Kementerian ESDM Bangun Infrastruktur Listrik di NTT

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 23 Mar 2019, 18:41 WIB
Menteri Jonan: Pelaporan Harta Kekayaan Jadi Cara Cegah Korupsi

Liputan6.com, Kupang - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan  meresmikan beberapa pembangunan infrastruktur di Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS), Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) dan sumur bor air tanah. 

Jonan menyatakan, berdasarkan arahan  Presiden Joko Widodo (Jokowi), Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang berasal dari uang rakyat, harus dikembalikan kepada rakyat. Kemudian pembangunan harus berkeadilan sosial. 

"Saya datang ke sini (NTT) karena daerah ini butuh mendapatkan perhatian yang lebih baik," kata Jonan saat menghadiri peresmian infrastruktur kelistrikan, yang dipusatkan di Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Sabtu (23/3/2019).

Adapun infrastruktur yang diresmikan adalah 1.034 titik PJU-TS terpasang di Kupang, NTT  sebanyak 175 titik dan Kabupaten Belu sebanyak 425 titik. 

Sementara untuk pembangunan LTSHE, NTT merupakan salah satu wilayah yang mendapat alokasi pemasangan LTSHE sebanyak 4.284 unit yang tersebar pada 9 Kabupaten, yaitu Ende 89 unit, Flores Timur 555, Lembata 231, Alor 274, Sumba Timur 1.488, Sumba Tengah 532, Timor Tengah Selatan 766, Timor Tengah Utara 115, dan Belu 234. 

Khusus pembangunan sumur bor air tanah, pada 2018 telah dibangun sebanyak 11 unit yang tersebar di lima kabupaten NTT, dengan kapasitas produksi air bersih mencapai 581 ribu m3/tahun, yang mampu melayani sebanyak 25,6 ribu jiwa penduduk.  

Rincian daerah yang mendapatkan layanan air bersih dengan anggaran mencapai Rp 3,2 miliar dengan kedalaman antara 57-165 dan pompa selam 3 PK.

 

2 of 2

Kementerian ESDM dan PLN Berupaya Wujudkan Pemerataan Listrik di NTT

20170621-PLN Berikan Diskon Biaya Penyambungan Tambah Daya-Antonius
Petugas PLN melakukan penyambungan penambahan daya listrik di Jakarta, Rabu (21/6). Menyambut lebaran, PLN memberikan bebas biaya penyambungan untuk rumah ibadah dan potongan 50 persen untuk pengguna selain rumah ibadah. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) dan PT PLN (Persero) akan mati-matian menyediakan kelistrikan untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal ini untuk mengejar target pemerataan kelistrikan (rasio‎ elektrifikasi) di wilayah tersebut. Menteri ESDM, Ignasius Jonan mengatakan, NTT menjadi provinsi terendah rasio elektrifikasinya di Indonesia, padahal pada dua tahun lalu posisi tersebut ditempati oleh Papua dan Maluku. Hal ini menandakan penyediaan pasokan listrik di kedua wilayah‎ tersebut semakin merata.

"Provinsi NTT paling rendah sekitar 60 persen, waktu dua tahun lalu Maluku Papua paling rendah sekitar 60 persen," kata Jonan, saat melakukan peresmian infrastruktur Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya, dan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE), di Kota Kupang, NTT, Sabtu 23 Maret 2019.

Jonan pun telah berkomunikasi dengan Direktur Bisnis Regional, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Djoko Raharjo Abumanan, untuk mati-matian mengatasi ketertinggalan pemerataan ‎kelistrikan di NTT, sehingga bisa mencapai 99 persen pada tahun ini.

"‎Saya bicara dengan Pak Djoko, ini begini kalau Kita lihat jumlah penerangan dinikmati masyarakat. Kitab sudah sepakat PLN akan mati-matian memenuhi sampai 90 persen," tutur dia.

Jonan menuturkan, untuk mempercepat akses penerangan dari tenaga listrik, instansinya akan ‎membagikan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE). Lampu yang bersumber energi tenaga mata hari ini, merupakan upaya pemenuhan sementara sambil menunggu jaringan listrik yang dibangun PLN.

‎"LTSHE kita alokasikan enggak ada batasnya. Kita mati-matian kejar elektrifikasi 99 persen," kata dia.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by