KNKT Sebut Pilot Lion Air JT-610 Sempat Panik Sebelum Jatuh

Oleh Liputan6.com pada 21 Mar 2019, 18:16 WIB

Diperbarui 23 Mar 2019, 12:14 WIB

Dirut Lion Air Group

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Subkomite Kecelakaan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo mengatakan bahwa pilot Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 sempat mengalami kepanikan sebelum jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat pada Oktober 2018 lalu.

"Saya bilang di situ ada kepanikan. Kemungkinan mereka melihat bahwa kondisi pesawat sudah tidak bisa di-recover," kata dia, saat ditemui, di Kantor KNKT, Jakarta (21/3).

"Kira-kira 20 detik terakhir (sebelum pesawat jatuh)," ujar dia.

Meskipun demikian, dia mengaku tidak bisa memberikan informasi lebih detail terkait suasana maupun percakapan dalam kopkit pesawat nahas tersebut.

"Karena begitu berisiknya. Saya tidak ikut tim yang milah-milah, ini suara siapa, suara siapa sehingga saya tidak tahu persis siapa saja yang teriak di situ," ujar dia. 

Terkait adanya kabar yang beredar bahwa kedua pilot Lion Air JT-610 mengecek buku panduan, Nurcahyo mengatakan bahwa hal tersebut adalah hal yang wajar.

"Saya belum bisa melihat atau mendengar secara pasti, tetapi, dalam kondisi seperti itu seharusnya pilot baca buku. Kalau ditulis pilot harus mencari, itu wajar. Mereka harus baca buku," ungkapnya.

"Pilot juga sudah diajari kalau dalam kondisi seperti itu, siapa yang harus baca buku siapa yang harus terbang itu ada prosedurnya," imbuhnya.

Dia menjelaskan beberapa masalah yang terjadi dalam penerbangan, misalnya perbedaan penunjukan kecepatan dan perbedaan penunjukan ketinggian. Untuk mengatasi masalah tersebut, kata dia, pilot Lion Air JT-610 harus melihat buku panduan.

"Itu prosedurnya ada kalau ada perbedaan ketinggian maka apa yang harus dilakukan oleh pilot. Itu ada di buku. Mereka harus lakukan prosedur itu. Kalau ada perbedaan kecepatan, apa yang harus dilakukan. Itu ada dibuku. Harusnya mereka membuka, kalau nggak buka malah bahaya," tandasnya.

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

2 of 2

Kabar Terkuaknya Blackbox Lion Air JT-610

Banner Pesawat Lion Air JT 610 Jatuh
Banner Pesawat Lion Air JT 610 Jatuh (Liputan6.com/Tri Yasni)

Kabar terbaru mengenai jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 mengungkap kata-kata terakhir pilot sebelum pesawat hilang kendali. Kata takbir pun terekam di blackbox.

Dilaporkan NBC News, pada menit-menit akhir, kapten Bhavye Suneja yang berasal dari India tidak bersuara, sementara first officer (kopilot) asal Indonesia, Harvino, terdengar bertakbir.

Kabar ini terkuak dari tiga sumber yang berbicara dengan syarat diberi identitas anonim.

Dalam dua menit pertama, kopilot Harvino menyampaikan adanya masalah kendali penerbangan (flight control problem) kepada air traffic control.

Harvino tidak menjelaskan secara spesifik masalahnya, tetapi seorang sumber berkata kecepatan udara (airspeed) disebutkan dalam rekaman. Sumber lain menyebut indikator menunjukkan masalah di display kapten, bukan di display kopilot.

Menurut tiga sumber tersebut, pilot dan kopilot Lion Air JT 610 tetap bersikap tenang selama hampir seluruh waktu penerbangan. Menjelang akhir, Kapten Bhavye Suneja meminta kopilot untuk memeriksa handbook yang memiliki daftar mengenai kejadian abnormal.

Sistem komputer pesawat Lion Air JT-610 disebut mendeteksi terjadinya stall (aliran angin di sayap pesawat terlalu lemah untuk menerbangkan pesawat). Kapten pesawat berusaha terus menaikkan pesawat tetapi komputer malah tetap mendeteksi stall dan terus mendorong hidung pesawat ke arah bawah.

Pihak investigator sedang menyelidiki faktor-faktor seperti mengapa komputer memerintahkan pesawat untuk menukik atas respons sensor yang faulty, dan juga terkait apakah para pilot telah menjalani pelatihan mumpuni untuk merespons keadaan darurat.

Pihak Lion dan Boeing menolak berkomentar mengenai kabar ini. Pesawat Boeing 737 Max 8 yang digunakan Lion Air JT 610 juga telah disuspens di berbagai negara. 

 

Lanjutkan Membaca ↓