Skema KPBU Disebut Tak Menguntungkan, Kepala BPJT Tantang Balik Swasta

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 20 Mar 2019, 21:27 WIB
Ilustrasi infrastruktur

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Danang Parikesit menantang balik kontraktor swasta yang menyebut skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) kurang memberikan jaminan keuntungan.

"Ini sebenarnya sekarang tantangan. Kita menyampaikan ke sektor swasta, jangan hanya mengharapkan pada pendapatan tol semata. Tolong dong itu kawasan dikembangkan," ucap Danang di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Dengan dikembangkannya kawasan sekitar tol, Danang menambahkan, itu menjawab dua tantangan sekaligus, yakni menjamin kelayakan finansial dari investasi serta memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah.

"Kalau kawasannya dibangun kan tidak hanya swastanya yang untung, tapi daerahnya juga untung. Ada penyerapan tenaga kerja dan ada industri lokal yang masuk ke situ," seru dia.

Dia menyatakan, inisiatif pembangunan kawasan industri di sekitar jalan tol selama ini selalu diinisiasi oleh pemerintah. Oleh karenanya, ia mengajak swasta menyalurkan ide kreatifnya untuk bisa meraup pendapatan lebih dalam pengoperasian tol.

"Orang swasta kan biasanya lebih kreatif. Nah menurut saya pertanyaan itu harus dibalik ke mereka. Kalau Anda ingin mendapatkan keuntungan yang tinggi, apa yang harus difasilitasi pemerintah. Itu pertanyaannya menurut saya," tegasnya.

"Saya justru ingin men-challenge balik kepada swasta. Katanya kan swasta inovatif, kreatif. Tolong dong, apa kreativitas Anda untuk menjadikan investasi Anda itu menguntungkan," dia menambahkan.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Infrastruktur, Erwin Aksa menyebut bahwa perhitungan kelayakan implementasi bisnis (Feasibility Studies/FS) Untuk berbagai proyek infrastruktur seringkali meleset dari kenyataan. Itu terjadi untuk proyek infrastruktur jalan tol melalui skema KPBU.

Dia mengkritik bahwa prediksi jumlah kendaraan yang melintasi suatu tol baru kerap di bawah perhitungan awal, sehingga tak bisa menambal investasi yang digelontorkan pihak operator.

 

Tag Terkait