Mesin Bor Siap, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dikebut

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 27 Mar 2019, 15:15 WIB
Diperbarui 27 Mar 2019, 17:17 WIB
Konstruksi Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB). Dok KCIC
Liputan6.com, Jakarta Jelang kuartal pertama tahun 2019, perkembangan konstruksi Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) makin dikebut seiring selesainya proses perakitan mesin Tunnel Boring Machine (TBM). Ini merupakan alat bor raksasa yang didatangkan khusus dari Zhanghuabang Wharf, Shanghai Tiongkok.  
 
Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Chandra Dwiputra menjelaskan, sejak pertama kali dirakit pada pertengahan Februari 2019, alat bor raksasa ini kini segera dioperasikan menembus lapisan tanah di bawah tol Cikampek mulai KM 3+300, dari arah Jakarta. 
 
Total bobot yang dimiliki TBM KCJB sebesar 3.649 ton dengan diameter 13,19 meter dan panjang yang mencapai 105 meter menjadikannya sebagai alat bor terbesar yang pernah ada di Indonesia.
 
 
Sebelumnya, penggunaan TBM dengan diameter 6,64 meter dan panjang 90 meter telah berhasil menghubungkan jalur underground MRT Jakarta Fase I yang kini telah resmi beroperasi.
 
"TBM KCJB akan beroperasi di daerah Halim dengan menggunakan Metode Shield Tunneling (MST) untuk pengerjaan konstruksi terowongan sepanjang 1.885 meter," kata Chandra dalam keterangannya, Rabu (27/3/2019).
 
Metode ini dimaksudkan untuk meningkatkan standar keamanan dalam pembuatan terowongan yang nantinya akan melintang di bawah jalan Tol Cikampek (KM 3+600 sampai dengan KM 5+800) melewati bagian tengah jalan dan overpass jalan arteri Jatiwaringin yang merupakan lokasi  yang sangat padat dengan kegiatan mobilisasi warga Jakarta ke daerah Bekasi dan Bandung. 
 
Dia meyakini Penggunaan TBM ini sama sekali tidak akan menghambat lalu lintas tol Jakarta – Cikampek karena tingkat keamanan metode pengerjaan Shield Tunneling jauh lebih tinggi dibandingkan dengan metode Drill, Blasting atau metode lainnya. 
 
"Metode ini bekerja seperti cacing bawah tanah dimana selama proses pengeboran hampir tidak menimbulkan gangguan bagi aktivitas kendaraan atau masyarakat yang berlangsung diatasnya. Penggunaan metode ini juga telah sesuai dengan aturan Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) Bandara Halim Perdanakusuma tentang ketinggian bangunan dan kemungkinan mengganggu operasional penerbangan," kata dia.
 
 
Konstruksi Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB). Dok KCIC
Konstruksi Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB). Dok KCIC
TBM KCJB akan bekerja secara intensif dengan standar pengoperasian selama 24 jam tanpa henti. Pada kecepatan tertinggi mesin bor yang memiliki mata bor (cutting knives) yang dirancang khusus dari logam keras dapat melubangi lapisan tanah sepanjang delapan meter per harinya.  
 
Untuk memudahkan dan mempercepat proses pengeboran, TBM KCJB juga dilengkapi dengan Slurry Treatment Machine yang akan berfungsi untuk mengolah material tanah hasil bor menjadi kompartemen yang mudah diangkut.
 
“Dengan teknologi TBM ini, maka proses pengeboran akan berlangsung dengan aman dan cepat, kami sangat peduli dengan pengguna jalan ini adalah titik kritis karena jalan tolnya sangat padat.  Kereta cepat akan menjadikan mimpi Indonesia memiliki moda transportasi terintegrasi makin terwujud dan KCJB akan menjadi kereta cepat pertama di Asia tenggara," tambah Chandra.
 
Pada kesempatan yang sama ia juga menegaskan komitmen perusahaan untuk menyelesaikan pekerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung ini dan bisa beroperasi pada tahun 2021.

Live Streaming

Powered by