Tingkatkan Pemerataan Listrik, Jatah Lampu Tenaga Surya untuk NTT Ditambah

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 25 Mar 2019, 13:15 WIB
Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menambah alokasi Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penambahan lampu tenaga surya ini untuk mengejar pemerataan kelistrikan (rasio elektrifikasi) 99 persen.

Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Harris mengatakan, berdasarkan arahan Menteri ESDM Ignasius Jonan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi 99 persen maka alokasi pemasangan LTSHE pada tahun ini akan ditambah.

"Sesuai arahan pak menteri untuk alokasi NTT beliau melihat perlu ditambah, karena mengejar rasio elektrifikasi. Jadi diharapkan bisa meningkatkan laju elektrifikasi yang masih rendah,"‎ kata Harris, di Jakarta, Senin (25/3/2019).

Awalnya Kementerian ESDM mengalokasikan pemasangan LTSHE, untuk wilayah NTT pada tahun ini sebanyak 13 ribu unit. Kemudian atas arahan tersebut bertambah menjadi 26 ribu unit lampu tenaga surya.

"Dari 13 ribu ditambah 20-26 ribu yang penting dapat meningkatkan rasio elektrifikasi 99 persen," tuturnya.

Harris melanjutkan, untuk mengejar rasio elektrifikasi 99 persen di NTT tidak hanya mengandalkan LTSHE, tetapi PT PLN (Persero) juga akan mengembangankan jaringan listriknya.

‎"Tapi bukan lampu tenaga suryasatu-satunya, ada grid dari PLN. Ada alokasi biaya yang sudah disipkan sebelumnya," tandasnya.

 

2 of 3

Rasio Elektrifikasi Terendah

Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE)
Warga menikmati Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) di Dusun Katikupelang, Desa Petawang, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, NTT, Rabu (21/11). Tahun 2018, sebanyak 2.024 unit akan dipasang di Pulau Sumba (Liputan6.com/HO/Hadi M Djuraid)

Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, NTT menjadi provinsi yang terendah rasio elektrifikasinya di Indonesia. Padahal pada dua tahun lalu posisi tersebut ditempati oleh Papua dan Maluku. 

"Provinsi NTT paling rendah sekitar 60 persen, waktu dua tahun lalu Maluku Papua paling rendah sekitar 60 persen," kata Jonan.

Jonan pun telah melakukan komunikasi dengan Direktur Bisnis PLN Regional, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Djoko Raharjo Abumanan, untuk mati-matian mengejar ketertiggalan pemerataan ‎kelistrikan di NTT, sehigga bisa mencapai 99 persen pada tahun ini.

"‎Saya bicara dengan Pak Djoko, ini begini kalau Kita lihat jumlah penerangan dinikmati masyarakat. Kitab sudah sepakat PLN akan mati-matian memenuhi sampai 90 persen," tandasnya.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓