Boeing Kaji Restrukturisasi Kontrak Jual Beli Pesawat dengan Garuda Indonesia

Oleh Liputan6.com pada 28 Mar 2019, 20:32 WIB
Boeing 737 MAX

Liputan6.com, Jakarta - Produsen pesawat asal Amerika Serikat, Boeing akan mempelajari kemungkinan merestrukturisasi kontrak yang berlaku terkait pembelian pesawat setelah melakukan pertemuan dengan manajemen Garuda Indonesia terkait pembatalan pengiriman 49 unit Boeing Max 737 Max 8.

"Boeing juga mengerti posisi Garuda Indonesia dan akan mempelajari kemungkinan untuk merestrukturisasi kontrak yang berlaku dan bekerja sama dan memberikan dukungan penuh kepada Garuda untuk memenuhi kebutuhan Garuda ke depannya mengingat Garuda adalah maskapai nasional dan pelanggan kunci untuk Boeing," kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara seperti dikutip dari Antara.

Manajemen Garuda Indonesia menerima kedatangan perwakilan senior dari Boeing pada Kamis (28/3/2019) pagi. Dalam pembicaraan tersebut, lanjut Ari, Garuda menegaskan kembali kepada Boeing bahwasanya perseroan tetap percaya kepada produk Boeing.

"Akan tetapi untuk keselamatan penumpang Garuda dan masyarakat Indonesia pada umumnya kami tidak dapat melanjutkan pemesanan 49 pesawat 737 seri Max 8 yang sedianya mulai dikirim di 2020," kata Ari.

Ari menambahkan dari sisi teknis Boeing sudah melakukan perbaikan atas sistem Manuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) dan masih menunggu persetujuan dari otoritas penerbangan sipil Amerika Serikat atau Federal Aviation Administration dan laporan akhir atas kecelakaan Ethiopian Air dan Lion Air.

"Dari Garuda kami masih percaya terhadap brand Boeing namun kami sudah tidak percaya lagi dengan produk Max-8 khususnya karena masyarakat yang notabene pelanggan kami sudah kehilangan kepercayaan terhadap produk itu," katanya.

2 of 2

Tidak beralih

Kemenhub Sidak Boeing 737 Max 8 di Bandara Soetta
Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Bandara Soekarno-Hatta melalukan inspeksi terhadap pesawat jenis Boeing 737 Max 8 yang terparkir di Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), Kota Tangerang.

Namun, Ari menegaskan pihaknya tidak beralih ke merk pesawat lain dan tetap melanjutkan kontrak dengan Boeing. "Yang pasti kami tidak akan mengganti ke brand lain seperti yang dilakukan beberapa maskapai lain, namun meminta Boeing untuk menawarkan produk lain selain Max 8 tersebut," katanya.

Sementara itu, lanjut dia, nilai, jenis dan waktu pengiriman akan dibahas antar kedua tim secara terbuka dan akan membahas internal di Seattle.

Ari juga menawarkan masukan kepada Boeing untuk memfasilitasi pertemuan dengan regulator dan memberikan masukan kepada Boeing untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dan regulator kepada merk Boeing.

"Kami akan melakukan pertemuan lanjutan pada akhir April untuk mencari solusi win win untuk kedua belah pihak," katanya.

Pihak Boeing juga menyampaikan simpatinya kepada keluarga korban dan masyarakat Indonesia pada umumnya. 

Sumber: Antara

Lanjutkan Membaca ↓