sebesar Rp 5 ribu. Tarif tersebut flat atau datar yang artinya jauh maupun dekat tetap pada tarif yang sama.. 

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Liputan6.com, Selasa (4/3/2019), ketetapan flat tarif tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 34 Tahun 2019 tentang Tarif Angkutan Perkeretaapian Mass Rapid Transit dan Kereta Api Ringan/ Light Rail Transit.

PT LRT Jakarta juga mengumumkan bahwa LRT Jakarta siap beroperasi karena segala jenis perizinan telah dilalui. Karyawan Operasi dan Perawatan PT LRT Jakarta telah mengantongi Sertifikasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan.

Selain itu, Dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengoperasian LRT Jakarta telah disetujui dan ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan.

Seluruh rangkaian kereta LRT Jakarta juga telah mendapatkan Sertifikasi Sarana dari Kementerian Perhubungan dan dinyatakan telah memenuhi persyaratan teknis dan laik operasi.

Untuk rekomendasi Teknis Prasarana LRT Jakarta telah diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan dan dinyatakan dapat dioperasikan secara fungsional. Sedangkan untuk Rekomendasi Safety Assesment (Penilaian Keselamatan) juga telah diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan.

Dalam minggu ini JAKPRO bersama Kontraktor terus melakukan penyempurnaan sistem LRT, dan di minggu yang akan datang, PT LRT Jakarta akan melakukan simulasi pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) sebagaimana disyaratkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

JAKPRO selaku Badan Usaha Penyelenggara, telah menyampaikan laporan kesiapan operasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang kemudian menjadi pertimbangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menetapkan tanggal dimulainya operasi komersial LRT Jakarta.

2 dari 2 halaman

Jokowi: Uji Coba Pertama LRT Jabodebek Jalur Cibubur-Cawang Juli 2019

Mengintip LRT Jakarta yang siap beropersi pada Maret 2019, Senin (25/2/2019). (Bawono/Liputan6.com)
Perbesar
Mengintip LRT Jakarta yang siap beropersi pada Maret 2019, Senin (25/2/2019). (Bawono/Liputan6.com)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, uji coba pertama jalur Cibubur - Cawang LRT Jabodebek dapat dilakukan pada Juli 2019. Ini dia ungkapkan melalui akun instagram resminya @jokowi pada Selasa (2/4/2019).

Jokowi awalnya menggambarkan tentang bentangan beton nan panjang LRT Jabodebek, yang melintang di atas Jalan Tol JORR dan bersilangan dengan Jalan Tol Jagorawi di Jakarta. 

"Di atas bentangan inilah nanti Kereta Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek dari Cibubur ke Cawang, Jakarta, akan melintas pergi dan pulang sejauh 14,89 kilometer," ujar Jokowi.

Dia menuturkan adalah BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk, yang mengerjakan proyek ini, telah merampungkan pembangunan jembatan bentang panjang (longspan) JORR 90 meter.

"Yang terpanjang di dunia dengan tipe U-Box Girder — di lintasan LRT Cawang-Kuningan-Dukuh Atas," tambah dia.

Dia menjelaskan, LRT Jabodebek sepanjang 44 kilometer dibangun sejak 2015, berada pada tiga lintasan yakni Cawang-Cibubur, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas, dan Cawang-Bekasi Timur.

Jokowi mengatakan jika LRT Jabodebek ini akan melengkapi jaringan angkutan transportasi massal di ibu kota dan sekitarnya seperti MRT Jakarta, LRT Jakarta dan Trans Jakarta.

"Insya Allah pada Juli 2019 uji coba pertama jalur Cibubur - Cawang LRT Jabodebek sudah dapat dimulai," pungkas dia.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait