500 Ribu Toko Kelontong dan Warung Sudah Jadi Mitra Bisnis Bukalapak

Oleh Athika Rahma pada 20 Mar 2019, 16:35 WIB
Diperbarui 20 Mar 2019, 17:17 WIB
Co Founder&President at Bukalapak Bagi Inspirasi Bisnis Di EGTC Bandung 2018

Liputan6.com, Jakarta Salah satu start-up Unicorn Indonesia, Bukalapak memaparkan perkembangan agenda bisnisnya tahun ini. Pada 2019, Bukalapak akan fokus meningkatkan kinerja kemitraan dengan warung dan toko kelontong.

Co-founder dan Presiden Bukalapak, Fajrin Rasyid menyatakan saat ini sudah ada lebih dari 500 ribu warung dan toko kelontong yang bekerja sama dengan Bukalapak. Pastinya, jumlahnya akan terus ditingkatkan.

"Tahun ini kami fokus ke warung, progress-nya bagus. Sampai sekarang sudah ada lebih dari 500 ribu mitra Bukalapak," jelas Fajrin di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Tidak hanya itu, Bukalapak juga akan menggencarkan layanan bayar pajak kendaraan bermotor online (khusus daerah Jawa Barat).

Dua agenda bisnis ini sejalan dengan prinsip high impact entrepreneurship yang diterapkan Bukalapak, dimana suatu bisnis tidak berjalan semata-mata untuk mencari profit, namun juga dapat berdampak baik bagi masyarakat.

Untuk produk yang dijual sendiri, Fajrin menyatakan Bukalapak tidak punya tema produk khusus yang ingin digencar penjualannya. Selama tren sedang berlangsung, Bukalapak akan menonjolkan produk tren andalannya.

"Kita nggak punya tema khusus tapi sekarang yang sedang banyak dicari itu produk fashion ya. Nanti bulan ramadhan produk-produk islami, itu hal yang kita pelajari saja," dia menandaskan.

2 of 2

Bukalapak Resmikan Kantor Research & Development di Surabaya

Co-founder dan President Bukalapak, Fajrin Rasyid
Co-founder dan President Bukalapak, Fajrin Rasyid menjadi pembicara pada Emtek Goes To Campus (EGTC) 2018 di Universitas Negeri Semarang, Kamis (18/7). Bos Bukalapak itu berbagi kisah usaha belanja dan berbisnis online. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Bukalapak meresmikan kantor Research & Development di Surabaya pada Selasa (19/3/2019). Peresmian ini dihadiri oleh CEO dan Founder Bukalapak Achmad Zaky, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan istri Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim), Arumi Bachsin.

"Peresmian kantor Research & Development ini diharapkan dapat menjadi inspirasi serta katalis untuk merealisasikan potensi Surabaya sebagai Kota Pahlawan Digital," tutur CEO dan Founder Bukalapak, Achmad Zaky.

Dia menuturkan, Surabaya merupakan kota kedua yang menjadi lokasi kantor Research & Development dari Bukalapak

"Dengan potensi talenta berkualitas lulusan perguruan tinggi sebanyak 132.196 dari perguruan tinggi negeri dan swasta, serta sebanyak 382 program studi teknik di seluruh perguruan tinggi swasta di Jawa Timur. Bukalapak percaya dapat menjadi sarana bagi SDM Indonesia menelurkan inovasi–inovasi kelas dunia," ujarnya.

Menurutnya, Surabaya memiliki potensi talenta yang sangat besar untuk menjadi Kota Pahlawan Digital. Di Bukalapak sendiri terdapat banyak talenta lulusan dari universitas di Jawa Timur, yakni 52% dari talenta-talenta tersebut berkarya di bidang IT sebagai engineer.

"Saya juga berharap Bukalapak Research & Development di Surabaya ini bisa menjadi wadah arek–arek Suroboyo berkarya dan berinovasi untuk siap bertumbuh menghadapi kompetisi teknologi global," tuturnya.

Kantor Research & Development Bukalapak Surabaya berlokasi di salah satu gedung ikonik Surabaya, Gedung Graha Pena. Dibangun seluas 2.379 m2, kantor ini terdiri dari tiga lantai dan dapat mengakomodir lebih dari 250 karyawan.

Konsep kantor ini adalah flexiblefun, and agile collaborations. Kantor ini menyediakan berbagai fasilitas menarik yang diharapkan dapat semakin memicu kreativitas dan mendorong lahirnya ide-ide baru yang inovatif, seperti fun roomhallsleeping podsnursery room dan zen pods.

Selain menjadi ruang kerja, kantor Research & Development Bukalapak juga ditujukan menjadi wadah dan sarana berbagi ilmu dengan komunitas sekitar untuk menciptakan ekosistem digital yang semakin maju dan berkelas global.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by