LRT Jakarta Bakal Angkut 14.225 Penumpang Setiap Hari

Oleh Bawono Yadika pada 25 Mar 2019, 06:45 WIB
Diperbarui 25 Mar 2019, 06:45 WIB
Mengintip LRT Jakarta yang siap beropersi pada Maret 2019, Senin (25/2/2019). (Bawono/Liputan6.com)
Perbesar
Mengintip LRT Jakarta yang siap beropersi pada Maret 2019, Senin (25/2/2019). (Bawono/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - PT LRT Jakarta menargetkan 14.255 ribu penumpang bisa menikmati transportasi umum ini dalam sehari.

Direktur Keuangan dan Administrasi PT LRT Jakarta Solihin Djaelani menuturkan, dalam sehari setidaknya perusahaan menargetkan 150 kali perjalanan.

"Untuk target seharinya kita targetkan 14.255 penumpang. Dan sekali jalan, beroperasi di waktu-waktu yang tidak sibuk itu 1 rangkaian atau 2 kereta kapasitasnya bisa sekitar 270 orang," ujarnya kepada Liputan6.com.

Solihin menjelaskan, kemungkinan penggunaan LRT Jakarta pada saat akhir pekan (weekend) akan lebih ramai dibandingkan dengan hari kerja atau hari-hari biasa.

"Dalam sehari kita targetkan 150 kali perjalanan, namun antara hari kerja dengan akhir pekan berbeda. Akhir pekan mungkin lebih banyak tripnya," ungkapnya.

Dia pun berharap, keberadaan LRT Jakarta dapat beriringan dengan kesadaranya warganya dalam menjaga kebersihan didalam moda transportasi tersebut.

"Kita harapkan antusiasmenya ini semakin meningkat. Sehingga semuanya bisa naik kendaraan umum. Kita doakan semuanya bisa berjalan dengan lancar kedepannya," pungkas dia.

2 dari 2 halaman

Selain Urai Macet, Pemprov DKI Ingin LRT Jakarta Kurangi Polusi

Jadwal Operasi LRT Kelapa Gading-Velodrome Molor
Perbesar
Rangkaian kereta LRT rute Kelapa Gading-Velodrome saat melakukan uji coba dari Stasiun Velodrome, Jakarta, Senin (25/2). Saat ini pembangunan LRT Kelapa Gading-Velodrome secara keseluruhan sudah mencapai 99,4 persen. Merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menginginkan keberadaan LRT Jakarta dapat mengurangi kemacetan di ibu kota. Apalagi, kedepannya LRT Jakarta dipastikan dapat terintegrasi dengan 2 moda lain yakni MRT Jakarta dan TransJakarta.

Direktur Administrasi dan Keuangan PT LRT Jakarta Solihin Djaelani menuturkan, integrasi ketiga moda transportasi itu harus dapat mengurangi polusi udara di DKI. Lantaran, mengubah kebiasaan warga Jakarta dari kendaraan pribadi menuju ke kendaraan umum.

"Keinginannya Pemprov DKI itu dengan dibangunya fasilitas dan moda transportasi bisa menyelesaikan kemacetan, namun bukan hanya kemacetan saja tetapi bagaimana dapat mengurangi polusi supaya bisa menciptakan kehidupan wiraswasta kita lebih efektif dan efisien," ujarnya kepada Liputan6.com seperti ditulis Rabu (20/3/2019).

Dia mengungkapkan, efektif di era sekarang menjadi penting mengingat kepentingan bisnis di ibu kota sangatlah tinggi.

"Coba anda bayangkan misalnya sehari di Jakarta ini kita bisa melakukan rapat hanya sebanyak 2 kali, saking macetnya. Namun karena moda transportasi yang terintegrasi, kita bisa 3 atau 4 kali meeting karena lebih efisien," ungkapnya.

Dia pun berharap keberadaan LRT Jakarta dapat diimbangi dengan kesadaran warganya dalam merawat fasilitas pemerintah ini.

"Jadi kita doakan semuanya bisa berjalan dengan lancar kedepannya," pungkas dia.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait